----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 01 Februari 2000 16:20 UTC

** WIRANTO TIDAK BERSEDIA MUNDUR

** WASHINGTON DUKUNG PEMECATAN WIRANTO

** KOMISI EROPA BELUM AKAN KENAKAN SANKSI TERHADAP AUSTRIA

** PECAH KONFLIK DI IRLANDIA UTARA BILA IRA TIDAK DILUCUTI

** TOPIK GEMA WARTA: MAKIN KUAT DESAKAN AGAR WIRANTO MUNDUR

** TOPIK GEMA WARTA: SATUAN TNI MANA YANG MUNGKIN BISA MEREBUT
KEKUASAAN?

* WIRANTO TIDAK BERSEDIA MUNDUR

Mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto menyatakan tidak berencana untuk
mengundurkan diri sebagai Menko Polkam. Presiden Abdurrahman Wahid,
yang kini tengah mengadakan perlawatan ke Eropa, Senin kemarin
mengatakan akan memecat Wiranto karena perannya dalam kekerasan yang
terjadi di Timor Timur. Dalam laporannya yang dipublikasikan Senin
kemarin, KPP HAM menyatakan  Wiranto bersama lima jenderal TNI
lainnya bertanggungjawab atas pelanggaran-pelanggaran hak asasi
manusia di Timor Timur. Tetapi menurut Wiranto KPP HAM tidak
memasukkan bukti-bukti penting yang diajukan TNI dalam laporannya.
Tim pengacara Wiranto mengumumkan akan memprotes tuduhan-tuduhan
terhadap kliennya.

* WASHINGTON DUKUNG PEMECATAN WIRANTO

Pemerintah Amerika mendukung keputusan Presiden Abdurrahman Wahid
memecat Wiranto dari jabatannya sebagai Menko Polkam. Demikian
tanggapan Washington atas pernyataan presiden Wahid dalam
kunjungannya ke beberapa tempat di Eropa. Presiden Abdurrahman Wahid
akan memecat Wiranto dan beberapa jendral lain sekembalinya di
Indonesia. Hal ini dikatakannya menyusul terbitnya laporan PBB dan
KPP HAM mengenai kekejaman yang terjadi di Timor Timur tahun lalu.
Dalam kedua laporan itu disebutkan bahwa beberapa jendral
bertanggungjawab akan apa yang terjadi di Timor Timur. Laporan PBB
menyarakan sebuah pengadilan internasional untuk mengadili yang
bersalah dalam kekejaman-kekejaman itu. Namun sekjen PBB Kofi Annan
dan demikian juga Amerika Serikat serta Australia beranggapan
Indonesia terlebih dulu harus diberi kesempatan untuk menegagkan
hukum secara mandiri.

* CGI LANGSUNGKAN PERTEMUAN DUA HARI DI JAKARTA

Negara-negara donor Indonesia yang tergabung dalam CGI memulai
pertemuan di Jakarta selama dua hari untuk menyetujui tambahan dana
bantuan sekitar 4,2 milyar dolar. Inilah pertemuan pertama CGI di
Jakarta. Pertemuan-pertemuan sebelumnya selalu dilangsungkan di
Paris, dan dalam pertemuan terakhir Juli tahun lalu, CGI menyanggupi
bantuan sebesar 5,9 milyar dolar. Sebagian besar dana ini tidak
pernah dicairkan karena CGI membekukan bantuannya menyusul kekerasan
di Timor Timur. Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid berusaha
keras memperbaiki hubungan dengan negara-negara donor, pekan lalu,
Bank Dunia mencairkan bantuan sebesar 300 juta dolar.

