----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

BAKU TEMBAK TNI DAN KELOMPOK TAK DIKENAL DI ACEH UTARA
Friday, December 17, 1999/12:12:40 PM

Banda Aceh, 17/12 (ANTARA) - Baku tembak antara anggota TNI dan kelompok bersenjata 
tak dikenal
terjadi di lokasi latihan kelompok tersebut di Desa Payo, Kecamatan Matangkuli, 
Kabupaten Aceh
Utara, Kamis (16/12) sore, namun dalam "pertempuran" itu tidak ada korban jiwa 
meninggal.

Kasrem 011/Lilawangsa, Letkol (Kav) Kusworo ketika dikonfirmasi di Lhokseumawe, Aceh 
Utara, Jumat,
menyatakan, sekitar satu peleton TNI ketika kembali dari patroli di Desa Payo diserang 
oleh kelompok
tak dikenal yang dibalas oleh TNI, sehingga terjadi baku tembak.

Dalam baku tembak tersebut tidak ada korban jiwa dari kedua belah pihak, dan warga 
sipil. Dilaporkan
hanya satu anggota TNI mengalami cedera ketika melompat dari truk, yaitu Serda Joko.

Kasrem Kusworo menyatakan, sebelum terjadi baku tembak, anggota TNI melakukan patroli 
rutin di
kawasan Desa Blang Pante, Kecamatan Matangkuli, sekitar 25 km dari ibukota kecamatan, 
atau sekitar
55 km dari Lhokseumawe (ibukota kabupaten Aceh Utara).

Patroli itu dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di desanya 
terdapat lokasi
latihan pasukan bersenjata tak dikenal.

Mendengar informasi tersebut, anggota TNI langsung menuju ke lokasi dan sampai di sana 
banyak orang
yang melarikan diri. Dalam operasi tersebut anggota sempat menyita mobil Taft GT 
berwarna hitam
dengan nomor polisi B-1244 CG.

Disebutkan, di dalam mobil tersebut ditemukan sepucuk senjata laras panjang rakitan 
kaliber 5,56,
magazen M-16 lengkap dengan pelurunya, sepucuk pistol rakitan, satu bom rakitan 
lengkap dengan kabel
penyambung dan aki 12 volt, dua pak mercon besar, dua buah kopel rem warna hitam dan 
sebuah HT merk
Alinco.

Kemudian, anggota melalukan penyisiran di sejumlah lokasi dan dijumpai beberapa rumah 
terdapat
lubang pertahanan, katanya.

Setelah melakukan operasi tersebut, anggota TNI yang menggunakan dua truk kembali ke 
markas. Tetapi
baru sampai di Desa Payo (bertetangga dengan desa Blang Pante), mereka diserang oleh 
kelompok
bersenjata yang oleh Kasrem disebut sebagai Gerakan Bersenjata Pengacau Keamanan 
(GBPK).

Pada saat bersamaan terdengar ledakan bom yang diketahui untuk meledakkan jembatan, 
sehingga mobil
truk pasukan berhenti, penumpang turun berlompatan sambil membalas tembakan.

Tidak lama kemudian para gerombolan pengacau tersebut akhirnya melarikan diri, katanya.

Pada kesempatan itu, Kasrem Kusworo menyatakan terima kasih kepada masyarakat yang 
telah memberikan
informasi, ini berarti masyarakat telah mempunyai keberanian untuk melaporkan setiap 
sesuatu yang
dianggap tidak benar.

Menyinggung pemberitaan yang menyebutkan dalam peristiwa tersebut terdapat 28 rumah 
toko (ruko)
dibakar, ia mengaku tidak mengetahui, karena menurut dia tidak mungkin ada ruko di 
desa terpencil
tersebut.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 09:09:35 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke