---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Mawie Ananta Jonie: O D E U N T U K N A T A L Sekali lagi aku menyanyi dan berdoa di gereja Untuk merayakan kelahiran Jesus Tapi di luar sana, dalam natal ini Aku masih mendengar derap kaki kuda Dan langkah sepatu serdadu Herodes Yang sedang menghunus pedang besi Melemparkan tombak-tombak perburuan anak manusia Di tengah-tengah alunan suara kasih dan pengharapan Serta pekik merdeka. Maka, terjadilah ballada kematian anak-anak tak berdosa Maka, terjadilah ballada kematian ibu bapa tak tahu apa-apa Mayat kulihat bergelimpangan dimana-mana Darah kulihat mengalir membasahi bumi Begitu pula air mata, hingga kering tak cukup lagi. Hari ini Di sini Kuminta semenit saja Semenit dalam doa Bagi anak-anak dan ibu bapa yang mati di Rwanda Bagi anak-anak dan ibu bapa yang mati di Bosnia Bagi anak-anak dan ibu bapa yang diperkosa dan mati di Indonesia Bagi anak-anak dan ibu bapa yang mati di Latin Amerika Karena perang saudara Karena bentrokan suku dan agama Karena bencana alam yang menimpa Karena pengejaran Herodes yang masih hidup dan berkuasa Mari Semenit saja Semenit dalam doa. Di dalam kisah Alkitab Seorang Bayi telah lahir untuk kita Dikelilingi cinta kasih keluarga dan tetangga Dikunjungi oleh para Majus dari jauh Untuk merayakannya Para malaikat sorgawi bergabung dalam suka cita Serta menaungi Sang Bayi dan keluarganya Tapi Herodes? Mengutus kaki tangannya Mengutus para jendral dan serdadunya Untuk mencari Sang Bayi Namun mereka gagal semua Dan pulang dengan tangan hampa Herodes murka Dengan titahnya yang ternama Anak-anak muda belia di seluruh negeri dihabisi Hanya untuk menyudahi seorang bayi yang ia takuti. Sang Bayi Betlehem itu tumbuh meyakinkan Untuk memperlihatkan tujuan Tuhan Dan pada akhir ajalnya di atas salib Ia membentangkan tangannya Bagi mereka yang sengsara dan menderita Tanpa pandang bulu Tanpa pandang warna Tanpa pandang bangsa Menerbitkan fajar kebangkitan anak-anak di dunia Dan mengubah air mata kita menjadi kekuatan Kemarahan menjadi kasih pengharapan. Almere Stad, Holland, 4 Desember 1998. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Dec 1999 jam 02:38:20 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
