----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

DITEMUKAN TERSANGKA PEMBUNUH TGK NASHIRUDDIN

        JAKARTA, (SiaR, 16/2/2000). Polisi berhasil mengidentifikasi
tersangka pembunuh Tgk Nashiruddin Daud, anggota DPR-RI dari Partai
Persatuan Pembangunan. Kapolri Letjen Pol KPH Rusdihardjo mengemukakan
tersangka pembunuh Tgk Nashiruddin Daud (Tgk Nash) adalah Julizar. Kapolri
menyebut Julizar sebagai Ketua SIRA (Sentral Informasi Referendum Aceh) yang
giat memperjuangkan referendum dengan opsi merdeka.

Menurut Rusdihardjo, korban adalah tokoh Aceh yang menentang opsi merdeka
dan kekerasan. "Dapat disimpulkan beliau sangat merugikan perjuangan GAM
ekstrim dan karena itu harus dieliminir," kata Rusdihardjo.

        Namun, Muhammad Nazar SAg, Koordinator Pusat Presidium SIRA,
membantah bahwa Julizar adalah Ketua SIRA. SIRA memang tidak memiliki ketua,
yang ada adalah koordinator yang kini dijabat oleh Muhammad Nazar.
Penyebutan nama SIRA juga diprotes keras oleh Nazar.

        Tentang nama Julizar, Nazar tidak kenal. Menurutnya, Julizar mungkin
pernah mengikuti Kongres Mahasiswa dan Pemuda Aceh Serantau setahun lalu,
yang menghasilkan keputusan mayoritas Referendum. "Kalau tak salah, Julizar
mewakili sebuah organisasi kepemudaan di Banda Aceh," ujar Nazar.

        Menurut Kapolri, tersangka Julizar yang masih kerabat korban, saat
ini menjadi sasaran penyelidikan dan penyidikan aparat di wilayah Aceh
Besar, sedangkan pencarian GAM dilakukan di wilayah Aceh Selatan.
        Rusdihardjo menjelaskan dari hasil penyelidikan diperoleh informasi
bahwa sehari sebelum korban hilang, Julizar berkali-kali menanyakan rencana
korban bermalam di Medan dan tersangka juga terlihat menelepon seseorang
untuk memberi tahu bahwa almarhum sedang dalam perjalanan menuju Medan.

        "Korban terlihat terakhir kali pukul 16.00 WIB saat pamit menuju
Bandara, padahal dia telah diberitahu pihak Merpati bahwa hari itu tidak ada
penerbangan. Patut dipertanyakan apakah korban mencoba menggunakan maskapai
Mandala atau seseorang telah menjanjikan hari itu ada penerbangan ke
Jakarta," kata Kapolri.

        Rusdihardjo menjelaskan hasil pemeriksaan mayat menunjukkan korban
meninggal karena kehabisan oksigen karena lehernya dijerat setelah dianiaya
lebih dulu, terbukti dari luka memar di kedua mata dan pendarahan di hidung.
Jenderal berbintang tiga itu mengemukakan pihaknya segera membentuk tim
khusus terdiri atas unsur Korserse Polri, Polda Sumut, Poltabes Medan, dan
Polda Aceh beberapa saat setelah jenazah korban ditemukan pada 25 Januari di
Jl Letjen Jamin Ginting km 39, Desa Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

        Dari 11 saksi yang telah dimintai keterangan, diketahui korban
bersama para tokoh Aceh berangkat dari Jakarta ke Aceh pada 21 Januari untuk
menjajaki pelaksanaan Musyawarah Rakyat Aceh. Pada 23 Januari korban kembali
ke Jakarta via Medan, dan di kota Medan itu almarhum bermalam untuk
menyelesaikan beberapa urusan lain. ***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Feb 2000 jam 01:54:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke