----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

KONGRES PAPUA UNTUK TUNTASKAN GAGASAN PEMERINTAHAN TRANSISI

        JAKARTA, (MamberaMo, 9/3/2000). Para tokoh Papua (dahulu Irian Jaya, Red.)
telah menyepakati untuk menentukan nasib atas masa depan propinsi tersebut
melalui penyelenggaraan suatu Kongres Papua, April 2000 mendatang. Hal ini
merupakan rekomendasi dari Musyawarah Besar (Mubes) Papua 2000, 23-26
Februari lalu yang disampaikan para tokohnya di Jakarta, Selasa (7/3) kemarin.

        Menurut dua pemimpin besar bangsa Papua, Theis Hiyo Eluay dan Tom Beanal
kepada wartawan, bahwa kongres akan mengagendakan untuk mencari solusi
terbaik mengenai persoalan propinsi tersebut. Tom Beanal berharap kongres
dapat mencapai kesepakatan mengenai kehendak dan aspirasi rakyat
sesungguhnya tentang masa depan Papua.

        "Pengungkapan aspirasi tersebut dilakukan secara damai tanpa kekerasan
sesuai dengan adat masyarakat Papua," ujarnya. Beanal mengungkapkan, pada
sidang komisi dan sidang pleno Mubes berkembang gagasan untuk membentuk
pemerintahan transisi di Papua. Tapi gagasan tersebut ditolak oleh sebagian
peserta. Karena tidak tercapai kesepahaman, maka mubes menolak pembentukan
pemerintahan transisi Papua.

        Theis menambahkan karena gagasan tersebut sudah menjadi wacana, maka Mubes
Papua merekomendasikan kepada Presidium Dewan Papua untuk melakukan kajian
mendalam, dan kemunkinannya untuk diangkat kembali di kongres mendatang.
Wacana lain yang berkembang adalah tentang kemungkinan tuntutan pelaksanaan
referendum bagi Papua dengan opsi yang belum ditentukan. Sebaliknya juga
berkembang wacana di mubes tersebut, agar Papua tetap bergabung dengan
negara kesatuan RI dengan status otonomi penuh.

        Kondisi keamanan di Papua sendiri belum begitu baik. Beberapa pekan lalu
telah terjadi bentrokan antara Satgas Papua dengan anggota Brimob. Dalam
bentrok tersebut, Satgas Papua bersenjatakan panah dan senjata tajam,
sedangkan anggota Brimob mempergunakan senjata api. Dua anggota Satgas
dikhabarkan tewas, sedangkan beberapa anggota Brimob luka-luka terkena
panah, dan senjata tajam. ***

- ----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Mar 2000 jam 11:33:27 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke