----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

SAAT PERANG PUN ISLAM DILARANG MEMBUNUH

        SUMBAWA BESAR, (SiaR, 28/01/2000). Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, H.
Muhamad Mas'ud mengingatkan, ajaran Islam sangat mengutamakan keharmonisan
antarsesama umat, dan tidak dibenarkan menyakiti perasaan orang lain. Di
medan perang pun Islam dilarang membunuh sesama, apalagi dalam kondisi aman
seperti sekarang.

        Menyakiti hati sesama, membunuh dan merusak atau menjarah milik
orang tidak dibenarkan oleh Islam. "Nabi juga memperlakukan umat non muslim
begitu baik, bukan dengan cara menyakiti," ujar Mas'ud, Kamis (27/1) lalu
dalam dialog dan rekonsilidasi antarumat beragama dan etnis di Sumbawa Besar.

        Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Walhi NTB, Lembaga Olah
Hidup dan Lembaga Mitra Pembangunan Regional (LMPR). Tujuannya memperkuat
komunikasi dan silaturrahmi antaretnis, mendorong dan merumuskan
transformasi nilai-nilai religius pada masing-masing umat, sekaligus
rekonsilidasi antarumat beragama dengan pemerintah. Dalam dialog itu ikut
berbicara tokoh agama Kristen Protestan dan Katolik serta PHDI Sumbawa.
Mengutip riwayat Nabi Muhammad SAW, Mas'ud menjelaskan, selama hidupnya,
beliau senantiasa menjalin hubungan harmonis dengan umat non-muslim.
Tetangga Nabi yang non muslim juga diperlakukan begitu baik, tidak dijadikan
musuh. Cermin kehidupan Muhammad ini diminta agar ditiru oleh umat Islam di
daerah ini guna menghindari perpecahan sesama umat.

        Ia bersyukur masyarakat Sumbawa tidak terpancing oleh gejolak yang
terjadi di daerah lain, yang pada akhirnya menyengsarakan semua orang.
"Karena itu, sudah saatnya masyarakat Sumbawa menjaga keamanan, mengingat
kerusuhan yang terjadi di daerah lain dapat menimbulkan perpecahan umat,"
pinta Mas'ud.

        Pimpinan umat Katolik Sumbawa, Romo Paulus menyampaikan rasa terima
kasih kepada panitia atas terselenggaranya acara ini. Sebab, dengan dialog
akan diketahui permasalahan yang terjadi dalam hidup ini. Menurutnya, umat
Katolik sangat mengutamakan kedamaian hidup dan menghargai martabat
hidupseseorang. Yesus telah mengajarkan, cintailah orang lain seperti
mencintai diri sendiri dan Yesus. "Rasa kasih itu tak hanya terhadap sesama
di dalam gereja,  tapi yang di luar gereja pun harus dikasihi," ujar Romo
Paulus.

        Ketua PHDI Sumbawa, Nengah Wartono berharap, umat Hindu di daerah
ini hendaknya mampu hidup berdampingan secara harmonis dengan umat lain.
Dengan terciptanya keharmonisan, semua umat tidak mudah terpancing oleh ulah
oknum-oknum yang ingin merusak persatuan di daerah ini. Terjadinya krisis
moral akhir-akhir ini, sambungnya akibat dangkalnya pengetahuan agama oleh
pemeluknya. Untuk itu pembinaan agama sangat penting dilakukan bagi anak
muda agar mereka tidak terjerumus ke jalan yang sesat. Plh. Bupati Sumbawa,
Drs H. Syahri Suwandi berharap, dengan dialog ini akan tercipta keharmonisan
antarsesama umat guna menghindari kemungkinan terjadinya masalah SARA di
daerah ini. Diakuinya rasa aman akan tercipta jika didukung oleh semua
komponen, dengan cara tidak mudah terpancing oleh isu yang dapat
memecah-belah persatuan. "Forum ini agar dijadikan saling asih dan asuh
sehingga akan tercipta suasana kondusip di Sumbawa," kata Syahri. ***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jan 2000 jam 22:47:39 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke