----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 08 Desember 1999 16:10 UTC

** GUS DUR AKAN KUNJUNGI AMBON DAN IRIAN JAYA

** PALESTINA TOLAK USUL ISRAEL MENGENAI PEMBANGUNAN DI PEMUKIMAN YAHUDI

** PASUKAN RUSIA LANCARKAN OFENSIF BESAR-BESARASN DI URUS-MARTAN

** TOPIK GEMA WARTA: MENGAPA GUS DUR HARUS BERSAMA MEGAWATI KE AMBON?

** TOPIK GEMA WARTA: PARA ULAMA DAYAH ACEH BELUM SELURUHNYA SIAP UNTUK
REFERENDUM

** TOPIK GEMA WARTA: KEMBALI PERWIRA TINGGI TNI DIPANGGIL SOAL
PELANGGARAN HAM

* GUS DUR AKAN KUNJUNGI AMBON DAN IRIAN JAYA
Presiden Abdurrahman Wahid akan mengunjungi dua propinsi yang sedang
bergejolak. Dalam sebuah pidato, Gus Dur menyatakan akan mengunjungi
Propinsi Maluku akhir pekan ini. Selanjutnya Presiden akan mengunjungi
Irian Jaya tanggal 31 Desember mendatang, sambil mengucapkan selamat
tahun baru kepada penduduk propinsi ini. Presiden tidak berencana untuk
datang ke Aceh, tetapi terlebih dulu menunggu hasil penyidikan Pansus
DPR urusan Aceh.

Sementara itu Presiden Abdurrahman Wahid juga berencana untuk
mengunjungi Mesir, Arab Saudi dan Palestina tahun depan. Bersamaan
dengan itu presiden akan membuka kantor perwakilan perdagangan Indonesia
di Palestina. Kunjungan ini direncanakan setelah akhir Idul Fitri, 9
Januari 2000.

* PALESTINA TOLAK USUL ISRAEL MENGENAI PEMBANGUNAN DI PEMUKIMAN YAHUDI
Palestina menolak usulan Israel untuk membekukan pembangunan 1800
perumahan Yahudi di wilayah-wilayah pendudukan. Menurut pihak Palestina
usulan Perdana Menteri Israel Ehud Barak tidak cukup dan tidak jelas.
Palestina ingin agar Israel membekukan semua rencana pembangunan.
Sementara itu, delegasi Israel dan Palestina akan bertemu Kamis besok,
dan menurut pihak Palestina hanya akan membicarakan masalah wilayah
pendudukan Yahudi. Perdana Menteri Israel Ehud Barak mengajukan usulan
tersebut Selasa kemarin, untuk membantu agar perundingan bisa berjalan
lancar. Perdana Menteri Israel Rabu ini berunding dengan Menteri Luar
Negeri Amerika Serikat Madeleine Albright, yang sedang mengadakan
kunjungan keliling Timur Tengah. Setelah pembicaraan berakhir Menlu
Amerika menyatakan, bersama Ehud Barak ia membicarakan kemungkinan
dibukanya kembali perundingan antara Israel dan Suriah. Albright juga
akan berunding dengan Pemimpin Palestina Yasser Arafat Rabu ini.

* PASUKAN RUSIA LANCARKAN OFENSIF BESAR-BESARAN DI URUS-MARTAN
Pemberontak Chechnya meninggalkan kota Urus-Martan setelah tentara Rusia
memulai ofensif besar-besaran di kota tersebut Rabu ini. Urus-Martan
dikenal sebagai kantong pertahanan pemberontak muslim di baratdaya
ibukota Grozny. Menurut juru bicara pihak pemberontak penarikan mundur
merupakan bagian strategi untuk memulai perjuangan secara berkelompok di
tempat-tempat lain. Moskow memperkirakan sekitar 3000 pemberontak muslim
bersembunyi di Urus-Martan. Sementara itu pesawat-pesawat tempur Rusia
kembali membom berbagai kota di Chechnya, termasuk Grozny. Sedangkan
ultimatum yang dikeluarkan Rusia kemarin kepada penduduk ibukota Grozny
kelihatannya diperlunak. Menteri Dalam Negeri Rusia Vladimir Rushailo
menyatakan, pasukannya membuka satu pos perbatasan, sehingga para
penduduk Grozny bisa meninggalkan kota tersebut Sabtu mendatang.
Sebelumnya diumumkan mereka yang masih berada di Grozny Sabtu ini
dianggap sebagai teroris dan akan dibunuh.

IMF, atau Dana Moneter Internasional sementara itu menyatakan menunda
pembayaran pinjaman sebesar 640 juta dolar kepada Rusia. Menurut IMF
pemerintah Moskow tidak menepati sejumlah persyaratan keuangan dan
ekonomi tepat pada waktunya. Direktur IMF Michel Camdessus menambahkan
penundaan ini tidak ada sangkut pautnya dengan serangan Rusia di
Chechnya.

* PENGADILAN KHUSUS SKOTLANDIA MENERIMA DAKWAAN BERKOMPLOT TERTUDUH
LIBYA
Hakim Pengadilan Khusus Skotlandia mengenai pemboman pesawat Amerika di
atas kota kecil Lockerbie, menerima dakwaan berkomplot yang ditujukan
kepada kedua tertuduh asal Libya. Para pembela sebelumnya meminta
pengadilan supaya mencabut dakwaan tersebut, karena tidak dilakukan di
wilayah kekuasaan Skotlandia. Tetapi hakim sekarang memutuskan
pengadilan berhak mengambil keputusan. Kedua tertuduh asal Libya akan
disidang atas dua dakwaan, berkomplot dan melakkukan pembunuhan. Selain
itu pihak pembela juga meminta agar kedua orang tersebut tidak dicap
sebagai anggota dinas rahasia Libya. Hakim juga menolak tuntutan
tersebut. Tetapi pihak pembela masih mendapatkan kesempatan untuk
mengajukan naik banding. Sidang perkara pemboman pesawat PanAm di atas
desa Lockerbie akan dimulai bulan Februari 2000 di Kamp Zeist, Negeri
Belanda.

* PENGUNJUNG PERTANDINGAN SEPAKBOLA EURO 2000 MENDAPAT KARCIS ANGKUTAN
GRATIS
Para pengunjung semua pertandingan sepakbola kejuaraan Eropa tahun depan
yang akan dilangsungkan baik di Belanda maupun di Belgia, boleh
bepergian dengan angkutan umum secara cuma-cuma. Demikian usul Menteri
Dalam Negeri Belanda Bram Peper. Para pecinta sepakbola yang mempunyai
karcis pertandingan boleh gratis menggunakan kereta api, bis, metro atau
tram. Pemerintah kotamadya Amsterdam, Rotterdam, Eindhoven dan Arnhem,
tempat pertandingan dilangsungkan, sebelumnya telah mengajukan usulan
yang sama. Sementara perusahaan kereta api Belanda dan perusahaan bis
Conexxion memberikan reaksi yang positif. Masih tidak jelas berapa besar
dana yang harus dikeluarkan. Pertandingan Sepakbola Eropa Euro 2000 akan
dilangsungkan mulai Juni tahun depan.

* RUSIA DAN BELARUS TANDATANGANI PERJANJIAN UNI
Presiden Rusia Boris Yeltsin dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko
Rabu ini, di Kremlin, menandatangani perjanjian uni antara kedua negara.
Menurut presiden Belarus, kerjasama yang lebih mendalam di bidang
politik dan ekonomi sangat menguntungkan bagi penduduk kedua negara.
Lukashenko juga berencana membentuk konfederasi dengan Rusia di masa
mendatang, yang mengatur kerjasama di bidang pertahanan, perpajakan dan
imigrasi. Kedua negara juga akan mengeluarkan mata uang bersama pada
tahun 2005 mendatang. Sementara itu, negara-negara tetangga Rusia
mengecam persetujuan tersebut. Presiden Ukraina Leonid Kuchma menamakan
pembentukan Uni itu tidak penting dan tidak baik bagi masa depan Rusia.

* BANGKAI PESAWAT FILIPINA YANG HILANG BERHASIL DITEMUKAN
Bangkai pesawat terbang Filipina yang hilang Selasa kemarin di Filipina
Utara, berhasil ditemukan. 17 orang penumpang dan awak tewas. Di antara
para korban terdapat seorang warga Inggris dan seorang warga Jepang.
Pesawat ini sedang dalam perjalanan ke sebuah kota, ketika tiba-tiba
menghilang di daerah pegunungan. Belum diketahui apa sebab kecelakaan,
tetapi ada berita cuaca memburuk secara tiba-tiba.

* PANTAI GADING AKAN MENAHAN CALON PRESIDEN BARU
Pihak kehakiman Pantai Gading mengeluarkan perintah untuk menahan calon
presiden Alassane Quattara. Pemimpin oposisi ini ingin ikut serta dalam
pemilihan umum presiden tahun depan, melawan presiden yang sekarang
memerintah Henrie Konan Bedie. Saat ini pengadilan Pantai Gading menuduh
calon presiden tersebut melakukan pemalsuan surat bukti identitas.
Quattara yang merupakan mantan perdana menteri dituduh tidak mempunyai
kewarganegaraan Pantai Gading dan karena itu tidak bisa dicalonkan
sebagai presiden. Sebelumnya politikus ini bekerja sebagai pejabat
tinggi Dana Moneter Internasional. Quattara masih tinggal di Prancis dan
akan kembali ke Pantai Gading dalam waktu dekat.

* POLISI AFRIKA MENAHAN TERTUDUH DUA PEMBOMAN DI KAAPSTAD
Polisi Afrika Selatan menahan seorang pria yang dituduh melakukan
pemboman di sebuah restoran Italia dan sebuah bar untuk para gay di
Kaapstad. Enam belas orang diberitakan cedera. Pria yang berusia 26
tahun ini ditahan sewaktu polisi menutup semua jalan di Kaapstad Utara.
Sebelumnya polisi Afrika Selatan mendapat tip anonim setelah meminta
pertolongan lewat televisi. Pihak kehakiman akan menyelidiki apakah pria
tersebut termasuk anggota kelompok "Serigala Putih", yang menyatakan
diri bertanggung jawab atas kedua pemboman. Kelompok ini juga pernah
melakukan pemboman di London, Inggris.

* MENGAPA GUS DUR HARUS BERSAMA MEGAWATI KE AMBON?
Presiden Abdurrachman Wahid Sabtu depan akan pergi bersama Wapres
Megawati ke Ambon. Dan pada tanggal 31 Desember Gus Dur akan berada di
Irian Jaya. Laporan koresponden Syahrir dari Jakarta:

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono sehari sebelumnya mengatakan bahwa
kedua tokoh ini belim tentu pas untuk dikatakan sebagai bentuk supremasi
sipil.Ia tetap menilai kemampuan sipil belum bisa mengungguli kemampuan
militer. Ia pun lagi-lagi mengingatkan, pandangan masyarakat tentang
supremasi sipil baru berlambang pada Gus Dur dan Mega. Meski militer
lebih mampu namun TNI sudah mawas diri. TNI dan Polri sudah memberikan
kesempatan dengan menerima pemerintahan sipil di bawah kepemimpinan Gus
Dur dan Mega. Tetapi kekuatan nyata tetap terletak pada kekuatan
militer. Jika pemerintahan sipil acak-acakan Indonesia akan kembali
seperti tahun 50-an. Terjadilah kudeta militer seperti di Pakistan.

Suatu sumber lain menjelaskan, Juwono menarik kesimpulannya ini
berdasarkan percakapannya dengan sejumlah jenderal. Para jenderal ini
sudah bosan melihat pertikaian sipil memperebutkan kursi-kursi menteri.
Mereka sengaja membiarkan kasus Aceh dan Ambon berlarut-larut. Jika duet
Gus Dur-Mega sudah tidak mampu maka mereka siap mengambil alih
tanggungjawab. Dalam soal Aceh misalnya apapun yang diputuskan Gus Dur
jika Aceh menyatakan diri merdeka mereka menumpas gerakan kemerdekaan
disana sebagaimana halnya Rusia di Chechnya. Dalam pada itu Presiden
Abdurrahman Wahid, Rabu, menegaskan, tak tertutup kemungkinan,
provokator yang menggerakkan gejolak separatis di Aceh, Ambon dan Irian
Jaya, dibiayai orang-orang tertentu dari Jakarta. Keterangan Gus Dur itu
hanyalah memperkuat sinyalemen pers sebelumnya bahwa unsur-unsur militer
pro-statusquo yang mendalangi kerusuhan di daerah-daerah tersebut. "Saat
ini tengah dilakukan penyidikan tuntas untuk mengusut provokator
berbagai kerusuhan separatis tersebut", kata Gus Dur. Kepada para
anggota DPR yang melakukan dengar pendapat dengan Presiden ia berjanji
akan segera mengumumkan nama-nama provokator tersebut.

Soal Aceh, Gus Dur menegaskan upaya memerdekakan diri tak akan
ditolerir. Siapa pun di negeri ini, tak boleh seenaknya memecahbelah
kedaulatan bangsa. TNI dan Polri perlu bersikap tegas, ujarnya. Khusus
soal Ambon, ia menjelaskan akan ke daerah itu Sabtu mendatang. Ia akan
menanyakan langsung kepada rakyat setempat. Dan akan betulkan aparat
yang selama ini kurang tepat di sana. Anggota DPR dari Fraksi PDI
Perjuangan, J.E. Sahetappy, mengungkapkan sebenarnya Megawati sudah
berencana untuk pergi ke Ambon. Namun rencana itu dibatalkan karena
dilarang Panglima TNI, Laksamana Widodo A.S. Wakil Ketua DPR A.M. Fatwa
menjelaskankepada pers bahwa lebih tepat jika Gus DUR dan Megawati yang
pergi bersama-sama. Sebab kalau hanya Megawati yang pergi dinilai kurang
tepat karena bagaimana pun ia tetap dianggap sebagai pemimpin partai
yang di Ambon kebanyakan penduduknya berasal dari salah satu agama yang
bertikai.

Sahetapy juga mempertanyakan mengapa TNI tidak bisa mengendalikan
keamanan di Ambon. "Padahal Ambon wilayahnya kecil", ujarnya. Sahetappy
menyatakan bersedia jika diminta untuk menangani Ambon. "Kuncinya adalah
dengan mengganti aparat Angkatan darat dengan Marinir", ujar Sahetappy.
Menurut Sahetapy angkatan darat berpihak pada salah satu kelompok
masyarakat yang bertikai. "hanya Batalyon 411 Kostrad yang netral",
jelasnya.

* PARA ULAMA DAYAH ACEH BELUM SELURUHNYA SIAP UNTUK REFERENDUM
Presiden Abdurrahman Wahid akhirnya cepat-cepat menegaskan bahwa Aceh
akan tetap berada di dalam RI, dan siapapun yang akan memerdekakan diri
akan dihadapi dengan tegas. Dengan demikian TNI yang sudah kebelet
menanti-nanti alasan pembenaran bisa menyiapkan gebrakan, meskipun Menko
Polkam Wiranto juga mengatakan akan membuka dialog dengan Gerakan Aceh
Merdeka, GAM. Tetapi di Aceh sendiri masih ada kekuatan pilar masyarakat
yang masih harus menyatukan sikap yaitu para ulama Dayah atau pimpinan
organisasi-organisasi pesantren. Dari Banda Aceh, berikut laporan rekan
Aboeprijadi Santoso:

Tarik ulur Jakarta Aceh berkelanjutan. Setelah pihak TNI maupun GAM,
atau Gerakan Aceh Merdeka, menjelang 4 Desember yang lalu saling
mengendorkan otot untuk menciptakan ketenangan, maka untuk pertama kali
Menko Polkam Wiranto, bahkan pertama kali sejak Orde Baru, pemerintah
Jakarta membuka pintu untuk berdialog dengan pemberontak yaitu GAM
bersama komponen-komponen Aceh yang lain yaitu mahasiswa, LSM dan para
ulama. Pihak Aceh memang sedang berada di atas angin.

Di Serambi Mekkah ini, dewasa ini hampir tak ada orang lagi yang
meragukan perlunya referendum. Dan siapapun yang berbicara tentang
referendum, maksudnya adalah referendum dengan salah satu opsi merdeka.
Tentara dan polisi sendiri sampai kualahan. Sebab, meskipun punya banyak
tenaga dan sarana, dan baru saja mendatangkan satu batalyon brimob,
tetapi TNI mati kutu. Danrem Teuku Umar Kolonel Syarifuddin Tippe
sendiri mengakui, pihaknya hanya menahan diri terus. Takut karena setiap
bergerak dan jatuh korban, tentu akan dituduh melanggar hak-hak asasi
manusia. "HAM itu bagaikan stereotipe saja," demikian katanya beberapa
waktu lalu.

Para mahasiswa dan LSM serta jaringannya, sekarang memang sudah menyebar
ke desa-desa dengan posko-poskonya, sehingga sekarang giliran penduduk
dan intel-intel mahasiswa yang mengawasi TNI dan polisi dan bukan
sebaliknya. Polisi yang jauh berada di kecamatan-kecamatan kalau
malampun tidak pernah tidur di rumahnya sendiri lagi. Tetapi selepas
euforia perayaan ulang tahun GAM, keadaan yang macet tanpa bayangan
solusi ini jelas tidak dapat terus berkelanjutan. Cepat atau lambat
kedua belah pihak harus menegaskan situasi lewat suatu gencatan senjata
yang formal, meskipun secara retorik keduanya bicara galak dan tidak mau
mengadakan gencatan. Cepat atau lambat kedua pihak akan merasa perlu
untuk membuka suatu kontak untuk menghindari salah mengerti yang dapat
memakan korban rakyat lagi yang akan membuat kedua pihak merasa
dirugikan. Jadi GAM juga tidak akan mau gegabah menyerang, karena
penduduk tidak mau lagi gelisah mengkhawatirkan aksi balasan tentara.
Tetapi untuk mulai berdialogpun bakal sulit. Para mahasiswa dan LSM yang
dipercaya masyarakat sedang di atas angin dan tidak akan buru-buru
kendor. Dan GAM yang tidak mengakui RI hanya bisa ikut dialog lewat
suatu perantara.

Sementara itu satu pilar utama Aceh, yaitu masyarakat ulama Dayah atau
pesantren, yaitu lima organisasi utama yang meliputi pesantren-pesantren
atau Dayah-Dayah Aceh belum membulatkan sikap. Baru salah satu di
antaranya, yaitu HUDA, Himpunan Ulama Dayah Aceh, baru saja kembali dari
Jakarta, dan HUDA inilah rupanya yang paling galak. Tetapi organisasi-
organisasi yang lain belum bertemu dan menyatukan sikap. Semua pesantren
atau Dayah tentu mendukung referendum, tetapi bagaimana opsi-opsinya dan
bagaimana merumuskan sikap selanjutnya belumlah jelas. Banyak di antara
mereka merupakan kenalan baik Presiden Abdurrahman Wahid semasa memimpin
Nahdatul Ulama. Antara lain termasuk Abu Dahlan Tano Abe yang tinggal
dekat Banda Aceh.

Bagaimanapun juga bagi mereka, Dayah-Dayah ini, mengatur agar tidak
pecah pertumpahan darah lebih penting ketimbang memilih opsi-opsi apa
saja untuk dimasukkan dalam referendum nanti. Rupanya hal inilah yang
memberi ruang kepada Presiden Abdurrahman Wahid untuk mengulur waktu,
sebelum betul-betul siap untuk berangkat menuju Aceh.

Baru saja diumumkan Presiden Abdurrahman Wahid bersama Wakil Presiden
Megawati Soekarnoputri Desember ini akan menuju ke Maluku dan Irian
Jaya. Kapan giliran Aceh, kita tunggu saja tanggal mainnya. Demikian
laporan Aboeprijadi Santoso dari Banda Aceh.

* KEMBALI PERWIRA TINGGI TNI DIPANGGIL SOAL PELANGGARAN HAM
Intro: Adam Damiri, Zacky Anwar Makarim, Syafrie Syamsuddin dan Kiki
Syahnakri adalah beberapa orang perwira tinggi TNI yang dipastikan akan
dipanggil oleh Komisi Penyelidikan Pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia
(KPP HAM). Mereka akan ditanyai soal pelbagai tindak pelanggaran hak-hak
asasi manusia di Timor Timur sebelum dan pasca jajak pendapat 30 Agustus
silam. Salah seorang anggota KPP HAM Nursjahbani Katjasungkana yang kini
tengah berada di Dili, ibu kota Timor Lorosae, memberi penjelasan lebih
lanjut.

NURSJAHBANI KATJASUNGKANA [NK]: Awalnya adalah bahwa data-data yang
diperoleh oleh KPP HAM itu menunjukkan indikasi kuat hubungan antara
milisia dengan TNI. Dan itu di tingkat menengah bawah, setidaknya dari
rapat-rapat koordinasinya, itu tampak. Oleh karena itu kita ingin
mendengar dari 'high rankingnya' (perwira tingginya, Red.) sampai topnya
seperti misalnya Jenderal Wiranto, Kiki Syahnakri, Adam Damiri dan lain
sebagainya itu, untuk memperoleh konfirmasi mengenai indikasi-indikasi
yang kami peroleh dari penyelidikan ini.

Untuk itu KPP HAM sudah menghadap Presiden Gus Dur untuk memberitahukan
bahwa KPP HAM akan memanggil Jenderal Wiranto dan lain-lain itu. Dan Gus
Dur secara lisan sudah menyetujuinya, akan tetapi secara tertulis, masih
menunggu situasi yang kondusif untuk itu. Karena, saya kira Gus Dur juga
harus bertindak agak hati-hati dalam hal ini. Masalahnya menurut saya -
ini saya pribadi ya bukan sebagai KPP HAM - 'power struggle'
(pertarungan kekuasaan, Red.) di Jakarta masih berlangsung terus. Jadi
Gus Dur harus bertindak cukup hati-hati dalam hal ini.

RADIO NEDERLAND [RN]: Tapi apakah anda pribadi atau KPP HAM tidak
khawatir, kalau terlalu lama ditunda-tunda, nanti kan bisa tidak
selesai?

NK: Kita juga memang tidak bisa lama-lama. Karena mandat yang diberikan
oleh keputusan presiden yang membentuk KPP HAM ini akan berakhir kalau
tidak salah, 22 Desember. Jadi memang tidak bisa lama. Saya sekarang
sedang di Dili untuk bertemu dengan orang-orang yang cukup berperan di
dalam masalah pelanggaran HAM antara Januari sampai pasca jajak
pendapat, kurang lebih Oktober gitu, dan bahan ini akan digunakan untuk
melakukan konfirmasi kepada para jenderal itu secepatnya. Saya akan
kembali tanggal 15. Saya kira antara 15 sampai 22 pemeriksaan terhadap
para jenderal itu harus sudah selesai. Akan tetapi sebelum ini kita juga
sudah mendengar keterangan pak Timbul Saelan sebagai Kapolda Timtim pada
waktu itu, dan juga bertemu dengan Widodo untuk meminta kepada Widodo
agar milisia itu segera dibubarkan.

RN: Di Timor Timur ibu ketemu siapa saja?

NK: Aduh saya nggak bisa menceritakan hal ini, karena menyangkut saksi-
saksi kunci yang keselamatannya harus dijamin.

RN: Oke saya mengerti. Tapi hasil pertemuan itu menambah yakin KPP HAM
tentang kemungkinan keterlibatan jenderal-jenderal yang disebut tadi?

NK: Ya betul, karena saksi kunci yang baru saja selesai (diminta
keterangan, Red.) ketika tadi anda menelpon yang pertama, menyebutkan
beberapa orang yang sangat terlibat di dalam proses ini, sebelum dan
sesudah jajak pendapat. Sebetulnya KPPHAM sekarang lebih memfokuskan
perhatian pada hubungan antara milisia dengan TNI, hirarkinya bagaimana.
Karena, kalau mengenai fakta-fakta pelanggaran HAMnya sudah banyak
terkumpul oleh banyak pihak yang melakukan investigasi, baik itu yang
dibuat oleh NGO maupun oleh PBB sendiri, baru-baru ini. Dan yang kita
cari sekarang kalau bisa itu bersifat tertulis. Maksudnya dokumen-
dokumen tertulis. Kalau tidak bersifat kesaksian mengenai keterlibatan
TNI dalam peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM.

RN: Terus nanti prosedur bagaimana? Setelah memanggil para jenderal, apa
langkah berikutnya?

NK: Akan mengumumkan hasil penyelidikan. Dan hasil penyelidikan itu akan
diserahkan kepada Kejaksaan Agung, karena penyelidikan KPP HAM kali ini
bersifat pro-iustisia, untuk dibawa ke pengadilan.

RN: Jadi setelah itu baru diadakan penyidikan. Kalau sekarang namanya
kan penyelidikan?

NK: Tidak. Ini sudah bersifat penyidikan juga. Jadi 'testimony'
(kesaksian, Red.) yang kita dapatkan itu sudah bersifat berita acara
pemeriksaan yang akan menjadi bahan Jaksa Agung untuk membuat tuntutan.
Masalahnya buat Indonesia tidak ada pilihan lain untuk bisa membawa
kasus ini ke pengadilan. Karena kalau tidak, itu akan dibawa ke
International Tribunal. Dan itu akan lebih memurukkan nama Indonesia di
mata internasional. Menurut saya lebih bagus dibawa segera di pengadilan
Indonesia, meskipun saya sendiri secara pribadi lebih 'prefer' (memilih,
Red.) itu dibawa ke pengadilan internasional.

RN: Kenapa Ibu?

NK: Bagi saya dan teman-teman, 'human rights activists' (aktivis hak-hak
asasi manusia), ini merupakan bagian perjuangan kami untuk menghapuskan
militerisme di Indonesia. Dalam hal ini adalah dwifungsi ABRI.

RN: Dan mungkin ada hubungannnya juga dengan pengalaman masa lampau.
Dulu kan juga tim-tim pencari fakta dan sebagainya itu pernah dibentuk
dan pernah bertugas ......

NK: Ya betul. Rekomendasinya tidak pernah di-follow up-i
(ditindaklanjuti Red.).

RN: Nah kali ini apakah ibu optimis?

NK: Saya sedikit optimis dengan orang-orang yang ada. Bagaimana pun kita
punya Jaksa Agung yang kebetulan masih ketua Komnasham dan tadinya
adalah ketua KPP, dan mudah diajak bicara dan sangat mengerti
persoalannya. Juga Presiden Gus Dur adalah orang yang saya kira sangat
menghargai penegakan hak asasi manusia.

RN: Jadi ibu yakin ada kemauan dari pihak presiden dan pemerintah
sekarang?

NK: Ya. Meskipun saya melihat kesulitannya. Pihak militer sendiri pasti
mereka tidak akan membiarkan misalnya Wiranto yang diadili atau jenderal
yang lain. Tapi setidaknya para Pangdam seperti Adam Damiri, Kiki
Syarnakri dan lain-lain, dan tidak di top rankingnya (peringkat
tertinggi, Red.).

RN: Itu juga jadi pertanyaan saya. Bagaimana itu? Wiranto kan menteri
sekarang. Bagaimana untuk memeriksa dia itu? Memang izin presiden sudah
cukup?

NK: Ya, cukup izin presiden.

Demikian anggota KPPHAM Nursjahbani Katjasungkana yang kini tengah
berada di Dili, ibukota Timor Lorosae.

-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Dec 1999 jam 18:49:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke