----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Rumah Tiga Diserang, Dosen Unpatti Tewas
------------------------------------------------------
Kamis 25 November kemarin terjadi lagi
kerusuhan bernuansa SARA di beberapa
tempat di Ambon. Pk. 12.17 WIT massa
Muslim dari Kota Djawa (desa tetangga
Rumah Tiga) mencoba menyerang pemukiman
warga Kristen di Kelapa Tiga.

Insiden ini bermula dari pelemparan terhadap
mobil polisi oleh massa Muslim di Kota Djawa,
yang mengakibatkan kaca depan pecah dan mengenai
pengemudinya. Aparat keamanan yang bertugas di
lokasi kejadian segera melepaskan tembakan peringatan
untuk membubarkan massa yang terus mencoba
menghadang mobil tersebut.
Tim Investigasi Salawaku yang memantau
langsung di lokasi kejadian melaporkan bahwa
massa Muslim yang sebelumnya terkonsentrasi
di Mesjid Kota Djawa dan Perumahan
Pertamina, mulai bergerak menerobos barikade aparat
yang dijaga oleh aparat dari kesatuan
Kostrad 411 Bhala Dhika. Aparat
kemudian melepaskan tembakan peringatan.
Bunyi tembakan inilah yang mengundang perhatian
massa dari Rumah Tiga dan sekitarnya, dan berkumpul
sekitar Diklat Ambon dan Politeknik Unpatti.

Untuk mencegah gerak maju massa
Rumah Tiga, aparat memasang barikade di
depan Politeknik.
Sekitar pk.12.30 WIT, massa Kota Djawa
mencoba menerobos barikade aparat.
Meski beberapa aparat telah melepas tembakan
peringatan namun, menurut saksi mata Mesakh
Limba, massa Muslim tetap bergerak maju dan melewati
barikade, menuju rumah kel.Leatemia.

Melihat massa penyerang dibiarkan melewati
barikade, massa di Politeknik melepaskan tembakan
ke arah penyerang. Namun tembakan tersebut dibalas oleh
aparat yang berjaga di Kota Djawa.
Kejadian ini memancing emosi massa
sehingga akhirnya mereka melempari penyerang
dengan bom rakitan. Akibatnya satu orang aparat
terluka di bagian perut akibat terkena pecahan bom. Hal
ini dibenarkan oleh Lettu. Wahyu L.,
yang menerima kabar bahwa salah
seorang anak buahnya terluka dalam insiden ini.
Namun ia tidak bersedia memberi keterangan
lebih lanjut.
Keadaan mulai berangsur tenang setelah
aparat Marinir tiba pk. 13.30 WIT
dan melakukan pendekatan persuasif terhadap
massa Kristen untuk membubarkan
diri. Marinir juga memberi jaminan akan
bertindak tegas terhadap massa Kota
Djawa yang melewati barikade aparat.

Pk. 14.00 WIT keadaan sudah kembali tenang
walaupun di beberapa tempat masih terlihat
kelompok-kelompok kecil masyarakat yang berjaga-jaga.

Sementara itu, menurut saksi mata Feky Pelmelay,
pada saat yang sama warga Kristen di pantai Poka
menembaki sebuah speedboat yang diketahui beberapa
kali mengangkut massa Jazirah Leihitu dari
Poka ke Kota Djawa. Tembakan tersebut dibalas oleh
aparat keamanan dari Den-Zipur 5 yang mengawal
speedboat tersebut.
Speedboat tersebut terlihat menurunkan massa di
Kompleks Den Zipur 5, sebelum akhirnya menuju
ke Batu Merah.
15 menit kemudian, sekitar pk.14.30 WIT,
terjadi kejar mengejar antara
speedboat dari pelabuhan Rumah Tiga dengan
speedboat dari Poka. Aksi kejar
mengejar ini berlanjut sampai di daerah
Tantui dan baru berhenti ketika ada
tembakan dari arah pos asrama Brimob Tantui.

Aksi saling kejar ini berbuntut panjang ketika
terjadi lagi aksi kejar-kejaran antara
speedboat dari Wayame dan Kota Djawa terhadap
speedboat warga Kristen dari Galala,
Rumah Tiga dan Benteng. Akibatnya
jalur transportasi di teluk Baguala macet total.
Aksi ini baru berhenti ketika regu patroli
pantai Den Zipur 5 dan Satpol Air Polda Maluku datang.
Namun sekitar pk. 17.30 WIT, warga Rumah Tiga
kembali dikejutkan oleh serangan dari 200 - 350
orang massa Muslim yang berasal dari Taenu,
Keranjang, Air Ali dan Telaga Pange.
Serangan datang dari dua arah, yaitu
dari gunung di belakang Politeknik Unpatti dan
dari belakang Gereja Fajar Hidup Rumah Tiga.

Serangan mendadak ini didahului dengan
pelemparan puluhan bom rakitan dan tembakan senjata
organik serta senjata rakitan. Akibatnya jatuh korban jiwa
atas nama Bp. Drs. Wem Titioka, seorang dosen
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unpatti,
yang ginjal kirinya tertembus peluru. Menurut warga
yang bersama korban, ketika tertembak korban
sedang berusaha menghalau massa yang datang
dari belakang Politeknik. Saksi mata juga melihat
beberapa penyerang menggunakan senjata organik.
Bahkan salah seorang aparat keamanan dari
Kostrad 411 yang ikut menghalau penyerang
mengatakan bahwa dari bunyi tembakan dan ledakannya
diduga kuat para penyerang menggunakan
senjata organik sejenis SS1 dan granat standard TNI.

Kesaksian yang sama diberikan oleh Rico
Wemay dan Coken Mataheru yang melihat penyerang
membawa senjata organik seperti yang digunakan aparat
keamanan ketika terjadi bentrok fisik di belakang
gereja Fajar Hidup.
Keadaan berangsur tenang pada sekitar pk.18.30
WIT ketika para penyerang mundur dari lokasi
kejadian. Namun situasi tetap tegang sampai pagi ini
(Jumat 26 November).

Sementara itu sejak pk.03.30 WIT dini hari
sampai Jumat pagi pk.07.30 WIT, massa Muslim
Kota Djawa kembali melempari pemukiman Kristen Kelapa Tiga
dengan bom.

Akibat insiden hari Kamis kemarin tercatat korban
dan kerugian sbb:
*Meninggal : 1 orang (Wem Titioka)
*Luka-luka : 6 orang
*Rumah rusak: 3 buah
*Speedboat rusak ringan: 1 buah

Sumber: Yayasan Salawaku
==========================

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Nov 1999 jam 08:31:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke