---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kompas, 16 Pebruari 2000 Rekomendasi Kofi Annan kepada DK PBB Tak Perlu Pengadilan Internasional Jakarta, Kompas Sekjen PBB Kofi Annan akan merekomendasikan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk tidak segera mengadakan pengadilan internasional, tetapi lebih memberi kepercayaan kepada Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menunjukkan kredibilitasnya dalam mengadili seluruh pihak yang bersalah dan bertanggung jawab pada kekerasan di Timor Timur (Timtim). "Jika pemerintah mampu menunjukkan pengadilan yang bisa dipercaya dengan mengadili para pelakunya, saya kira, Dewan Keamanan tidak akan terburu-buru menetapkan pengadilan internasional. Jelas, bahwa Dewan Keamanan akan tetap memantau pelaksanaan pengadilan itu dan melihat apa yang terjadi di sini," katanya. Ungkapan itu disampaikan setelah ia berbicara dengan Menlu Alwi Shihab di Deplu, Pejambon, Jakarta, Selasa (15/2). Di Jakarta, Kofi Annan bersama Nyonya Nane Annan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pukul 11.00, terlambat sekitar 30 menit dari jadwal. Ia disambut Menlu Alwi Shihab, Utusan Khusus Sekjen untuk Timtim Dubes Jamsheed Marker, Koordinator Sistem Operasional PBB di Jakarta Ravi Rajan, dan Ketua United Nations Information Center (Unic), Abdullah Mbamba. Dari bandara, Kofi Annan bersantap siang di Hotel Shangri-La. Ia lalu diterima Menlu Alwi Shihab, di Deplu, ke DPR/MPR bertemu Amien Rais dan Akbar Tandjung. Malam harinya, ia dijamu santap malam oleh Menlu Alwi Shihab. Rabu pagi ini, sebelum diterima Presiden Abdurrahman Wahid, Kofi Annan bertemu Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, lalu mantan Menlu Ali Alatas. Siang harinya, ia menyampaikan pidato di depan Indonesian Council of World Affairs (ICWA), mengadakan kunjungan kehormatan kepada Wapres Megawati Soekarnoputri, lalu ke Komnas HAM, Jaksa Agung Marzuki Darusman, serta Menko Kesra dan Taskin Basri Hasanuddin. Kamis pagi, ia akan bertolak ke Timtim. Ancaman mendatang Sekjen menekankan, mengadili pihak yang dinyatakan bersalah sangatlah penting, karena bisa menjadi salah satu ancaman pada kejahatan-kejahatan semacam itu di masa datang. Ia mengaku sangat terkesan dan terdorong dengan upaya pemerintah sekarang dalam mengadili para pihak yang bersalah tersebut. "Apa yang ingin kami lihat adalah upaya mengadili mereka yang bersalah dan bertanggung jawab pada penghancuran Timtim. Dan saya sangat memperhitungkannya. Pemerintah Indonesia telah menunjukkan kesungguhannya melaksanakan pengadilan itu," tegasnya. "Saya secara pribadi terkesan dengan Pemerintah Indonesia yang sudah mengambil tanggung jawab dengan membawa semua pihak yang bertanggung jawab pada perusakan di Timtim ke pengadilan. Dan saya kira proses itu sudah mulai, saya kira kita harus membiarkan proses peradilan itu terjadi dengan semestinya." Di bandara, Kofi Annan menyatakan kebahagiannya untuk pertama kalinya berada di Indonesia. Mengutip penjelasan Menlu Alwi Shihab, Kofi Annan mengatakan, kehadirannya di Indonesia kali ini benar-benar di saat terpenting dalam sejarah Indonesia. Menlu Alwi Shihab menambahkan, DK akan percaya pada rekomendasi Kofi Annan tersebut. "Kelihatanya, menurut Kofi Annan Indonesia committed untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Komnas HAM ini credible," kata Menlu. Sekali lagi ia menyatakan, untuk sementara ini, pengadilan internasional tidak akan digelar. "Namun, akan ada klausul, apabila Komnas HAM ternyata tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan yang diharapkan, maka hal itu terbuka untuk digelar lagi. Maka itu tergantung dari kita sekarang," kata Alwi Shihab. Menyinggung tentang pengungsi di NTT, Alwi Shihab mengusulkan, memindahkan ke beberapa tempat lain, pengungsi yang tetap ingin tinggal di Indonesia. Namun, harus dengan persiapan matang, termasuk kemungkinan mempersiapkan pekerjaan. Sebaliknya, mereka yang ingin pulang ke Timtim harus pula dipersiapkan dengan baik. Termasuk kesiapan psikologis dan tempat tinggal. "Jangan sampai mereka sudah sampai sana terus kembali," ujarnya. Untuk itu, dukungan internasional, juga harus diikuti dengan aksi konkret. Pada kesempatan itu, Kofi Annan juga meminta Indonesia siap menerima para investor melalui para pelaku bisnis. (rie) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Feb 2000 jam 06:15:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
