----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Merdeka, 8 Desember 1999

Campur Tangan

PERNYATAAN Kastaf Gabungan US Army Jenderal Henry Shelton, agar TNI
tidak menggunakan cara-cara kekerasaan dalam mencegah aksi separatis
di Aceh dan propinsi lain merupakan sikap tak terpuji dan cenderung
arogan. Kalau TNI menghadapi demo dengan kekerasaan, maka itu wajar
saja Shelton meminta TNI untuk tidak menggunakan cara-cara demikian.
Namun, kalau menghadapi separatis atau kelompok-kelompok sipil
bersenjata tidak mungkin dialog dengan mulut. Korban telah cukup
banyak di pihak rakyat maupun aparat.

Amerika tidak perlu munafik, karena bekas-bekas kekerasaan di luar
wilayah negaranya masih cukup melekat dalam ingatan umat manusia.
Bagaimana peristiwa di Vietnam, Irak, Somalia dan sebagainya. Kita
yakin pemerintahan Gus Dur cukup arief menyikapi masalah di tanah
air dan TNI sebagai tentara profesional tentu tidak akan bertindak
di luar political will pemerintah.

Shelton tentunya ingat bagaimana kejadian di Los Angeles beberapa
waktu lalu. Di sana  terjadi kerusuhan rasial, maka cepat-cepat
tidak hanya polisi federal yang bergerak, tapi juga US Army turun ke
lapangan, atas nama Undang-undang Darurat.

Jasmin
Sabang

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Dec 1999 jam 03:54:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke