----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 16 Desember 1999 16:10 UTC

** INDONESIA AKAN BEBASKAN NARAPIDANA DAN TAHANAN POLITIK TERAKHIR

** JEPANG JANJIKAN 100 JUTA DOLAR UNTUK MEMBANGUN KEMBALI TIMOR TIMUR

** OPTIMISME PADA PERUNDINGAN SURIAH ISRAEL DI WASHINGTON

** TOPIK GEMA WARTA: DUA PILIHAN TNI, KPP HAM ATAU TRIBUNAL
INTERNASIONAL

** TOPIK GEMA WARTA: PERTIKAIAN DALAM TUBUH TNI BISA BERBAHAYA

* INDONESIA AKAN BEBASKAN NARAPIDANA DAN TAHANAN POLITIK TERAKHIR

Indonesia akan membebaskan tahanan dan narapidana politik terakhir
yang masih berada di rumah-rumah tahanan, minggu ini. Demikian
Menteri Hukum dan Perundang-undangan Yusril Ihza Mahindra. Minggu
lalu DPR menyetujui UU amnesti umum untuk semua tapol dan napol.
Menurut berbagai LSM yang aktif di bidang hak-hak asasi manusia,
sampai saat ini masih terdapat beberapa puluh aktivis yang ditahan,
antara lain pejuang-pejuang kemerdekaan dari Aceh dan Irian Jaya.
Pemerintah membebaskan para tahanan politik sejak mundurnya mantan
Presiden Soeharto, satu setengah tahun lalu.

* JEPANG JANJIKAN 100 JUTA DOLAR UNTUK MEMBANGUN KEMBALI TIMOR TIMUR

Pemerintah Jepang menjanjikan 100 juta dolar untuk pembangunan
kembali Timor Timur. Demikian diumumkan Kamis ini sebelum dimulai
sidang negara-negara donor di ibukota Tokyo. Bantuan keuangan ini
terutama akan digunakan untuk membangun kembali sarana infrastruktur,
kesehatan dan pendidikan, dan akan disalurkan lewat yayasan khusus
yang diatur oleh Bank Dunia dan PBB. Jumlah yang dijanjikan
pemerintah Jepang hanya sepertiga dari dana yang dibutuhkan untuk
memperbaiki kerusakan akibat kampanye teror oleh milisi-milisi
pro-Indonesia, setelah pelaksanaan referendum tanggal 30 Agustus
lalu. Menurut Bank Dunia dibutuhkan dana 300 juta dolar untuk
membangun kembali Timor Timur.

* PERTEMUAN PERTAMA KELOMPOK G-20

Di kota Berlin, Jerman dilangsungkan pertemuan resmi pertama Kelompok
G-20. Kelompok ini terdiri dari tujuh negara industri dunia atau
kelompok G-7, negara-negara anggota Uni Eropa dan 12 negara industri
besar yang mulai berkembang seperti Rusia, Cina, Brasil, Arab Saudi
dan Afrika Selatan. Kelompok G-20 ini terutama harus menjadi wadah
perundingan situasi keuangan internasional. Pertemuan pertama ini
juga dihadiri pejabat-pejabat tinggi Bank Dunia, Dana Moneter
Internasional IMF dan Bank Sentral Eropa. Inisiatif untuk mengadakan
perundingan diambil oleh Kelompok G-7, ketika sedang membicarakan
akibat krisis moneter di Asia.

* AMERIKA BERSEDIA MEMBAYAR KERUSAKAN GEDUNG KEDUBES CINA DI BEOGRAD

Amerika Serikat bersedia membayar kerugian yang diderita Kedutaan
Besar Cina di ibukota Beograd, akibat serangan udara NATO bulan Mei
lalu. Washington menyediakan dana sebesar 28 juta dolar. Jumlah ini
di luar 4,5 juta dolar ganti rugi yang diberikan kepada keluarga para
korban. Pemerintah Beijing sebaliknya bersedia mengeluarkan biaya
tiga juta dolar untuk memperbaiki kerusakan yang diderita berbagai
instansi Amerika Serikat di Cina, akibat amukan rakyat Cina terhadap
serangan bom di Kedubes Beograd. Tiga orang warga Cina tewas dan 27
orang lainnya cedera akibat serangan udara NATO. Menurut Washington
pemboman ini terjadi akibat salah hitung, tetapi Beijing tidak
mendukung alasan tersebut. Akibatnya hubungan kedua negara sempat
memburuk.

* OPTIMISME PADA PERUNDINGAN SURIAH ISRAEL DI WASHINGTON

Israel dan Suriah menutup hari pertama perundingan perdamaian
bersejarah di kota Washington, Amerika Serikat. Perdana Menteri
Israel Ehud Barak dan Menteri Luar Negeri Suriah Farouk al-Shara
pertama-tama berbicara secara terpisah dan kemudian mengadakan
pembicaraan bersama  Presiden Bill Clinton. Kemudian delegasi  kedua
delegasi berunding dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat
Madeleine Albright. Tidak ada keterangan mengenai isi pembicaraan.
Kamis ini perundingan memasuki hari kedua. Perundingan Perdamaian
Israel-Suriah terputus empat tahun lalu, karena tidak ada jalan
keluar bagi masalah Dataran Tinggi Golan yang sekarang dikuasai
Israel. Perdana Menteri Barak menyatakan bersedia mengembalikan
wilayah tersebut dengan persyaratan tertentu.

* MOSKOW MEMBANTAH BERITA DIMULAINYA SERANGAN DI GROZNY

Departemen Pertahanan Rusia membantah berita bahwa pasukan mereka
mulai menyerang Grozny, ibukota Chechnya. Demikian reaksi Moskow atas
berita-berita media setempat, yang menyatakan tank-tank dan
satuan-satuan panser Rusia telah memasuki Grozny Timur. Moskow juga
membantah berita bahwa lebih dari 100 tentaranya  tewas di Grozny.
Ketua Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa, OSCE, Knut Vollebaeck
ingin menjadi perantara dalam konflik Chechnya. Presiden Chechnya
Aslan Maskhadov juga mendesak hal yang sama. Tetapi pemerintah Rusia
menolak semua campur tangan internasional. Kamis ini Vollebaeck
berencana untuk mengunjungi wilayah Chechnya yang telah dikuasai
tentara Rusia, untuk melihat sendiri situasi kemanusiaan di wilayah
tersebut.

* PARLEMEN PRANCIS SETUJUI PENGURANGAN JAM KERJA

Parlemen Prancis menyetujui undang-undang baru yang banyak
dipertentangkan, yang mewajibkan pengurangan jam kerja buruh selama
satu minggu menjadi 35 jam. Undang-undang ini diharapkan dapat
membuka pasar kerja baru, sesuatu yang ditentang pihak majikan.
Menurut mereka UU baru ini justru mengurangi lowongan pekerjaan,
karena majika harus membayar lebih banyak pekerja. Akibatnya ongkos
produksi naik dan majikan terpaksa menjual produk dengan harga lebih
tinggi. Organisasi internasional seperti Dana Moneter Internasional
IMF dan OECD Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi juga pesimis UU baru
ini akan mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu Organisasi Buruh
Prancis khawatir, sekarang pihak majikan justru akan menggunakan
kesempatan untuk  mengurangi hak-hak buruh. Jam kerja baru ini akan
mulai dilaksanakan tahun depan.

* REFERENDUM DAN CUACA BURUK DI VENEZUELA

Rakyat Venezuela secara massal menyetujui Undang-Undang Dasar baru
yang diajukan Presiden Hugo Chavez. Demikian hasil referendum di
Venezuela. Lebih dari empat perlima suara telah dihitung, dan sekitar
71% elektorat menyetujui pelaksanaan UUD baru. UUD ini antara lain
mengakhiri kekuasaan Kongres yang didominasi pihak oposisi, dan
perpanjangan masa jabatan presiden. Selain itu UUD ini juga
memperbesar pengawasan pemerintah di bidang ekonomi. Mulai sekarang
nama negara itu diubah menjadi "Bolivarian Republik Venezuela".
Sementara para penentang Chavez menamakan perubahaan UUD ini langkah
menuju pemerintahan diktator. Menurut perhitungan hanya separo
elektorat yang datang memberikan suara. Hal ini disebabkan cuaca
buruk yang melanda sebagian besar wilayah Venezuela. Pemerintah
delapan negara bagian di pesisir, telah mengumumkan keadaan darurat.
Sedikitnya 37 penduduk tewas dan 20.000 rumah tinggal rusak atau
hancur.

* BELANDA CABUT IJIN TINGGAL PENGUNGSI YUGOSLAVIA

Departemen Kehakiman Belanda  untuk sementara mencabut ijin tinggal
para pengungsi yang berasal dari bekas Yugoslavia. Demikian Menteri
Muda Kehakiman Belanda Job Cohen kepada Majelis Rendah atau Tweede
Kamer. Saat ini sekitar 12.000 ribu orang, termasuk sekitar 10.000
orang pengungsi Kosovo tinggal di Belanda. Hingga sekarang sekitar
2300 orang telah kembali ke Kosovo secara sukarela. Menurut Menteri
Cohen mereka adalah warga Kosovo yang datang ke Belanda melalui
Makedonia, bulan April lalu. Alasan terpenting para pengungsi untuk
tidak kembali ke Yugoslavia adalah masalah kesehatan dan kurangnya
sarana perumahan di Yugoslavia.

* DUA PILIHAN TNI, KPP HAM ATAU TRIBUNAL INTERNASIONAL

Pernyataan Pangkostrad Mayjen Djadja Suparman bahwa prajurit TNI
tidak akan senang bila para jenderalnya dipanggil KPP HAM, dinilai
pakar politik Arbi Sanit sebagai pernyataan yang menyesatkan. Itu
tentara provokator namanya. Gaya Pangkostrad itu gaya preman militer.
Menurut Arbi Sanit, pernyataan itu sama saja dengan menghasut.
Sementara itu, Albert Hasibuan dari KPP HAM mengatakan, badannya
berhak memanggil para jenderal dan membeberkan hasil penyelidikannya
kepada masyarakat. Itu lebih baik, katimbang kalau para perwira
tinggi itu harus dipanggil menghadap Tribunal Internasional. Laporan
koresponden Syahrir dari Jakarta:

Polda Metro Jaya telah menahan enam orang tersangka pelaku pembakaran
dan perusakan panti sosial serta Sekolah Tinggi Thelogia "Doulos".
Kompleks Doulos itu berada tidak begitu jauh dari kompleks Mabes TNI.
Kejadian di wilayah Cipayung, Jakarta Timur ini telah diprotes banyak
tokoh masyarakat Jakarta, karena kejadian yang ternyata telah
direncanakan jauh-jauh hari itu terlaksana pada bulan puasa. Mendagri
Soerjadi Soedirdja telah menyempatkan diri mengunjungi tempat
tersebut. Ia berjanji akan ikut memulihkan tempat tersebut. Yang
disesalkan ialah bahwa penyerangan tersebut yang dilakukan oleh
ratusan orang yang bukan warga setempat ditujukan kepada para
perawat, dokter dan mahasiswa-mahasiswa STT Dolos.

Sebagai calon-calon pendeta para mahasiswa itu tidak bisa melawan
karena sesuai ajaran kasih para  calon "hamba Tuhan" itu tidak boleh
menggunakan kekerasan. Menurut Kapolda Noegroho Djajoesman
penyerangan tersebut telah direncanakan pelaku sebelumnya. Ini
terlihat dari cara-cara yang dilakukan dan alat-alat yang
dipergunakan pelaku. Tetapi motifnya belum jelas kata Noegroho.
Intelijen polisi di Jakarta akhir-akhir ini memang nampak loyo.

Padahal pada zaman kepartaian tahun limapuluhan dan bahkan pada zaman
Soekarno reserse polisi Indonesia sangat terkenal dalam hal
forecasting. Pada masa itu memang jarang terdengar adanya
pembakaran-pembakaran sekolah, rumah ibadah maupun panti sosial.
Ridwan, seorang tokoh Darul Islam tahun 50-an menjelaskan
teman-temannya dahulu tidak pernah membakar rumah-rumah ibadah
apalagi membunuh ummat yang beragama lain. Kalaupun ada
pembakaran-pembakaran itu dilakukan pihak TNI agar DI/TII yang dapat
dipersalahkan di Jawa Barat, katanya.

Saat ini pun orang cepat menghubungkan peristiwa di Cipayung, Jakarta
Timur itu dengan pemanggilan para jenderal ke DPR dan KPP Ham. Karena
itu pula Hendardi dari PBHI menganjurkan agar KPP HAM lepas tangan
saja. Biar kasus para jenderal ini diangkat sendiri oleh Mahkamah
Internasional. Bagi Hendardi pernyataan Pangkostrad baru-baru ini
bahwa prajurit-prajurit bisa sakit hati, membuktikan penegakkan hukum
di Indonesia belum dewasa. Kalangan-kalangan  militer masih selalu
mencoba menutupi kesalahan oknum-oknumnya. Kalau memang KPP HAM
dinilai TNI teralu mengobok-ngobok militer, serahkan saja peradilan
itu kepada  tribunal internasional. "Kita ini telah salah kaprah.
Ketika terjadi pembunuhan yang dilakukan TNI, yang diadili hanya
prajurit-prajuritnya. Kini ketika petinggi TNI yang seharusnya
bertanggungjawab, lagi-lagi mereka hendak mengorbankan para
prajuritnya. Lalu, di mana letak tanggungjawab para jenderal dan di
mana hirarki militer itu", kata Hendardi kepada pers.

Kalangan lain bahkan memuji mantan Pangkostrad Prabowo Subianto yang
berani mengatakan bahwa dialah yang bertanggungjawab atas penculikan
para mahasiswa dan bukannya anakbuahnya. Meski belakangan ia
mengatakan kepada para wartawan bahwa  ia hanya menjalankan tugas
atasannya, tetapi pada saat ia diperiksa ia berani memikul
tanggungjawab sehingga ia dipecat oleh orang yang sebenarnya
menugaskannya. Namun setelah itu pers bahkan Gus Dur sendiri pernah
menuduh Prabowo sebagai orang yang menimbulkan pertikaian horizontal
di daearah-daerah untuk menutupi pertikaian vertical yang sedang
terjadi.Tetapi kini lagi-lagi sejumlah elit politik mencurigai
unsur-unsur TNI yang mulai menghembuskan pertikaian antar suku dan
agama di Indonesia untuk mencegah jenderal-jenderal diperiksa.

Sementara itu Ketua KPP HAM Albert Hasibuan menyatakan KPP HAM punya
hak dan wewenang untuk memeriksa para jenderal dan mengumumkan
hasil-hasilnya kepada masyarakat. Menurut Albert Hasibuan KPP HAM
justru didirikan untuk menghindari masuknya para penyelidik lembaga
internasional. Selanjutnya KPP HAM akan menunjuk siapa-siapa yang
bertanggungjawab atas pelanggaran HAM di Timor Timur dan
menyerahkannya kepada pengadilan HAM. Menurut seorang diplomat asing,
kalau Indonesia mampu menggelar pengadilan hak asasi manusianya maka
pihak luar negeri tidak perlu mendirikan suatu Tribunal Internasional
seperti untuk Rwanda dan Serbia.

* PERTIKAIAN DALAM TUBUH TNI BISA BERBAHAYA

Intro: Diskusi mengenai masa depan komando teritorial TNI terus
berlanjut.  Ada kelompok minoritas di TNI mendukung gagasan Pangdam
Wirabuana Mayjen Agus Wirahadikusumah agar jumlah kodam dikurangi.
Tapi mayoritas TNI tampaknya masih menolak. Meski perbedaan perdapat
dalam tubuh militer bukan hal baru, tapi dari dulu hal ini selalu
ditutup-tutupi. Sekarang, seorang perwira TNI berani secara terbuka
mengemukakan pendapatnya. Ini bisa dianggap kemajuan, tetapi menurut
pengalaman sejarah, pertikian dalam tubuh tentara bisa berbahaya.
Demikian Dr. Harold Crouch, pakar Indonesia dari Australian National
University di Canberra. Namun terlebih dahulu ditanyakan apa
tanggapannya tentang pengadilan para jenderal yang dituduh melanggar
HAM di Timtim:

Harold Crouch [HC]:  Ya ini sulit untuk diprediksi tetapi memang
sudah ada kemajuan dalam hal ini dengan Komnasham dan komisi itu yang
sudah bicara secara terbuka sekali, tentang temuan mereka di Timtim.
Jadi kita lihat saja apakah mereka bisa akhirnya membawa para perwira
itu ke pengadilan. Tetapi saya sendiri kurang tahu bagaimana ini.
Jelas para jenderal itu sudah mereka cari sarjana hukum atau advokat
yang terkenal untuk membela mereka.

Radio Nederland [RN]: Termasuk Adnan Buyung Nasution yah?

HC: Termasuk dia.

RN: Apakah dengan demikian menurut anda tentara bisa memoles citranya
sehingga bisa dipercaya oleh masyarakat?

HC: Satu cara saya kira kalau yang jelas melanggar HAM itu diadili.
Ini akan membantu TNI sebetulnya. Nah tentara akan dihormati lagi
kalau orang yang jelas melanggar hak asasi manusia diadili. Salah
satu caranya. Tetapi mereka sudah tentu para perwira yang terlibat
tidak mau itu.

RN: Salah satu pejabat dalam kabinet Wahid mengatakan kalau tiga
tokoh yaitu Soeharto, Benny Moerdani dan Wiranto bisa diadili, maka
semua permasalahan hak asasi manusia di Indonesia bisa beres. Anda
sependapat dengan pemikiran seperti ini?

HC: Saya rasa ini tak cukuplah. Kita bicara dari itu. Saya kira yah
kalau Soeharto dan Benny Moerdani juga tokoh sejarah sebetulnya
sekarang. Jadi saya kira apalagi di TimTim banyak lagi yang terlibat.
Di Aceh juga begitu.  Jadi sekarang saya lihat, kalau Jenderal
Wiranto dan perwira-perwira lain mengatakan bahwa tindakan mereka
tidak dapat dinilai dengan menggunakan standar sekarang. Karena
mereka bertindak pada zaman Orde Baru, dengan nilai-nilai yang lain.
Tetapi saya rasa kalau bunuh orang itu saya kira bukan soal Orde Baru
atau Orde Sekarang.

RN: Lalu fenomena Agus Wirahadikusumah yang bicara soal pengurangan
kodam, ini bagaimana menurut anda?

HC: Yah menarik juga seorang perwira yang cukup tinggi, yang cukup
berani untuk bicara dengan cara itu dan dibiarkan saja. Jadi ini saya
kira kalau saya memang kenal dengan bapak itu, saya sudah bicara
dengan dia, dan dengar pendapatnya. Tetapi sekarang apa yang
dikatakan kepada saya dan orang lain, sekarang dikatakan secara
terbuka sekali. Ini fenomena yang menarik sekali. Dan saya rasa cukup
banyak perwira lain yang bersimpati dengan beliau. Karena waktu saya
di Jakarta beberapa minggu yang lalu, ada peluncuran buku Agus
Wirahadikusumah dengan kawan-kawannya. Banyak perwira lain yang
mempunyai pikiran yang sejalan dengan beliau. Mungkin mereka
minoritas juga.

RN: Jadi musuhnya juga banyak di dalam TNI?

HC: Yah banyak yang ada kepentingan supaya TNI tetap memainkan
peranan yang besar. Yah dia mengatakan dwifungsi harus dihapuskan
begitu saja.

RN: Tapi bukankah dalam sejarah Indonesia justru konflik dalam TNI
atau khususnya dalam angkatan darat inilah yang paling menentukan
jalannya sejarah, seperti kasus G30S kan?

HC: Ini bahayanya. Jadi karena itu saya kira Gus Dur sendiri agak
hati-hati dalam menghadapi masalah ini. Mudah saja bagi saya untuk
mengatakan yah ini harus dihapuskan, tetapi Gus Dur harus pandai main
politik supaya tidak ada reaksi yang terlalu keras dari angkatan
darat. Kita lihat apa yang terjadi di Timor Timur. Mereka terpaksa
menerima kebijakan yang tidak disukai. Jadi mereka mengamuk di sana.
Apalagi kalau mereka mengamuk di Jakarta.

RN: Jadi konflik dalam TNI ini yang sekarang sudah mulai nampak akan
merupakan ancaman bagi pemerintahan sipil menurut anda?

HC: Oh sudah tentu. Yah kalau konflik biasa orang punya pendapat yang
berbeda begitu ini biasa dan dapat diterima di mana-mana, dalam
tentara, dalam partai politik, di mana-mana. Tetapi masalahnya kalau
ada sengketa antara tentara yang bersenjata bahaya kalau politikus
misalnya menggunakan kata. Tapi kalau tentara menggunakan senjata.

RN: Memang mereka tidak segan-segan mengangkat senjata, tentara
Indonesia.

HC: Kelihatannya begitu. Walaupun biasanya mereka tidak menembak diri
sendiri, tidak memembak orang tentara lain, cuma orang sipil yang
ditembak.

RN: Tetapi di Irian kan ada kasusnya itu tentara yang saling menembak
tentara.

HC: Yah memang ada kalu kita baca tentang polisi melawan tentara.

RN: Menurut anda akan ke mana ini arahnya semua ini?

HC:  Oh saya tidak bisa prediksi lagi. Sulit sekali untuk membuat
predikisi tentara Indonesia sekarang. Coba bayangkan dua tahun yang
lalu orang diminta untuk membuat prediksi apa yang akan terjadi
selama dua tahun yang akan datang pasti semua prediksi itu salah.
Jadi saya tidak berani buat prediksi lagi.

Demikian Dr. Harold Crouch pakar militer Indonesia dari Australian
National University di Canberra.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 03:38:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke