---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- From: asoka bakani Yahudi dan Islam Secara kebetulan, saya membaca sebuah tulisan pada sebuah harian daerah Pikiran Rakyat yang dibawa oleh teman yang datang berkunjung. Tulisan tsb berjudul "Yahudi" ditulis oleh Atang Ruswita yang menurut teman saya adalah seorang yang cukup terkemuka di Bandung. Tulisan tsb menguatkan kesimpulan saya bahwa Islam tsb merupakan agama yang selalu membenarkan diri sendiri saja dengan memutar-mutar lidah dan memusuhi agama lain, tetapi munafik. Si Atang Ruswita ini menggambarkan sifat orang Yahudi sesuai dengan ayat Al Qur'an, yaitu suka ingkar janji, memfitnah, memutarbalikkan fakta dsb, dengan mengutip Al Baqarah 100 dan Ali Imran 72. Kemudian mengutip juga persitiwa-peristiwa yang terjadi pada jaman Muhammad tentang perbuatan orang Yahudi. Dan di akhir tulisannya, ybs menulis agar umat Islam tidak menjadikan Yahudi sebagai pelindung dan mengikuti keinginan Yahudi sesuai dengan Al Mumtahanah 13. Selama ini, ada beberapa rekan muslim yang berbaik hati dan menjawab tulisan saya dengan mengatakan bahwa kesimpulan yang saya dapatkan dari suatu ayat adalah tidak demikian, ayat tsb haruslah ditafsirkan sesuai dengan sejarah kejadian pada saat munculnya ayat tsb. Saya tidak setuju dengan pendapat tsb, karena ayat yang saya ambil merupakan suatu ajaran yang seharusnya berlaku universal, tidak uzur oleh jaman. Tetapi dalam kasus Yahudi di atas, justru ayat yang menggambarkan sifat Yahudi itu harus ditafsirkan sesuai dengan sejarah munculnya ayat tsb, bukan menjadikan suatu stereotipe bahwa Yahudi mempunyai sifat demikian. Saya tidak menyangkal bahwa Israel sudah melakukan tindakan yang tidak pantas terhadap Palestina, tetapi tidaklah seharusnya membawa-bawa ayat Al Qur'an tsb sebagai suatu vonis. Jika Yahudi di Mekkah/Madinah melakukan sesuatu pada jaman Muhammad, tidaklah berarti semua Yahudi pada sepanjang jaman mempunyai sifat yang sama. Jika cara pemikiran itu diterapkan, maka semua orang Sunda dan Jawa juga tidak pernah bayar hutang, karena ada beberapa orang Sunda dan Jawa yang tidak bayar hutang ke saya. Termasuk juga si Atang Ruswita ini yang Sunda. Di sini terjadi suatu kemunafikan orang-orang Islam, di mana penafsiran ayat-ayat Al Qur'an tsb selalu digunakan untuk membenarkan diri sendiri. Jika saya yang menafsirkan ayat selalu dikatakan bahwa penafsirannya tidaklah demikian, dan haruslah dilakukan sesuai dengan konteksnya. Tanpa menjelaskan lebih lanjut, ayat-ayat mana yang menunjukkan ajaran yang sesungguhnya. Sebaliknya, pendapat Atang Ruswita tsb sudah pasti menjadi suatu pendapat yang diterima muslim. Penyebab dari perbedaan perlakuan tsb adalah penafsiran saya merupakan sesuatu yang dianggap mendiskreditkan Islam, sedangkan Atang Ruswita mengkreditkan Islam. Padahal, dalam versi orang Islam, Muhammad sendiri mengambil isteri seorang Yahudi yang menurut Atang Ruswita tsb suka ingkar janji, memfitnah & memutarbalikkan fakta. Apakah Muhammad memang suka dengan isteri seperti itu? Konyolnya, orang-orang Islam sendiri setiap azan selalu mendoakan Muhammad dan keluarganya, jadi termasuk isteri Yahudi ini yang suka ingkar janji, memfitnah & memutarbalikkan fakta. Dalam versi saya, wanita Yahudi yang dikatakan diambil isteri oleh Muhammad ini sebenarnya terpaksa melacurkan diri ke Muhammad agar tidak dibunuh atau mendapatkan status yang lebih baik dari budak dan Muhammad adalah germonya juga tanpa bersusah payah karena mengatasnamakan Allah sebagai kewajiban ghanimah. Bagi si wanita Yahudi ini, apa yang dilakukannya dapatlah dimengerti, karena tanpa suami dan anak dengan status sebagai budak, maka wanita Yahudi ini sudahlah pasti dijadikan mangsa oleh Arab-Arab barbar yang gila sex. Sampai sekarang pun, tenaga kerja wanita kita di Arab terus saja dimangsa oleh Arab-Arab biadab di sana. Jadi lebih baik melayani satu orang saja, paling-paling ikut serta dalam 'group sex' atau 'sandwich'. Konyolnya lagi, orang Islam di sini tutup mata tentang kejadian di tanah suci mereka, dan lebih suka mengungkit-ungkit orang Yahudi. Atau, menutup praktek prostitusi di sini dengan kekerasan agar wanita-wanita pekerja sex tsb tidak dapat mencari nafkah lagi dan terpaksa menjadi isteri ke 3 atau ke 4 oleh bandot-bandot tua berstatus kiai, ulama, haji atau istilah keren lainnya, daripada mati kelaparan. Atau untuk mencari hasil jarahan yang istilah sucinya ghanimah. Bukankah Muhammad sendiri memberi contoh-contoh demikian? Kembali ke tulisan Atang Ruswita ini. Si Atang ini memang pandai memutar-mutar lidahnya karena sifatnya yang licik. Sudahlah jelas di Al Qur'an bahwa yang dimaksud Ahli Kitab adalah orang Yahudi dan Nasrani (Kristen). Jadi, mengapa dalam tulisannya hanya disebutkan orang Yahudi saja? Tentu saja karena tidak ada Yahudi di sini, sementara si Atang dengan hariannya sangat tergantung kehidupannya pada orang Nasrani. Jadi, mana berani si Atang ini mengikutsertakan orang Kristen dalam tulisannya yang menjelek-jelekkan orang lain. Yahudi, siapa takut? Sudah tentu orang Islam sendiri tahu akan maksud tulisan si Atang ini, tetapi mereka juga diam saja. Sudah menjadi kebiasaan, kejelekan mereka selalu ditutup-tutupi, jika terbongkar, maka alasannya adalah pelakunya bukanlah dari mereka. Seperti setiap kerusuhan atau pembakaran gereja. Selalu berkata bahwa Islam menghormati agama lain, melarang perusakan rumah ibadah dan pelakunya bukanlah muslim. Tapi selalu terjadi dan tidak pernah ada pelaku yang tertangkap. Sebaliknya, kaca mushola yang pecah saja menyebabkan 21 gereja dan beberapa sekolah non muslim dirusak dalam tragedi Ketapang. Jadi, mana bukti bahwa Islam menghormati agama lain? Si Atang Ruswita ini sudah membuktikan hal yang sebaliknya. Demikian juga peristiwa- peristiwa yang telah terjadi. Ayat-ayat Qur'an dan Hadis juga demikian. Asoka ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 29 Nov 1999 jam 02:29:08 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
