----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 43/II/28 Nopember-4 Desember 99
------------------------------

SEMOGA NU TETAP PROGRESIF
Oleh: Henry Boen

(OPINI): Meski sering diolok-olok sebagai organisasi tradisional, tetapi
selama 15 tahun di bawah kepemimpinan Gus Dur, ternyata NU muncul sebagai
organisasi yang progresif. Sikap NU yang progresif itu, sebagian memang
disebabkan oleh pembawaan pribadi Gus Dur sendiri. Salah satu sikap
progresif NU yang kasat mata adalah, sikap kritisnya terhadap pemerintah,
baik di masa Soeharto maupun Habibie.

Sikap progresif Gus Dur (atau NU), terbawa-bawa terus ketika ia menjadi
Presiden. Dengan ringannya Gus Dur membubarkan Departemen yang kurang
bermanfaat, seperti Deppen dan Depsos. Bahkan anggota DPR diejeknya sebagai
"taman kanak-kanak", sembari mengutip idiom dari Lenin "penyakit kiri
kekanak-kanakan" (infantile disorder).

Kini NU sedang mengadakan Muktamar ke-30 di Ponpes Lirboyo, Kediri, untuk
memilih Rois 'Aam Syuriah dan Ketua Umum PBNU (Tanfidziyah). Meski secara
hirarki Syuriah lebih tinggi dari Tanfidziyaf (eksekutif), namun perhatian
nahdliyin dan muktamiriin, lebih tertuju pada pemilihan Ketum PBNU. Siapa
yang bakal menggantikan posisi Gus Dur di NU?

Sampai tulisan ini dibuat, calon Ketum PBNU mengkristal tinggal dua orang,
yakni KH Hasjim Muzadi dan KH Said Aqiel Siradj. Sedang untuk posisi Rois
'Aam, ada kecenderungan secara aklamasi memilih KH Sahal Mahfudz. Menurut
muktamiriin, jika perebutan posisi Ketum PBNU semakin "memanas" antara KH
Hasjim Muzadi dan KH Said Aqiel, maka ada kemungkinan akan dimunculkan calon
alternatif, yaitu KH Mustofa Bisri.

Meski KH Mustofa Bisri seolah-olah adalah calon "alternatif", namun
sebenarnya KH Mustofa Bisri adalah calon jadi. Karena dalam tradisi NU,
kandidat yang tidak kampanye, biasanya malah yang jadi. Terlebih dari ketiga
nama itu, KH Mustofa Bisri paling banyak memiliki kesamaan visi dengan Gus
Dur. Keduanya juga seorang budayawan.

Namun kita harus tetap waspada, meski selama ini kalangan NU dikenal kritis
terhadap pemerintah, bukan berarti tidak ada elemen oportunis di dalam tubuh
NU. Tidak semua orang NU memiliki integritas atau kualitas yang memadai,
sebagaimana tokoh-tokoh di atas. Ada juga tokoh NU yang kurang bermutu, dan
itu tadi: oportunis.

Uniknya, tokoh-tokoh NU yang kurang berkualitas dan oportunis, secara
kebetulan sudah berkumpul di satu wadah, yakni PPP. Mulai dari Ketua Umum
Hamzah Haz, Wakil Ketua Tosari Wijaya, dan Abdullah Syarwani, SH. Tipe
oportunis unsur NU, dari generasi yang lebih muda juga ada di PPP, yakni
Arief Mudatsir (Litbang PPP) dan Ermalena (Pimpinan Fatayat NU). Yang juga
masuk kategori ini adalah Slamet Effendi Yusuf (mantan Ketua Umum GP
Anshor), yang bergabung di Golkar. Kemudian ada lagi Agus Miftah (Ketum
PARI), termasuk orang NU yang paling oportunis.

Abdullah Syarwani, SH, adalah tipe tokoh NU "kutu loncat". Ia akan
berpindah-pindah ke tempat-tempat yang menguntungkannya. Bila pelu, untuk
kepentingan dirinya, Abdullah Syarwani tidak segan-segan menghamba pada
kroni Soeharto seperti Probosutedjo. Abdullah Syarwani pernah selama satu
periode memimpin PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia), sebuah LSM
yang menangani program kesejahteraan keluarga. Ketika memimpin PKBI,
Abdullah Syarwani terbilang kurang sukses, karena ia lebih sibuk bersolek.
Selepas di PKBI, Abdullah Syarwani bergabung dengan LSM bentukan Ibu
Kardinah Supardjo Rustam, yaitu PDF (Participatory Development Forum),
sebuah LSM "plat merah", yang kini sudah bubar.

Mantan Ketua Umum PMII Ali Maskur Musa (kini anggota DPR dari PKB), termasuk
kategori seperti itu pula. Karena selepas memimpin PMII, Ali Maskur Musa
"menyeberang" ke Kosgoro (1993), yang saat itu merupakan bagian dari Golkar.

Ada satu lagi tokoh muda NU, yang kualitasnya bagus, dan tidak bertipe
oportunis, tetapi entah kenapa tetap terbelenggu di PPP, yaitu Lukman Hakim
Syaiffudin. Seorang pengamat NU pernah mengatakan, jika Lukman mau bergabung
di PKB, namanya akan semakin besar. Selain berkualitas, "darah biru NU"
Lukman juga kuat, karena dia adalah putera sesepuh NU, yang pernah menjabat
Menteri Agama, KH Syaiffudin Zuhri. Putera KH Syaiffudin Zuhri yang lain,
yang juga pernah aktif di NU adalah Dr Fahmi Syaiffudin, SKM. Dr Fahmi dulu
pernah diplot oleh Pemerintah, untuk menjadi pesaing Gus Dur dalam memimpin
NU, karena kebetulan Dr Fahmi adalah tokoh NU yang pegawai negeri.

Begitulah agar masyarakat sadar, tidak semua tokoh NU hebat, banyak juga
yang memble. Sama dengan yang terjadi di Golkar, seburuk-buruknya Golkar,
ada juga figur yang baik, seperti Marzuki Darusman. Demikian pula dengan PDI
Perjuangan, meski menang Pemilu, banyak juga tokohnya yang tidak bermutu.

Tulisan ini mengandung dua harapan. Harapan pertama, NU tetap progesif,
tetap kritis terhadap Pemerintah, meski Presidennya adalah orang NU. Harapan
kedua, masyarakat tetap kritis terhadap NU. Masyarakat tidak perlu segan
mengkritik NU (dan Gus Dur). Karena NU dan Gus Dur, bukanlah lembaga yang
sempurna, dan lagi Gus Dur adalah seorang demokrat tulen.

Justru yang menjadi kekhawatiran adalah begini, bila ada yang mengritik Gus
Dur, yang marah adalah orang NU, sebagaimana yang terjadi pada "kasus
Bagito". Bila itu yang terjadi, kelak  akan muncul tirani baru, di mana
ormas-ormas di bawah NU seperti GP Anshor dan Banser, akan berlaku seperti
PP (Pemuda Pancasila), Pemuda Panca Marga  atau FKPPI, di masa lalu.

(*) Penulis adalah mantan aktivis LSM

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Dec 1999 jam 12:27:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke