----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 30 November 1999 16:00 UTC

** GUS DUR BERTEMU GUSMAO DAN RAMOS-HORTA

** KOALISI PARTAI PEMERINTAH MALAYSIA MENANG PEMILU

** KTT WTO DIBUKA DI SEATTLE, AMERIKA SERIKAT

** TOPIK GEMA WARTA: DEWAN DAERAH KEMBALI TAMPIL DI MANA-MANA

** TOPIK GEMA WARTA: PUBLIK ACEH YANG MAKIN BANGKIT TAK PERDULI JAWABAN
PARA MANTAN PANGLIMA

* GUS DUR BERTEMU GUSMAO DAN RAMOS-HORTA
Presidah Abdurrahman Wahid mengadakan pertemuan bersejarah dengan para
pemimpin Timor Lorosae, Selasa. Gus mengadakan pertemuan dengan pemimpin
CNRT Xanana Gusmao dan pemenang hadiah Nobel Jose Ramos-Horta. Agenda
pertemuan antara lain masalah pengungsi Timtim di Timor Barat, keamanan
di perbatasan dan pembebasan tahanan Timtim. Timor Lorosae kini di bawah
pemerintahan PBB untuk membawa kawasan itu menuju kemerdekaan penuh.
Sementara itu pemerintah di Jakarta dikabarkan akan menarik ratusan
militer dari Ambon. Menurut jubir TNI, tentara yang ditarik itu disangka
terlibat memihak dalam konflik berbau SARA antara muslim dan kristen di
kawasan itu. Minggu lalu empat puluh orang warga tewas. Pihak kristen
menuduh TNI membunuh enam belas warga kristen.

* KOALISI PARTAI PEMERINTAH MALAYSIA MENANG PEMILU
Seperti diduga semula, pemilu di Malaysia dimenangkan Barisan Nasional,
yaitu koalisi pemerintah pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Menurut hasil penghitungan suara, koalisi Mahathir meraih 148 dari 193
kursi parlemen. Ini berarti bahwa koalisi Mahathir berhasil meraih
mayoritas dua pertiga suara yang diperlukan untuk mengubah UUD agar bisa
melanjutkan reformasi ekonomi. Menghadapi pemilu ini kelompok oposisi
untuk pertama kali membentuk Barisan Alternatif untuk menghindari agar
Mahathir tidak meraih dua pertiga suara. Kemenangan koalisi pemerintah
kali ini tidak sehebat lima tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kasus
Anwar Ibrahim, mantan wakil perdana menteri yang dipecat oleh Mahathir.
Anwar menjalani hukuman penjara enam tahun setelah mengalami proses
peradilan kasus korupsi yang kontroversial.

* KTT WTO DIBUKA DI SEATTLE, AMERIKA SERIKAT
Hari ini di Seattle, AS, diawali KTT organisasi perdagangan dunia WTO.
Ribuan wakil dari 135 negara akan membahas masalah kelanjutan proses
liberalisasi perdagangan dunia. Namun, menurut pelbagai pihak, penentuan
agenda sudah merupakan proses yang alot. Hampir semua masalah merupakan
ajang perbedaan perdapat dari pelbagai wakil negara dan blok dagang
dunia yang menghadiri KTT. Salah satu topik yang sangat penting dalam
pertemuan hari-hari mendatang ini adalah soal kebijakan agraris Eropa,
karena para petani dan peternak Eropa diberi subsidi besar-besaran oleh
Uni Eropa di Brussel. Keamanan KTT di Seattle ini sangat ketat.
Kelompok-kelompok LSM bertekad akan mengadakan demostrasi besar-besaran.
Hari ini saja Seattle sudah dipenuhi oleh puluhan ribu aktivis. Para
pengunjuk rasa menilai, liberalisasi perdagangan dunia justru akan
merugikan negara-negara berkembang, merusak lingkungan hidup dan
mengurangi lowongan kerja.

* KERUGIAN AKIBAT BADAI DI INDIA TIMUR MILYARAN DOLAR
Badai yang melanda India Timur belakangan mengakibatkan kerugian
milyaran dolar. Demikian tegas pemerintah negara bagian Orissa yang
dilanda bencana. Jumlah korban jiwa resmi hampir sepuluh ribu. Pendataan
kerugian memerlukan watu satu satu bulan, karena sebagian besar kawasan
bencana tidak bisa dicapai, karena digenangi air. Sementara kegiatan
paling utama adalah menyelamatkan warga. Menurut hasil pendataan resmi
pertama hampir dua juta rumah musnah dan sekitar dua juta hektar lahan
rusak.

* DIPLOMAT AMERIKA SERIKAT DITANGKAP DINAS INTELIJEN  RUSIA
Dinas Intelijen Rusia menangkap seorang diplomat Amerika atas tuduhan
spionase. Konon sang diplomat itu adalah sekreratis dua kedutaan besar
Amerika di Moskow. Diplomat perempuan ini tertangkap basah ketika
menerima dokumen dari seorang warga Rusia. Menurut jubir Dinas Intel
Rusia di Moskow, dokumen itu adalah dokumen militer yang berisi data
rahasia keamanan. Setelah diperiksa, diplomat itu dibebaskan. Sampai
sekarang belum berita terinci tentang kasus ini.

* HELMUT KOHL DIDUGA TERLIBAT SKANDAL PEMASOKAN SENJATA KE ARAB SAUDI
Mantan Kanselir Jerman Helmut Kohl dimintai keterangan oleh pengurus
partai Kristen Demokrat CDU tentang kemungkinan keterlibatannya dalam
skandal sumbangan rahasia. Hasil dengar pendapat itu belum diumumkan.
Skandal ini berkisar pada sumbangan seorang pedagang senjata, sebanyak
sejuta mark kepada partai Kristen Demokrat CDU pada tahun 1991. Sebagai
imbalannya si pedagang senjata konon bisa memasok senjata ke Arab Saudi.
Para pengurus CDU minggu-minggu belakangan menyatakan bahwa Kohl, yang
waktu itu menjadi ketua partai CDU, mengetahui kasus sumbangan
kontroversial itu. Tetapi Kohl membantah. Mantan kanselir Jerman
menghendaki agar namanya sudah dibersihkan menjelang natal nanti. Oleh
karena itu ia ingin agar parlemen Jerman secepat mungkin memeriksa
dirinya. Sementara itu Kejaksaan Jerman tengah menyelidiki apakah
terjadi penyelewengan pajak dalam pemberian sumbangan rahasia tersebut.

* TIM TENTARA MEKSIKO DAN FBI SELIDIKI KUBURAN MASSAL DI MEKSIKO UTARA
Tentara Meksiko dan agen-agen FBI Amerika mengawali penyelidikan kuburan
massal di Meksiko Utara. Ada pertanda bahwa di dekat kota Juarez, dekat
perbatasan dengan Amerika Serikat, terdapat dua kuburan masal para
korban mafia narkoba. Menurut pelbagai berita yang tidak dikonfirmasi,
di kuburan-kuburan massal tersebut terdapat sekitar seratus mayat.
Menurut dugaan mereka terdiri dari warga Meksiko dan Amerika Serikat,
yang dibunuh oleh apa yang disebut kartel obat bius Juarez.

* NAMIBIA LAKSANAKAN PEMILU
Hari ini dan besok Nambia mengadakan pemilihan parlemen. Sekitar 900
ribu elektorat Namibia diimbau untuk mendatangan ramai-ramai tempat-
tempat pemungutan suara TPS. Presiden sekarang Sam Nujoma diduga akan
menang sehingga bisa memasuki masa jabatan ketiga. Namun, partai Swapo,
partainya presiden Nujoma, untuk pertama sejak bertahun-tahun, akan
menghadapi kekalahan. Tahun ini Ben Ulenga, mantan sekutu Nujoma,
mendirikan Partai Kongres. Menurut para pengamat, partai ini bisa
menyulitkan posisi partai Swapo di parlemen. Hasil pemilu diharapkan
dapat diumumkan secepatnya minggu depan.