* KOMISI EROPA BELUM AKAN KENAKAN SANKSI TERHADAP EROPA

Komisi Eropa masih belum akan memberlakukan sanksi terhadap Austria.
Demikian diumumkan oleh ketua Komisi Eropa Romano Prodi di Brussel,
setelah mengadakan rapat mendadak mengenai kemungkinan ikut sertanya
partai ekstrim kanan FPO dalam pemerintahan koalisi di Wina. Hubungan
kerja yang selama ini ada antara 14 negara anggota Uni Eropa dengan
Austria tetap berjalan, tetapi Austria akan diwaspadai, demikian
Prodi. Ketua bergilir Uni Eropa, Portugal, menyatakan tidak bisa
diterima kalau Austria diperintah oleh koalisi yang menyertakan Jorg
Haider. Di ibukota Wina, Presiden Austria Thomas Klestil hari ini
mengadakan pertemuan krisis mengenai ancaman sanksi Uni Eropa.
Presiden Klestil antara lain berunding dengan pemimpin partai
konservatif OVP, Wolfgang Schussel yang tengah berunding untuk
membentuk pemerintahan koalisi dengan partai ekstrim kanan FPO.
Presiden Klestil juga akan berunding dengan Kanselir Viktor Klima.

* PECAH KONFLIK DI IRLANDIA UTARA BILA IRA TIDAK DILUCUTI

Sebuah komisi independen untuk perlucutan senjata IRA di Irlandia
Utara menyampaikan laporan yang sudah lama dinantikan. Laporan itu
diserahkan pada pemerintah Inggris dan Irlandia. Namun isi laporan
itu belum diumumkan. Diperkirakan komisi ini tidak berhasil
menyelesaikan tugas mereka. Peter Mandelson, Menteri Urusan Irlandia
Utara Inggris hari ini membicarakan hasil laporan ini dengan Menteri
Dalam Negeri Irlandia Brian Cowen di Dublin.
Bila IRA tidak membuat janji dengan komisi itu mengenai perlucutan
senjata, maka pemimpin Protestan David Trimble akan keluar dari
pemerintahan koalisi Irlandia Utara yang baru saja terbentuk. Dengan
susah payah ia telah berhasil membujuk para pendukungnya agar tahun
lalu setuju dengan pembentukan sebuah koalisi dengan kaum Republik.
Namun ketika itu syarat Unionist adalah bahwa IRA paling tidak harus
mulai dilucuti senjatanya.

* PEMOGOKAN ANGKUTAN UMUM PRANCIS MASIH BERLANGSUNG

Para pengemudi truk Prancis masih terus memblokade sekitar 50 tapal
batas, terutama di Prancis Utara dan Timur. Dengan aksi ini, sudah
dua hari berturut-turut para pengemudi memprotes diberlakukannya jam
kerja 35 jam seminggu. Mereka khawatir pengurangan jam kerja ini akan
berarti turunnya gaji. Para karyawan angkutan umum Prancis juga
melancarkan aksi menentang dipersingkatnya jam kerja. Di ibukota
Paris, sampai separuh kereta api, metro dan bis mogok, tetapi sampai
sekang pemogokan ini tidak menyebabkan macetnya lalu lintas. Biasanya
karena angkutan umum mogok, maka orang-orang menggunakan mobil
pribadi untuk berangkat ke tempat kerja. Organisasi angkutan
profesional Belanda akan mengajukan tuntutan ganti rugi kepada
serikat buruh Prancis. Belanda merasa dirugikan karena aksi mogok itu
menyebabkan truk-truk Belanda tidak bisa sampai ke tempat tujuan.
Diperkirakan kerugian Belanda itu mencapai satu juta dolar per
harinya

* KECELAKAAN PESAWAT ALASKA AIR

Sebuah pesawat penumpang milik perusahaan penerbangan Alaska Air
jatuh di muka pantai Los Angeles, Amerika Serikat. Pesawat McDonnell
Douglas 83 itu membawa 89 penumpang dan sedang dalam perjalanan dari
Puerto Vallarta ke Seattle. Sejenak sebelum pesawat jatuh pilot
mengatakan akan mengadakan pendaratan darurat di Los Angelos, karena
ada kerusakan teknis. Dikhawatirkan tidak ada yang selamat. Sampai
sekarang hanya beberapa jenazah yang diketemukan oleh regu
penyelamat. Usaha menyelamatkan para penumpang menjadi sulit karena
gelap.

* POLISI AUSTRALIA SITA 500 KG NARKOBA

Polisi Australia menyita 500 kilogram narkoba yang disembunyikan di
sebuah kapal pesiar di pantai Sydney. Penyitaan itu merupakan yang
terbesar dalam sejarah Australia. Narkoba yang disita bernilai 94,5
juta dolar. Polisi juga menyita dua kapal dan menahan enam orang.

* MAKIN KUAT DESAKAN AGAR WIRANTO MUNDUR

Menko Polkam Jenderal Wiranto akhirnya mengeluarkan pernyataan
terhadap rekomendasi penyelidikan KPP HAM. Pertama, Wiranto
menegaskan bahwa hasil penyelidikan itu akan dievaluasi lagi oleh
Jaksa Agung dan kedua, dia kecewa atas KPP HAM karena tidak
mempertimbangkan masukan-masukan yang dia berikan.  Berikut,
tanggapan anggota KPP HAM, HS Dillon:

HS DILLON [HD] : Hal yang pertama dia benar, bahwa yang akan
menentukan dia menjadi tersangka atau tidak, adalah tugas penyidik,
dan menurut Undang-Undang No. 39 tahun 1999, hal itu  adalah wewenang
Kejaksaan Agung. Tetapi bahwa kita tidak mempertimbangkan, itu nggak
benar. Ada hal yang penting ya, bahwa misalnya ada alasan bahwa itu
adalah dipicu oleh kemarahan dan lain-lain, yah kemarahan itu hanya
bisa membantu menjelaskan tapi tidak bisa dipakai untuk membenarkan.

Radio Nederland [RN] : Dalam hal ini kekecewaannya tidak beralasan ?

HD: Lha....kalau dia kecewa, itu wajar-wajar saja, tapi ini suatu hal
penting untuk  masa depan Indonesia bahwa siapa pun yang melaksanakan
atau bertanggungjawab untuk tindakan-tindakan yang merupakan
pelanggaran hak asasi manusia, harus dimintai pertanggungjawabannya.
Bahwa telah terjadi pelanggaran hak asasi yang begitu besar di Timor
Timur, itu kan suatu kenyataan yang tak terbantahkan. Dan yang
dikerjakan KPP adalah mengungkapkan kebenaran atas apa yang telah
terjadi.

RN: Dalam laporan KPP HAM, memang  Wiranto bertanggungjawab dalam hal
komando, atau yang Anda sebut "command responsibility", bukan ?

HD: Jelas, jelas, jelas kecuali nanti kalau beliau katakan sama
sekali tidak mengetahui apa yang terjadi. Kalau begitu, dia sangat
tidak kompeten sebagai seorang Panglima ABRI.

RN: Apakah sejauh ini Wiranto sudah memberikan tanggapan tertulis?

HD: Oh tidak perlu. Beliau menyatakan statement itu dalam posisi dia
sebagai Menko Polkam. Karena begitu banyak tuntutan dari masyarakat
agar dia mengundurkan diri sebagai Menko Polkam, karena kalau dia
masih sebagai seorang anggota kabinet. Tentu akan ada ewuh pekewuh,
akan susah saudara Marzuki sebagai Jaksa Agung atau malah
jaksa-jaksanya untuk memeriksa seorang menteri.

RN: Sebelum ini penasihat hukum perwira tinggi TNI mengancam KPP HAM
agar tidak boleh menyebut nama-nama jenderal yang diduga terlibat
pelanggaran hak asasi di Timor Timur. Kalau disebutkan, mereka akan
mengajukan tuntutan balik terhadap KPP HAM ?

HD: Keliru yah, mereka mencoba melakukan penekanan pada suatu komisi
independen. Tidak boleh ada pihak yang lakukan penekanan. Jangan kan
mereka, DPR pun tidak boleh menekan Komnas HAM. Komnas HAM itu
sifatnya sangat berbeda, bukan berarti kita berada di atas hukum,
bukan berarti kita tidak untouchable, tapi untuk semua Royal
Commission for Inquiry (Komisi Penyelidikan --Red), apa yang mereka
sampaikan adalah untuk kepentingan umum, kecuali kalau kita katakan
bahwa kita mempunyai interes pribadi atau interes golongan atau
partai. Yang kita laksanakan adalah mengungkapkan kebenaran untuk
menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat masyarakat warga, ada civil
society yang tidak akan membiarkan terus ada pihak-pihak biar pun itu
seorang, atau kelompok yang melakukan mob politics, atau mob
democracy.

RN: KPP HAM menyebut nama beberapa jenderal lain yang diduga terlibat
pelanggaran HAM di Timor Timur. Sudah ada tanggapan dari mereka?

HD: Belum, belum. Untuk jenderal lain yang tidak lagi menjabat, itu
tidak akan jadi soal, tapi mereka yang lagi menjabat, menurut
pandangan saya sendiri, jabatan itu harus ditinggalkan untuk tidak
menghalangi proses penyidikan mendatang.

RN: Jadi, tuntutan mundur untuk Wiranto sebelum dipecat, sah-sah saja
?

HD: Oh yah karena kita lihat, selama ini ada kesan bahwa ada orang
atau pun kelompok yang merupakan untouchable, dan masyarakat di
Indonesia sekarang setelah krisis betul-betul mendambakan suatu
Indonesia baru. Jadi, Indonesia masa depan ini tidak lagi Indonesia
di mana ada orang atau kelompok yang mempunyai impunity, bisa
melaksanakan segalanya tanpa dihukum.

RN: Tampaknya Wiranto bersikeras tidak mau mundur. Apakah Anda
melihat sikap ini tidak mempunyai dampak terhadap kondisi politik ?

HD: Yah, kalau dia tidak mundur saat ini, yah bisa saja, karena kita
baru menyampaikan hasil penyelidikan di mana dia diduga bersalah,
tapi kalau dalam satu dua minggu, ketika Jaksa Agung mulai menyiapkan
perkara dan mulai memanggil dia sebagai tersangka, tentu dia harus
mengundurkan diri. Karena kalau sebagai tersangka datang ke Kejaksaan
Agung sebagai seorang Menko, para jaksa tidak berani memeriksa dia.
Kalau begitu, nanti menjadi obstruction of justice, (menghambat
proses hukum --Red) maka di situ menjadi tanggungjawab Gus Dur untuk
mengupayakan supaya tidak meng-obstruct justice-nya, dan hal-hal
obstruction of justice ini, baik dalam bentuk penekanan oleh mobs
yang datang dari mana-mana, ditambah lagi dengan penekanan oleh Tim
Advokasi dan mencoba mendiktekan kepada kita apa bentuk dan format
yang harus kita kerjakan, semuanya nanti ini akan ditafsirkan oleh
masyarakat internasional sebagai obstruction of justice. Oleh karena
itu tekanan untuk mengadakan Tribunal internasional akan semakin
besar.

Sementara itu, banyak kalangan mendesak Jenderal Wiranto mundur dari
jabatan Menko Polkam. Kemarin, Presiden Abdurrahman Wahid sendiri di
Davos, Swiss, mengatakan akan memecat Wiranto begitu dia kembali dari
lawatan di luar negeri. Namun Wiranto sendiri tampaknya bertahan
tidak mau mundur. Apa dampaknya secara politis, berikut pengamat
politik dari LIPI, Dr Ikrar Nusa Bhakti:

Ikrar Nusa Bhakti [INB] : Buat saya, kalau beliau masih aktif, tentu
nanti akan membebani pihak pengadilan, karena beliau masih pejabat
tinggi negara. Sebagai pejabat tinggi negara, beliau akan
mempengaruhi jalannya pengadilan, baik langsung maupun tidak
langsung.  Dan karena itu, banyak pihak di Indonesia, baik dari
kalangan DPR maupun pengamat dan kalangan yang sangat concern dengan
masalah-masalah hak asasi, mengusulkan sebaiknya Wiranto mundur. Dan
hari ini saya membawa di koran bahwa Presiden Abdirrahman Wahid
menyatakan akan meminta dengan halus agar Wiranto bersedia
mengundurkan diri dan kalau tidak bersedia, mau tidak mau harus
dimundurkan atau dinonaktifkan.

RN: Tanggapan atas desakan mundur terhadap dirinya, Wiranto
mengatakan: Saya akan memutuskan berdasarkan posisi yang jelas dan
tidak berdasarkan asumsi. Ini berarti, dia belum mau mundur ? Ini
pratanda apa ?

INB: Memang terus terang sampai saat ini kelihatannya masih ada
pertarungan politik antara kelompok Wiranto dengan pemerintah saat
ini.Tapi di kalangan militer, terdapat dua pandangan soal Wiranto.
Dari kelompok reformis, khususnya mereka yang berpangkat mayor
jenderal dan juga kolonel, mengatakan bahwa kalau memang beliau itu
pantas diadili, kenapa tidak, karena pengadilan itu akan membersihkan
citra TNI, khususnya TNI Angkatan Darat. Tapi kelompok lainnya
mengatakan, kalau berani mengadili jenderal Wiranto maka prajurit
TNI, khususnya TNI Angkatan Darat akan mnarah, dan itu akan
menimbulkan suatu kesalahan.

Buat saya, seorang seperti Wiranto, harus berjiwa besar, dalam arti
kata, kalau berani berbuat, berani bertanggungjawab. Kedua,
seharusnya kalau memang dulu dia tidak setuju dengan keputusan
Presiden Habibie, kenapa dia tidak mengatakan "Tidak", tapi kok dia
setuju tapi di belakang, dia membuat kebijakan yang berbeda dengan
kebijakan pemerintah sipil saat itu.  dan ini yang menimbulkan
pesoalan. Sebetulnya kalau dia menuruti apa yang diinginkan
masyarakat dan KPP HAM dan nanti oleh pengadilan, itu akan
menyelamatkan dirinya sendiri.  Sebab kalau dia menghambat proses
pengadilan, tentunya akan ada tekanan-tekanan baik dari dalam negeri
maupun internasional supaya dia diajukan ke Tribunal internasional.
Ini lebih parah untuk Indonesia tetapi lebih parah bagi diri dia
sendiri.

RN: Kalau Wiranto tetap bersikeras tidak mau mundur. Apa dampaknya
nanti secara politis?

INB: Bagi saya, kalau dia tidak mau mundur, sekarang tergantung
kepada presiden, apakah presiden berani mengambil tindakan untuk
menonaktifkan Wiranto, kata lain dari "dipecat", memecat Wiranto atau
tidak. Dan ini tergantung bagaimana hasil diskusi antara presiden
dengan Panglima ABRI. Jadi, di sini, buat saya, jangan diartikan
pengadilan terhadap para jenderal itu sebagai suatu hujatan terhadap
TNI sebagai institusi, tapi ini harus diartikan sebagai suatu
penegakan keadilan dan hak asasi manusia di Indonesia.

Demikian pengamat militer LIPI Ikrar Nusa Bhakti, dan sebelumnya anda
juga mendengar penjelasan HB Dillon, anggota KPP HAM.

* SATUAN TNI MANA YANG MUNGKIN BISA MEREBUT KEKUASAAN?

Senin malam lalu, menyusul pengumuman hasil penyelidikan KPP HAM,
Jakarta diliputi desas-desus bahwa kalangan militer akan melakukan
kudeta. Mereka adalah kalangan yang tidak suka melihat kesulitan yang
kini dialami Menko Polkam Wiranto. Seberapa besar sebenarnya
kesempatan militer untuk berkudeta? Ulasan redaksi di Hilversum:

Keterangan Jenderal Wiranto bahwa ia tidak akan mundur sebagai menko
polkam sempat meresahkan sementara elit politik Indonesia. Isyu
kudeta sempat merebak kembali di kalangan pengusaha Cina yang punya
jaringan luas di kalangan TNI. Sebaliknya beberapa anggota DPR RI
yang sejak dulu dekat dengan militer dan pernah mencalonkan Wiranto
sebagai presiden segera membela posisi Wiranto. Sama seperti tim
advokasi TNI mereka pun menyatakan hasil temuan KPP HAM baru
merupakan temuan di lapangan dan masih bersifat pro-yustitia.
Kejaksaan Agung masih harus meniliknya.

Panglima TNI Laksamana Widodo pun menegaskan kepada pers bahwa TNI
hanya melihat dari aspek hukum. "Rekomendasi KPP HAM baru tahap awal
dari suatu proses hukum", ujar Widodo. Tim Advokasi HAM Perwira TNI
sejak kemarin pun sudah marah-marah dan mengkritik hasil temuan KPP
HAM. Mereka keberatan diumumkannya nama-nama para jenderal. Pengacara
Adnan Buyung Nasution menyesalkan bahwa tim KPP HAM yang dipimpin
Albert Hasibuan tidak bisa membedakan fungsi penyelidikan dan
penyidikan. Tim ini hanya boleh menyelidik dan bukannya menyidik
karena itu merupakan tugas Kejaksaan Agung, kata Buyung. "Tidak satu
dokumen pun mengatakan Jenderal Wiranto melakukan pelanggaran",
jelasnya. Jurubicara Tim Advokasi TNI Ruhut Sitompul menegaskan Menko
Polkam Wiranto tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya, meski
KPP HAM telah merekomendasikan namanya sebagai salah seorang yang
bertanggungjawab atas pelanggaran HAM di Timtim. Kalaupun harus
mundur Jenderal Wiranto akan melakukannya setelah melalui proses
pengadilan, jelasnya. Rekomendasi KPP HAM bagi Ruhut bukan keputusan
final bahwa Wiranto bersalah. Kalau pengadilan sudah memvonis
bersalah, baru Wiranto nonaktif sebagai pejabat. Untuk sampai ke
situ, membutuhkan proses panjang.

Kejaksaan Agung sendiri sudah mengumumkan akan melakukan dua hal.
Mempelajari keterangan Komnas HAM dan menentukan ruang lingkup
penyelidikan. Semuanya diarahkan untuk menuju pada tindak lanjut ke
arah penyidikan maupun ke arah proses hukum selanjutnya, hingga
sampai kepada kesimpulan akan dibentuknya Peradilan Hak Asasi
Manusia. Hingga pembentukan Peradilan Hak Asasi Manusia itu tampaknya
masih banyak yang bisa terjadi.

Tetapi seorang diplomat Jepang mengatakan, jika Wiranto berani
kudeta, maka semua negara G7 akan menghentikan bantuannya. Sebaliknya
seorang perwira tinggi yang baru-baru ini mendapat posisi baru
mengatakan, kita tidak perlu takut pada Amerika dan
pendukung-pendukungnya. Kalau Irak dan Lybia mampu menghadapi boikot
Amerika dan negara-negara barat, kita pun mampu, ujarnya. Di samping
itu Cina pun bersedia mendukung kita, kata perwira tersebut.
Menyinggung kegiatan KPP HAM, ia mengatakan, "Kalau saya Pak Widodo,
jauh-jauh hari saya sudah berunding dengan Albert Hasibuan. Berapa
milyar yang kalian butuhkan?" Demikian perwira tersebut. Tetapi Rizal
dari lembaga studi strategis Lesperssi mengatakan,  ketahan Irak dan
Lybia tidak dapat disamakan dengan Indonesia. Irak misalnya mampu
membagi-bagikan kebutuhan pokok rakyat. Indonesia jika diboikot akan
mengakibatkan penjarahan terus menerus. Pemerintahan Habibie misalnya
ketika dipelintir sedikit oleh IMF, sudah bingung. Karena itu ia
meragukan militer berani melakukan kudeta.

 Kalangan pers selama ini menulis, jika Wiranto berniat mengadakan
kudeta maka mau tak mau ia harus bekerjasama dengan Kostrad yang
menghimpun 33 batalyon. Pangkostrad Djadja Suparman belakangan memang
dikenal sangat dekat dengan Wiranto. Ia misalnya sempat mengimbau
masyarakat supaya tidak menyinggung perasaan prajurit TNI. Karena itu
bisa berbahaya. Memang setelah tidak lagi memegang kendali TNI, kata
seorang pengamat,  Wiranto kini tidak punya akses langsung terhadap
pasukan. Dengan begitu Wiranto harus menggunakan pasukan lain. Dan
menurut konstelasi politik sekarang, pasukan itu tidak lain adalah
Kostrad, jelasnya.

Satu-satunya pasukan yang punya sejarah melancarkan gerakan militer
mendadak tidak lain adalah Kostrad. Tahun 1965 di bawah kepemimpinan
Mayjen Soeharto, Kostradlah yang berani melawan pemerintah dan bahkan
bersama Kopassus mengepung Istana Bung Karno sehingga Panglima
Tertinggi ABRI itu melarikan diri dengan helikopter. Saat itu Bung
Karno mengatakan kepada Hartini, istrinya, "mereka mau membunuh
saya." Dengan latar belakang  ini sangat masuk akal, jika para
pendukung teori konspirasi terus menerus memperhatikan kerjasama
Pangkostrad Mayjen Djadja Suparman dengan Wiranto, yang tengah
menghadapi kesulitan besar akibat laporan KPP HAM.

Tetapi  Djadja Suparman sebaiknya berpikir dua kali. Masalahnya
walaupun  Kostrad yang 50% pasukannya ada di Cilodong Jakarta, dan
merupakan pasukan cadangan strategis tetapi pasukan ini bukan
satu-satunya pasukan elit di Indonesia. Di Jakarta misalnya masih ada
Kopassus di Cijantung dan Marinir di Cilandak. Di samping itu Mayjen
Syahrir, Danjen Kopassus, punya hubungan sangat erat dengan Mayjen
Ryamizard Ryacudu, Pangdam Jaya. Pangdam Jaya sendiri memiliki
dukungan beberapa batalyon di Jakarta. "Maka dari segi  kecanggihan
senjata, ketrampilan pasukan dan seterusnya jelas Kopassus, Marinir,
pasukan-pasukan Kodam V Jaya, serta pesawat-pesawat TNI/Angkatan
Udara cukup mampu mempertahankan Istana dan gedung-gedung vital
lainnya," katanya.

Alhasil tidaklah mengherankan jika di Jakarta kini beredar
desas-desus santer bahwa Djadja akan dinaikan menjadi Wapang TNI, dan
Ryamizard menjabat Pangkostrad. Adapun Wiranto saat ini selain terus
berhubungan dengan para pembelanya seperti Muladi dan Adnan Buyung
Nasution, ia pun hampir setiap waktu mendekati Wapres Megawati. Yang
jelas dalam situasi sekarang, pengamat militer Indonesia di Belanda
mengatakan, cara Wiranto untuk membela diri nampaknya hanya akan
terbatas pada cara-cara hukum. Ia tidak bisa membela diri dengan cara
militer, seperti yang pernah terjadi di Timor Timur pasca jajak
pendapat.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Feb 2000 jam 08:37:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke