---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Republika, 2 Desember 1999 Panglima GAM : RAKYAT JANGAN KIBARKAN BENDERA ACEH MERDEKA PIDIE--Tiga hari menjelang hari ulang tahun Gerakan Aceh Merdeka <GAM>, Panglima Komando Pusat Angkatan Perang GAM Tengku Abdullah Syafeii mengeluarkan maklumat kepada rakyat Aceh. Isinya: Demi keselamatan, rakyat awam diminta tidak mengibarkan bendera Aceh Merdeka pada 4 Desember 1999. Pernyataan itu dikemukakan Abdullah Syafeii di salah satu tempat di Pidie, kemarin. "Yang kami utamakan adalah keselamatan bangsa- bangsa di bumi Aceh ini. Siapa pun, baik orang Aceh, keturunan Cina maupun Jawa yang tinggal di Aceh jangan menaikkan bendera," kata Abdullah Syafeii, seperti dikutip ANTARA, kemarin. Syafeii kemudian melanjutkan, "Saya mengharapkan dengan serendah hati kepada seluruh pimpinan di wilayah masing-masing supaya melarang orang awam mengibarkan bendera." Meski melarang rakyat awam mengibarkan bendera, namun Syafeii tetap mewajibkan para pimpinan GAM di wilayah masing-masing mengibarkan bendera GAM. Maklumat Panglima Komando GAM itu cukup mengejutkan. Ini karena sebelumnya tersebar isu bahwa GAM memaksa rakyat Aceh mengibarkan bendera Aceh Merdeka dan menurunkan Merah-Putih. Juga disebutkan, GAM mengusir orang-orang non-Aceh meninggalkan daerah itu menjelang ulang tahun GAM. Ihwal pengusiran itu, Wakil Sekretaris Umum HMI Cabang Banda Aceh, Fazri M. Kasim di Jambi kemarin menyatakan, rakyat Aceh tak pernah mengusir warga pendatang karena hal itu sangat bertentangan dengan sejarah dan adat istiadat masyarakat Aceh yang tetap berpegang teguh pada ukhuwah Islamiah. "Rakyat Aceh yang agamais tak menghendaki adanya permusuhan, khususnya sesama kaum Muslim," katanya di sela-sela pelaksanakan Kongres Nasional HMI ke-22 di Jambi.#ant ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Dec 1999 jam 05:54:18 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