* DEWAN DAERAH KEMBALI TAMPIL DI MANA-MANA
Intro: Ratusan pemuda dan pemudi yang memakai pakaian daerah dari 26
propinsi di Indonesia mendatangi gedung DPR RI hari Selasa kemarin.
Mereka menentang proses disintegrasi bangsa dan ingin tetap
mempertahankan NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada saat
yang hampir sama di kawasan Pasar Baru sejumlah tokoh masyarakat dan
mahasiswa membentuk Komite Persiapan Pembentukan Dewan Rakyat Daerah-
Daerah. Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta:

Dalam rapat pertamanya hari Selasa diputuskan untuk mengirim utusan-
utusan peninjau ke Kongres Rakyat Riau pada tanggal 5 dan 6 Desember
1999 yang akan dipimpin Wimanjaya Liotohe, putra Sangir Talaud. Juga
akan dikirim utusan-utusan ke Samarinda untuk mengikuti Kongres Rakyat
Kalimantan Timur pada tanggal 3 dan 4 Desember 1999. Yang akan memimpin
delegasi ke Kalimantan ialah Rani Yunsih, putra Kalimantan Barat.
Diputuskan pula untuk mengirim utusan-utusan ke daerah bergolak lainnya
seperti Aceh, Ambon, Irian Jaya dan Ternate. Rapat komite tersebut
antara lain dihadiri wakil-wakil Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi
atau KRIS Perjuangan, Kerukunan Keluarga Kalimantan Barat, Matuari Waya,
Organisasi Masyarakat Sulut di Jakarta, Front Permesta serta wakil-wakil
organisasi masyarakat Maluku Tengah, Nusa Tenggara Timur, Toraja dan
Papua Barat.

Komite ini bertujuan untuk mempersiapkan Dewan Rakyat Daerah-Daerah yang
akan berusaha menyerap aspirasi rakyat di daerah-daerah dari segi
keadilan yang hingga kini belum sepenuhnya terakomodasi. Sehubungan
dengan konflik horizontal yang mulai timbul di daerah-daerah bergolak
seperti Aceh, Ambon dan terakhir di Halmahera yang mengakibatkan
munculnya puluhan ribu pengungsi di daerah-daerah yang berbatasan, maka
Komite ini akan menghadap DPR dalam waktu dekat. Komite Persiapan
Pembentukan Dewan Rakyat Daerah-Daerah ini akan mendesak DPR RI supaya
wakil-wakil rakyat dari daerah-daerah tersebut terutama dari daerah
Sulawesi Utara menaruh kepedulian atas nasib para pengungsi yang
menderita selama ini. Di Sulawesi Utara sekitar 30.000 warga dari
Halmahera dan Tidore yang berasal dari Sangir, Talaud, Minahasa dan
Ambon kini berada Bitung, Manado dan tempat-tempat lain di Minahasa.
Demikian pula di Sumatera Utara kini banyak pengungsi warga Aceh yang
berasal dari Jawa dan Tapanuli telah mencari perlindungan sementara.
Maka suatu konflik horizontal lamabat laun akan muncul jika pemerintah
dan para tokoh daerah tidak turun tangan mengatasi masalah tersebut.

Direncanakan secara berkala Komite tersebut akan mengadakan diskusi-
diskusi dan seminar-seminar tentang masalah otonomi daerah, fedralisme
dan system alternatif lainnya yang akomodatif bagi tiap daerah. Sejumlah
pakar negara-negara federal dari Eropa akan diundang sebagai pembicara.
Demikian pula tokoh-tokoh masyarakat yang kapabel dan akseptabel seperti
Prof. Tabrani Rabb dari Riau, Prof. Muis SH dan Prof. Matulada dari
Sulawesi serta Hartani Mukti SH dan Prof. Usop dari Kalimantan Tengah
akan diundang dalam pekan-pekan mendatang ini. Selain mereka akan
diundang pula Prof Dr Syafii Maarif dari Yogyakarta. Sejarawan ini
pernah mengatakan, pada dasarnya sejak semula Dr. Mohamad Hatta adalah
pencetus terwujudnya negara federasi di Indonesia. Namun karena tertutup
jargon-jargon politik menyangkut negara persatuan dan kesatuan, ide
Mohamad Hatta itu menjadi tenggelam dan berkesan menakutkan bagi setiap
orang untuk berbicara masalah negara federasi.

Bung Hatta sudah sejak awal tidak menyetujui konsep negara kesatuan.
Bung Hatta adalah pembela konsep negara federasi Indonesia. Dasar
pemikiran Bung Hatta membela negara federasi Indonesia adalah agar
daerah-daerah dapat mengembangkan diri dan terjadi kompetisi yang sehat
antar negara bagian. Pertimbangannya, negara Indonesia yang begitu besar
dengan penduduknya yang padat, susah sekali untuk menjadi negara
kesatuan. Sumpah Gajah Mada yaitu Sumpah Amukti Palapa, hanya sekedar
sumpah karena Majapahit akhirnya juga ambruk, kata Syafii kepada pers
belum lama ini. Syafii melihat tidak ada jaminan negara kesatuan akan
bertahan untuk seterusnya. Memang sistem negara kesatuan sudah
dipraktekkan selama setengah abad tetapi gagal. Sedang sistem negara
federasi baru dicoba beberapa bulan pada pembentukan negara Republik
Indonesia Serikat. Seharusnya kita mencoba system alternatif ini selama
setengah abad pula barulah kita bisa membandingkan yang mana yang
terbaik bagi bangsa Indonesia.

* PUBLIK ACEH YANG MAKIN BANGKIT TAK PERDULI JAWABAN PARA MANTAN
PANGLIMA
Intro: Empat hari menjelang hari ulang ke 23 Gerakan Aceh Merdeka GAM 4
Desember mendatang, momentum tuntutan refefendum maupun ekses-eksesnya
makin meningkat. Publik Aceh tidak perduli jawaban-jawaban para jenderal
mantan panglima di muka Pansus DPR. Kerua SIRA (Sentral Informasi
Referendum Aceh), Mohamad Nazar menolak ajakan dialog bila belum
disepakati referendum dengan opsi merdeka. Sementara ekses-eksesnya,
berupa pengungsian juga meningkat baik penyingkiran penduduk Aceh yang
takut tentara, maupun kaburnya orang-orang non Aceh. Laporan rekan
Aboeprijadi Santoso dari Banda Aceh.

Orang di Aceh makin kurang perduli lagi dengan suara-suara dari Jakarta
apalagi yang datang dari TNI. Jadi, meskipun Senin malam lalu banyak
orang terpaku di muka televisi mendengarkan sidang dengar pendapat
Pansus DPR, namun mereka akhirnya kecewa dan marah-marah. "Semua itu
semua sandiwara," kata Muhamad Nazar, pemuda asal Pidie, Ketua SIRA yang
sukses menggelar aksi rakyat 8 November yang lalu. Ah, berputar-putar
lagi mereka, kata yang lain.

Yang menyakitkan hati adalah bantahan Syarwan Hamid, mantan Danyon
Lilawangsa, padahal, kata orang-orang di sini, banyak saksi masih ada di
Lhokseumawe yang ingat sekali akan kata-kata Syarwan dahulu. Siapa pun
yang membantu GPK, sekali pun cuma memberi sebatang rokok, akan
diginiin, katanya sembari pegang batang leher. Artinya akan digorok.
Demikian konon Syarwan Hamid semasa bertugas di Lhokseumawe.

Kekesalan yang lain terutama ditujukan kepama mantan Pangab Jenderal
Benny Moerdani yang mengelak tuduhan, dan kepada mantan gubernur Aceh
Ibrahim Hasan yang dianggap cuma memamerkan jasa-jasanya saja. Ibrahim
tak akan berani datang ke Aceh lagi, kata orang-orang di Banda Aceh.

Kemarahan seperti itu sudah biasa dan diungkap secara terbuka di Aceh
dewasa ini. Tetapi yang menjadi perhatian utama dewasa ini bukanlah
Jakarta melainkan kasus-kasus pengungsi sepanjang Sigli, dan yang
terbaru adalah kasus peracunan ratusan dari ribuan pengungsi dari
Seulimun, Aceh Besar. Bagi publik di sini, ini adalah bagian dari
skenario TNI untuk menakut-nakuti warga Aceh yang mau separatis. Radio
Nederland menemui salah satu pengungsi tersebut di Madrasah Diniyah
Darussalam, Banda Aceh.

PENGUNGSI: Pagi Senin itu ada warga desa Lam Tamon yang diambil aparat
terus dibawa entah kemana nggak tahu. Jadi, kami desa tetangga ini sudah
takut. Terus Lam Tamon sudah mengungsi, lalu Rindang sudah mengungsi,
Ibus sudah ngungsi. Jadi, tinggal Ayun lagi. Malam hari sudah tidak
berani lagi tidur di rumah. Maka kami memutuskan untuk mengungsi.

RADIO NEDERLAND: Berapa jumlahnya?

Pengungsi: Sekitar 238.

Juru bicara GAM dari wilayah Aceh Raye atau Aceh Besar mengatakan, ini
merupakan bukti bahwa Aceh sudah tidak percaya lagi dengan apa
disebutnya sebagai tentara Indonesia Jawa.

Radio Nederland: Bagaiman terjadi pengungsian seperti ini?

Jubir GAM: Kalau perasaan sekarang bangsa kami, bangsa Aceh yang sudah
memang dari dulu merasa ditipu oleh Indonesia Jawa, sudah sangat tidak
percaya lagi dengan Indonesia Jawa. Dan rentetan mereka mengungsi akibat
peristiwa penembakan tanggal 28 November lalu, terhadap empat orang
warga. Setelah penembakan ini militer-militer masuk kampung melakukan
pengusiran. Jadi, bangsa kami, bangsa Aceh tidak lagi mempercayai yang
namanya Indonesia dan bahkan membenci yang namanya aparat militer.
Karena yang mereka lagkukan di sini ibarat apa yang dilakukan oleh
bangsa-bangsa yang tidak beradab. Mereka tidak mengakui kami sebagai
suatu bangsa dan nilai-nilai kemanusiaan kami.

Kalau orang tanya keadaan sekarang, maka orang Aceh akan mengatakan,
keadaan tidak menentu. Tidak menentu artinya tuntutan meningkat tetapi
merdeka belum. Dan meminta referendum artinya memilih merdeka. Sejak
aksi sejuta rakyat Aceh 8 November semakin jelas bahwa referendum
merupakan pesan tuntutan merdeka di dalam permainan politik yang damai
yang diumumkan kepada semua publik dalam dan luar negeri.

Sementara itu media massa dalam dan luar negeri sudah siap "menyerbu"
Banda Aceh seingga semua hotel penuh. Semua tamu Aceh bahkan akan
disambut dengan poster yang terpampang besar-besaran yang menagih janji
Presiden Abdurrahman Wahid. Kalau Timtim boleh referendum, kenapa Aceh
tidak. Nggak adil itu namanya, ucapan dalam spanduk dengan huruf-huruf
besar yang dikutip dari pernyataan Gus Dur di Pnom Penh Kamboja 8
November lalu itu, sekarang menghiasi ibu kota Serambi Mekah secara
mencolok di pusat kota.

Dengan pesan itu Aceh mencamkan kepada publik, baik masyarakat Aceh
sendiri maupun publik dunia, bahwa hanya referendum semacam di Timor
Timur itulah yang kini ditunggu oleh rakyat Aceh. Referendum di Timtim
30 Agustus lalu memang besar pengaruhnya bagi Aceh. Baik
penyelenggaraaannya oleh PBB sukses, maupun pembunuhan dan bumi hangus
yang dilakukan oleh TNI dan milisi, semuanya itu menjadi pelajaran bagi
Aceh.

Dari situlah Aceh memacu momentum referendum Aceh dengan jalan damai.
Tak satu telur pun pecahan 8 November lalu, kata orang di sini. Sama
halnya dengan tak satupun kaca pecah di Yogya dalam aksi menjatuhkan
Soeharto Mei tahun 98, meskipun di Jakarta darah mengalir. Dengan kata
lain, Aceh yang bangkit sejak tahun 1998 menarik pelajaran dan memacu
perkembangan yang amat cepat dua tahun ini.

Habibie menabur janji, Gus Dur menyemai opsi dan Aceh menuai referendum.
Demikian judul sebuah kolom opini dalam harian Aceh Expres kemarin.
Orang awam di ibu kota Banda Aceh pun menangkap trend di Aceh dewasa
ini. Tanyalah seratus orang Aceh, pasti seratus persen mau merdeka, kata
orang. Kebangkitan di Aceh tidak hanya dipicu oleh jatuhnya Soeharto dan
referendum di Timtim, tapi terutam oleh kebangkitan gerakan mahasiswa
dan LSM serta pemilihan umum Juni yang lalu.

Tradisi perlawanan rakyat Aceh sebenarnya pasang surut. Kebangkitannya
pada tahun lima puluhan bersandar pada kekuatan ulama yang tergabung
dalam PUSA (Pusat Ulama Seluruh Aceh). Tetapi dasawarsa sekarang
berbeda. Tahun sembilan puluhan telah menuai benih-benih kekejaman rejim
Soeharto dan ABRI, serta kemajuan pendidikan dan tampilnya cendekia
Aceh. Aceh adalah semacam Prancis di Eropa. Yaitu negeri yang sangat
menghormati kaum intelektualnya. Dan kebangikan kaum ini melekat dengan
pengalaman pahit mereka dan generasi pendahulunya di tahun delapan
puluhan.

Hari-hari ini buku-buku sejarah kekejaman DOM, buku-buku politik dan
sejarah Aceh yang kritis terhadap pemerintah pusat, bahkan peta propinsi
Aceh sulit didapat, karena sudah lalu keras sejak Desember yang lalu.
Hal itu menandakan, kalau dulu Aceh bangkit dengan ulama sekarang
giliran kaum cendekia. Sebab Aceh sendiri tidak pernah punya kelas buruh
dan kelas tani yang kuat dan terorganisir seperti di Jawa.

Walhasil, kekuatan mungkin juga sekaligus kelemahan dari pro kemerdekaan
Aceh adalah kepemimpinan gerakan masyarakat sipil. Mereka ini didukung
oleh GAM Gerakan Aceh Merdeka dan masyarakat kota, maupun pedalaman. Hal
itu tampaknya dari lumpunya aparat sipil sampai tingkat kecamatan di
kabupaten-kabupaten Aceh Barat dan Selatan, padahal daerah-daerah itu
baru bangkit sejak Desember lalu. Berbeda dengan Aceh Utara, Pidie dan
Aceh Timur yang sudah lama rawan. Semua itu tentu berkat pengalaman
buruk rakyat semasa DOM sampai pojok harian Serambi berkomentar: Kalau
Gus Dur mau mengundang tokoh Moro, Nur Miswari, ke Aceh, maka janganlah
lupa ajaklah mereka melihat bukit tengkorak, kampung janda dan lain-lain
di Aceh.

Maka, seperti dikatakan oleh Amien Rais, Jakarta kini berlomba dengan
waktu.Laporan Aboeprijadi Santoso dari Banda Aceh.

-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Nov 1999 jam 18:31:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke