---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- "Perang Saudara Ambon" - Menyebar ke Dunia Cyber - Jakarta, "Come and save moslem, jihad is calling us!" Itulah yang terpampang begitu kita masuk ke situs http://connect.to/maluku . Tak lupa pembuat situs itu mencantumkan kata "isy kariiman awmut syahiidan" (Hidup mulia atau mati sahid - Red) dan Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma" manina (Berjihadlah dengan harta dan jiwa kamu - Red) Situs-situs semacam ini marak seiring dengan maraknya pertikaian antar kelompok yang terjadi di Ambon dan sekitarnya. Nampaknya pengelola situs-situs semacam ini juga ingin membuat internet menjadi ajang "perang berita" seputaran kasus Ambon. Situs lain yang sejenis adalah Suara Ambon Online, Jihad Ambon dan Ambon Berdarah. Masih ada puluhan situs lainnya yang sejenis. Kedua belah pihak yang bertikai nampaknya berlomba menggunakan internet sebagai ajang propaganda dan provokasi. Kalau situs seperti Suara Ambon Online, Jihad Ambon dan Ambon Berdarah membela kelompok "Islam", di kelompok "Kristen" ada situs Ambon Berdarah Online dan Ambon 1. Beberapa situs tampak masih menahan diri untuk tidak melakukan provokasi dan sekedar menyajikan pemberitaan menurut versi mereka. Namun beberapa situs nampaknya tidak dapat menahan diri untuk melakukan hujatan terhadap "rival" kelompoknya. Masing-masing kelompok mengklaim kebenaran kelompoknya. Mereka menyatakan anggota kelompoknya diserang dan dibantai oleh kelompok lain. Kelompok "Islam" menampilkan foto-foto masjid terbakar dan kelompok "Kristen" menampilkan foto gereja terbakar. Hampir semua situs semacam ini memakai server gratisan, seperti geocities atau tripod. Internet memang media yang murah dan sangat efektif untuk melakukan agitasi seperti ini. Tidak hanya malalui situs, informasi semacam ini juga disebarkan melalui berbagai mailing list. Fenomena ini sebenarnya sudah lama terjadi. Herannya, saat situasi di Ambon sudah mereda, "perang" di internet malahan masih marak. Terbukti dengan terus di-up date-nya situs-situs tersebut. Sebenarnya penyebaran informasi semacam ini melalui internet sah-sah saja. Toh internet memang dikenal sebagai media bebas tanpa sensor. Apalagi pembaca media internet hampir seluruhnya merupakan educated people yang tidak mudah terpancing berita-berita provokasi semacam ini. Namun berita semacam ini dengan berbagai cara bisa juga menyebar ke masyarakat luas seperti berita-berita lain di internet. Cara Yang paling mudah, berita ini di-print kemudian difoto kopi dan diperbanyak. Bagaimanakah dampaknya? ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Feb 2000 jam 08:43:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
