----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Sekretaris Negara : Mundur atau Dimundurkan ?

Semakin santernya berita tentang pengunduran diri Ali
Rahman sebagai Sekretaris Negara semakin menimbulkan
pula banyak speklasi terutama di kalangan wartawan,
karena dalam beberapa kali wawancara wartawan dengan
Ali Rahman kesan yang timbul seolah-olah Ali Rahman
tidak mengundurkan diri, melainkan dimundurkan atau
dipaksa mundur dari jabatannya.

Isyu mengunduran diri Ali Rahman memang berhembus
seiring dengan isyu Reshuffle Kabinet dan jika benar
akan dilakukan reshuffle Kabinet tentu mengandung
resiko besar bagi Gus Dur sebagai Kepala Negara karena
akan timbul pro kontra. Namun jika hanya sekedar
pergantian beberapa orang anggota Kabinet Gus Dur
dengan alasan yang bersangkutan mengundurkan diri,
maka tentu Gus Dur akan terbebas dari sorotan negatif.

Jadi Gus Dur mencoba menggulirkan isyu namun pola
pergantian Kabinetnya dikondisikan sebagai pergantian
biasa. Akan tetapi yang aneh karena yang ingin
digantikan itu seolah dipaksa untuk mundur seperti
yang terjadi pada diri Ali Rahman.

Pola ini pula yang kelihatannya akan diterapkan pada
diri Jenderal Wiranto yang dipaksa mundur untuk
dikondisikan seolah-olah mundur sendiri kemudian Gus
Dur akan berinisiatif menggantinya sekalipun dengan
jelas terlihat penggantinya sudah disiapkan terlebih
dulu. Jadi Gus Dur mencoba membersihkan diri dari
tudingan dalam isyu Reshuffle Kabinet namun akhirnya
kebaca juga trik dan manuvernya untuk mengganti
anggota Kabinetnya dengan caranya sendiri tapi tak
mencapai sasaran efektif.

Memang tidak ada salahnya jika Ia sendiri secara
langsung mengganti para Menteri Kabinet yang tidak
disenangi Gus Dur, namun tampaknya Ia berusaha seolah
tetap mampu merangkul dan didukung semua orang,
padahal diam-diam Presiden kita ini secara tegas telah
membentangkan garis pertentangan politik antar
berbagai kekuatan. Kita tentu maklum dengan gaya
kepemimpinan Beliau yang memang berhasil dia lakukan
selama menjadi Ketua PB NU namun belum tentu berhasil
dia lakonkan dalam memimpin Negara Republik Indonesia
yang sedang sakit ini.

Mundur atau dimundurkannya seorang Menteri tetap saja
Presiden Gus Dur harus menanggung resiko politik
tertentu dan karena itu tak perlu ragu mengambil sikap
karena setiap kebijakannya tentu mengandung
konsekuensi yang tak mungkin dapat dia hindarkan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Feb 2000 jam 10:06:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke