---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PERNYATAAN HAM ACEH Pada Hari HAM ke-51 (1948-1999) 10 Desember 1999 Hari ini, 10 Desember 1999 kami Human Rights Defenders Aceh, bersaksi kepada seluruh bangsa-bangsa beradab di dunia, bahwa penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan Hak-Hak Asasi Manusia yang sama-sama disepakati sebagai asas umum kehidupan umat manusia di atas dunia, sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Umum Hak-Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), masih belum bisa ditegakkan di bumi Aceh. Serangkaian kejahatan atau pelanggaran terhadap Hak-Hak Asasi manusia yang berat masih terus berlangsung secara permanen serta sistimatis di daerah Aceh dan telah menelan ribuan jiwa rakyat sipil tanpa perlindungan hukum dari Pemerintah RI dimana Aceh merupakan salah satu propinsinya. Perbedaan persepsi dan adanya tuntutan demokratisasi dalam penegakan hukum, keadilan sosial serta ekonomi, juga tuntuan atas hak-hak politik rakyat Aceh dijawab dengan tindakan represip dan kekerasan militer serta penghinaan atas Hak-Hak Asasi Manusia dan merendahkan harkat-martabat kemanusiaan rakyat Aceh. Bahkan doktrin-doktrin kenegaraan yang anti-kemanusiaan dijadikan pembenaran untuk mengintimidasi dan membunuhi rakyat sipil. Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh bangsa-bangsa beradab di dunia, khususnya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bukan merupakan Perserikatan Negara-Negara, untuk secara bersama-sama memberikan bantuan kepada rakyat Aceh yang sedang mengalami situasi darurat kemanusiaan dengan melakukan langkah-langkah politis yang mungkin untuk dilaksanakan segera, guna menghindarkan lebih banyak lagi jatuhnya korban. Rakyat Aceh saat ini sedang berada dalam keadaan terjepit dan tidak mampu bangkit untuk memperjuangkan hak-hak kemanusiaannya secara politis baik di dalam negeri maupun di dunia internasional, hal ini disebabkan oleh kualitas represi yang dimainkan oleh negara sangat dominan, bahkan kenyataan tentang terjadinya kejahatan atau pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia di Aceh mampu ditutup-tutupi dengan melakukan dis-informasi yang sangat efektip dari pihak pemerintah. Oleh karena itu, sekali lagi kami mengimbau kepada seluruh bangsa-bangsa beradab di dunia untuk secara ikhlas bersedia melihat kepada persoalan Aceh, tidak semata dengan sudut pandang politis, melainkan dengan kacamata kemanusiaan sesuai dengan nilai-nilai universal yang kita sepakati bersama, karena hal itu akan sangat berkaitan dengan masa depan seluruh umat anusia di atas bumi ini yang senantiasa terancam oleh kekerasan dan pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia. Kepada pemerintah Republik Indonesia, kami juga mengimbau untuk segera menghentikan praktek impunity yang terjadi di Indonesia, khususnya Aceh, dengan cara menghentikan seluruh jenis pelanggaran HAM yang telah dipraktekkan, agar bangsa ini tidak kehilangan martabatnya sebagai bangsa yang beradab. Selanjutnya, wajib dilakukan suatu proses hukum bagi semua pihak yang terbukti telah melakukan pelanggaran atau kejahatan atas Hak-Hak Asasi Manusia. Pernyataan kami ini juga meliputi keprihatinan atas seluruh tragedi kemanusiaan lainnya di Indonesia, mulai dari Ambon, Papua, Kalimantan dan di seluruh belahan dunia lainnya. Sekali lagi, kepada seluruh umat bangsa-bangsa beradab di dunia kami menyerukan untuk menggalang rasa solidaritas bersama guna membangun suatu dunia yang damai, penuh cinta kasih dan menghargai nilai-nilai Hak Asasi Manusia. Banda Aceh, 10 Desember 1999. Wassalam, Maimul Fidar Ramadhana Lubis Afrizal Tjoetra Nurdin El Jodas Koalisi NGO-HAM WALHI Aceh Forum LSM Aceh SULoH Aceh ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Dec 1999 jam 12:45:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
