---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 5 Desember 1999 Srigala Berbulu Domba DUBES Australia John Mc Carthy belum lama ini mengunjungi Ketua MPR Amien Rais dalam rangka memulihkan kembali hubungannya dengan Indonesia, setelah sempat tegang dan menurun sampai titik terendah pasca jajak pendapat di Timtim. Sebagaimana kita ketahui pemerintah Australia melalui Perdana Menteri John Howard selama ini menunjukkan sikap yang tidak bersahabat dengan Indonesia. Hal itu bisa kita lihat dari ambisinya yang ingin menguasai Timtim dengan mendukung pihak pro-kemerdekaan. Melalui stafnya di Unamet pada pelaksanaan jajak pendapat maupun melalui pasukannya di Interfet pasca jajak pendapat, Australia begitu arogan di wilayah Timtim, sehingga menginjak-injak wibawa pemerintah Indonesia. Padahal waktu Timtim berintegrasi dengan negara kesatuan RI, Australia adalah satu negara yang mengakui dan mendukung. Tapi, kemudian berbalik membantu pihak pro-kemerdekaan dalam usaha melepaskan diri dari wilayah negara kesatuan RI. Apakah ini tidak konyol? Setelah Timtim lepas dari Indonesia, rupanya pihak Australia menyadari bahwa situasi tidak mudah dikendalikan, karena rakyat masih mempunyai masalah sangat besar, bahkan menghadapi perang saudara. Untuk itulah pemerintah Australia ingin berbalik hati kembali dengan pemerintah Indonesia, dengan suatu harapan bahwa pemerintah Indonesia dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam negeri Timtim. Sayangnya pemerintah Australia sampai saat ini tetap tidak mau mengakui kesalahan dan dosa-dosannya di Timtim, apalagi memohon maaf kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. Mencermati maksud Australia tersebut, tentunya pemerintah harus tetap konsekuen pada kenyataan bahwa wilayah Timtim sudah bukan lagi menjadi bagian wilayah negara kesatuan RI, sehingga pemerintah Indonesia tidak perlu lagi membuang-buang waktu, energi dan pikiran hanya untuk membantu penyelesaian masalah dalam negeri Timtim. Untuk itu, pemerintah Indonesia tidak perlu terpancing bujuk rayu pemerintah Australia serta senantiasa menjauhkan campur tangan dalam menyelesaikan masalah Timtim. Walaupun maksud pemerintah Australia baik, tetapi kita harus tetap waspada, karena mereka bagaikan srigala berbulu domba yang setiap siap menerkam kembali Indonesia. Aggus H Jakarta Selatan. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 10 Dec 1999 jam 04:18:57 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
