---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 1 Pebruari 2000 KOMUNISME DIHIDUPKAN LAGI? MS KABAN, ANGGOTA DPR FBB : HANYA MENAMBAH PENYAKIT Seberapa besar sikap penolakan Fraksi Bulan Bintang terhadap kemungkinan pencabutan Tap MPRS No 25/1966? Ya pada prinsipnya Tap itu kan menyangkut ideologi komunis dan sikap kami tegas tidak ada tawar menawar jika Tap itu nantinya dicabut. Karena kita harus melihat bahwa selama ini justeru keberadaan Tap No XXV/MPRS/1966 tersebut dapat melindungi bangsa Indonesia dari ajaran komunis yang terbukti berbahaya dan menyengsarakan rakyat. Jadi bagaimana anda menilai sikap PKB yang setuju dengan pencabutan Tap tersebut? Ya saya kira itu sesuai dengan kebebasan mengeluarkan pendapat. Ya silakan saja karena kan sejak dulu sisi pandang kita berbeda ya? Jadi susah juga saya harus berkomentar, ini kan masalah keyakinan dan pendapat antara kami memang berbeda. Bukankah saat ini jamanya memang sudah berubah? Memang sudah berubah. Mungkin banyak perubahan-perubahan yang kita lakukan, tapi jangan lalu ditambah penyakit dengan mencabut Tap MPRS No 25 tersebut. Karena jika itu dicabut bukan tidak mungkin kita akan memelihara penyakit baru dalam tubuh kita, sementara penyakit lama belum tentu bisa disembuhkan. Jangan mentang-mentang alasan perubahan, lalu yang menjadi sumber-sumber penyakit bangsa ini ditumbuhkan kembali. Tapi yang namanya ideologi itu kan nggak bisa dibunuh habis? Oh iya, saya tahu itu tapi apa kita mau mengalami rasa sakit yang begitu mendalam, seperti ketika jaman PKI berjaya dulu. Usaha untuk mempertahankan Tap MPR No 25 itu setidaknya menghambat atau mengeliminir pertumbuhan dan perkembangannya. Bukankah dengan diakui secara resmi keberadaan ideologi komunis itu akan mudah kita mengontrolnya daripada dibiarkan jadi bahaya laten? Kalau pencabutan itu dimaksudkan untuk memudahkan kita mengontrol ideologi komunisme yang saya ibaratkan tadi sebagai suatu penyakit, sama saja membiarkan kita terus memelihara penyakit itu dalam tubuh kita, agar kita bisa mengontrolnya terus. Ya ngak bisa lama-lama, kita kan bisa mati karena terus digerogoti penyakit komunis itu. Dan analisa seperti itu nggak logis sama sekali. Jika pada akhirnya nanti Tap ini dicabut bagaimana? Saya dan Fraksi Bulan Bintang tentunya, tetap akan menolak habis- habisan. Intinya nggak ada kompromi kalau perlu kita pertahankan Tap ini dengan segala cara. Bagaimana kalau desakan untuk mencabut itu lebih kuat? Ya nggak ada masalah, artinya kami Fraksi Bulan Bintang menentangnya termasuk kemungkinan dengan pemerintah dalam hal ideologi kan nggak ada masalah. Bukankah sikap seperti itu bisa dianggap terlalu radikal dan cenderung ingin memaksakan kehendaknya sendiri? Oh, kenapa ada anggapan seperti itu, kita menolak komunis kok bukan pemerintah, kok dianggap radikal. Sekali lagi kalau alasannya karena jaman sudah berubah dan segala hal yang mengarah pada bentuk diskriminasi harus dihilangkan, bagi kami sih soal ideologi komunisme itu bukan soal jaman berubah. Intinya persoalan komunisme itu kan anti demokrasi. Tapi ini kan hanya sebuah pencabutan sebuah Tap yang bisa dicabut kapan saja, jika memang presiden yang melakukannya? Saya kira justeru sebaliknya, sangat sulit dan pencabutannya itu tidak signifikan. Apa sih persoalannya kok kita tiba-tiba saja punya keinginan untuk mencabut Tap tersebut. Apa kita sudah menilai dan menimang-nimbang akibatnya, mana dampak positif bagi kemajuan bangsa. Saya menilai nggak ada manfaatnya. Selain itu bagaimana mungkin Tap MPRS No 25/MPRS/1966 yang posisinya setara Undang undang itu sudah tidak layak lagi dipertahankan, kalau hanya tidak sesuai dengan perubaan dan perkembangan jaman. Justeru kami balik bertanya kenapa tidak tetap kita pertahankan dan mengapa pula justeru dicabut, apa motivasinya? Bukankah Tap itu menunjukkan diskriminasi, jika terus dipertahankan? Justeru kalau komunis itu dibiarkan hidup kembali sama saja kita membiarkan diskriminasi itu akan tumbuh dan membiarkan berkembang. Seperti saya jelaskan tadi komunisme itu sarat dengan diskriminasi. Kalau ada pendapat menyebutkan bahwa Tap tersebut mengandung unsur diskriminasi dalam arti akan menutup peluang ajaran komunis berkembang di Indonesia. Apakah pengalaman dan luka kita karena PKI itu mau kita ulang kembali dan sikap kita tetap seperti semula, yakni menolak tegas tanpa kompromi. Kalau begitu apa sih maunya PKB itu? Ya itu mereka, mungkin cara pandang kita berbeda, dan kalau ditanya alasannya, saya nggak tahu pasti. Tapi yang jelas saya menilai nggak ada manfaatnya sama sekali jika Tap itu dicabut, bahkan justeru sebaliknya. Karena itu sampai kapanpun sikap Fraksi Bulan Bintang tetap tegas menyatakan menolak tanpa kompromi. (KEN) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Feb 2000 jam 06:37:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
