----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

FPI BANTAH TERLIBAT PENYERBUAN YAYASAN DOULOS

        JAKARTA, (SiaR, 17/12/99). Soal dugaan keterlibatan FPI ini,
Gubernur Sutiyoso menyatakan FPI, yang selama dua hari pekan lalu menduduki
kantor Sutiyoso, dipastikan tak terlibat dalam kasus tersebut. Dia telah
menghubungi para tokoh FPI dan menanyakan masalah ini. Menurut Sutiyoso,
salah seorang pengurus FPI menyatakan keprihatinan mereka tetapi memastikan
tak ada anggotanya yang terlibat. Mereka tidak akan melakukan kegiatan
dengan cara-cara semacam itu. Dia berjanji akan mengusut kasus ini hingga
tuntas dan akan berkoordinasi dengan Kapolda dengan tetap berpegang pada
hukum yang berlaku.

        Sutiyoso mempertanyakan sikap Mabes TNI di Cilangkap, yang
berdekatan dengan kompleks Doulos hanya berpangku tangan. Bangunan di
kompleks Yayasan Daulos sekitar tiga hektar tersebut, musnah setelah diserbu
ratusan orang berpakaian putih-putih dan hitam.

        Mereka bukan hanya secara keji melakukan penghancuran bangunan
fisik, juga menyerang orang-orang di kompleks itu, akibatnya seorang
penghuni bernama Sariman tewas dan sejumlah lainnya luka-luka. Yang lainnya,
karena masih khawatir dengan keselamatannya, terpaksa mengungsi ke Mapolda
Metra Jaya.

        Di kompleks Yayasan Daulos selain ada gedung Sekolah Tinggi Agama,
juga terdapat Rumah Sakit Jiwa serta untuk rehabilitasi para pencandu
narkoba. Selain asrama yang ditempati ratusan mahasiswa sekolah di sini.

        Korban yang cedera dalam kasus ini adalah Karomah (23), Wolter
Simbolon (25), Berti Serhalawan (21), dirawat di RS Haji Pondok Gede;
sedangkan 13 lainnya, yaitu Arsyad (26), Eva (28), Ismail (20), Zaharias
(44), Rony (20), Muriati (26), Yacob (25), Adrian (25), Cilita (22), Oscar
Pakpahan (40), Sinaga (46), D Pakpahan (37) dan Dominggus (22), berada di RS
UKI Cawang.

        Empat di antara korban, yaitu keluarga Pakpahan, ternyata tidak
bersangkut-paut dengan Yayasan Doulos, karena mereka diserang saat menuju
rumah saudara mereka, yang berada di samping tempat tersebut. Kerugian
sangat besar harus diterima pihak Yayasan yang merasa tak bersalah itu.
"Sebagai seorang muslim saya sangat menyayangkan dipakainya label Islam
untuk menyerang komunitas lain. Dan saya mengimbau segenap pihak untuk
menahan diri, dalam menyikapi kasus ini. Jangan sampai pihak ketiga
menggunakan kasus ini untuk mengadu domba. Jadi kita harus mencegah
Ambonisasi di Jakarta," kata Wakil Ketua DPR A.M. Fatwa.

        Menurut Fatwa, jika orang-orang itu bersandar kepada agama dalam
melakukan tindakan anarkinya, Islam secara tegas melarangnya. "Karena Al
Qur'an secara eksplisit, secara tegas, melarang tindakan penyerangan kepada
siapapun, termasuk kepada pihak non Muslim," kata Fatwa.

        Tentang hal ini juga diutarakan Mubalig terkenal KH Zainuddin MZ.
"Islam itu seperti diajarkan Al Qur'an, agama yang memerintakan kepada
seluruh umatnya untuk berlaku jujur dan bertindak adil kepada umat yang
berbeda agama," kata Zainuddin. Sedang Gubernur Sutiyoso yang meninjau
lokasi kemarin justru melemparkan parasangka tak enak kepada pihak Mabes TNI
di Cilangkap yang berada sekitar 1.500 meter dari tempat kejadian.

        Mabes Polri menangkap enam orang yang dianggap tokoh penyerangan itu
dan telah ditahan masing-masing berinisal ANU, NAP, NR, SND. HRD dan BDN.
Saat ini mereka tengah diinterogasi oleh Polda. "Mereka terlibat dalam
sebuah pertemuan sebelum melakukan aksi pembakaran," kata Kapolda Metro
Jaya, Mayjen Noegroho Djajoesman di Mapolda.

        Kapolda sendiri mengaku belum mengetahu motif apa yang memicu aksi
itu. "Dimungkinkan untuk memicu kerusuhan serupa di daerah lain," kata
Kapolda. Lebih lanjut dikatakan, polisi berusaha untuk mengetahui berapa
banyak yang dibawa para tahanan itu melakukan aksinya.

        Sementara itu, menurut warga yang tinggal di samping yayasan itu,
Amirudin (32), sepulang dari shalat Tarawih, ia melihat yayasan itu sudah
dikerumuni ratusan orang tidak dikenal, lalu mereka masuk dari arah depan
dan samping kemudian membakar yayasan tersebut sebelum petugas keamanan
tiba. ***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 13:31:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke