----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Siap Berunding dengan RI
GAM:Itu Bukan untuk Sembah TNI
Reporter: Aulia Andri

detikcom - Banda Aceh, Rakyat Aceh menyadari adu senjata TNI dan GAM bukan langkah 
yang baik untuk menyelesaikan konflik. GAM pun
menyatakan bersedia berunding dengan pemerintah RI. "Kesediaan itu bukan karena GAM 
menyembah TNI, tapi tuntutan rakyat Aceh," kata
Sekjen GAM Don Zulfahri.

Pernyataan Zulfahri itu disampaikan dalam dialog interaktif dengan Radio Nikoya FM 
Banda Aceh, Minggu (12/3/2000). Dialog dengan
tema 'Mencari Alternatif Baru Peredaan Ketegangan Konflik Aceh' itu juga menghadirkan 
T Zainuddin M dari Tim 21.

Menurut Zainuddin, rakyat Aceh telah sepakat bahwa permasalahan di Aceh merupakan 
persoalan politik, oleh karenanya untuk mencari
penyelesaian konflik di Aceh tersebut haruslah dengan cara politik yang demokratis, 
bukan dengan kekuatan senjata seperti yang
diperagakan oleh TNI/Polri dan gerilyawan GAM selama ini.

"Sebab rakyat Aceh sangat menyadari bahwa mempergunakan senjata di era saat ini sudah 
tak relevan lagi dan tidak akan mampu
menyelesaikan persoalan yang sesungguhnya," kata Zainuddin.

Dijelaskan Zainuddin, fakta telah menunjukkan bahwa perjuangan hak dan martabat rakyat 
Aceh selama ini yang dilakukan melalui
cara-cara yang demokratis, ternodai dengan kekerasan bersenjata, sehingga yang terjadi 
hanya menambah jumlah korban jiwa yang
sia-sia," tambah Zainuddin.

Tengku Don Zulfahri melalui suratnya yang diterima redaksi Radio Nikoya-FM, Minggu 
(12/3/2000) menyatakan sikap jelasnya tentang
kesediaan GAM untuk berunding dengan pemerintah RI.

"Kesedian GAM berdialog bukan bermakna kami selama ini khilaf dan sekarang sudah 
sadar, sebagaimana ajakan Danrem 012/Teuku Umar,
perjuangan GAM tidak khilaf dan berdialog adalah untuk mencari solusi yang 
menguntungkan kedua belah pihak, bukan untuk menyembah
TNI atau RI. Penyebab kesediaan GAM berdialog adalah sesusai dengan tuntutan rakyat 
Aceh yang menginginkan penyelesaian masalah Aceh
lewat perundingan," kata Zulfahri.

Jadi, tambah Zulfahri, dialog itu adalah untuk merealisasikan kehendak rakyat, bukan 
untuk memenuhi kehendak TNI atau RI. Selain
itu, Zulfahri itu menuliskan, "tidak ada dan tak akan pernah ada anggota GAM yang 
menyerah dan mengaku setia kepada NKRI. Apa yang
terjadi sekarang adalah rekayasa TNI memaksa rakyat menyerah beramai-ramai untuk 
menjatuhkan semangat bangsa Aceh."

Untuk sementara, kata Zulfahri, TNI mungkin berhasil, tetapi mereka khilaf besar kalau 
jalan ini digunakan untuk 'menuntaskan'
masalah Aceh dalam jangka panjang. Untuk menyelesaikan masalah Aceh secara tuntas 
memerlukan dialog antara tokoh-tokoh pilitik RI
dengan rakyat Aceh serta disaksikan oleh dunia internasional.

Seperti diketahui, sepekan yang lalu, Presiden Gus Dur juga telah menyatakan 
kesiapannya untuk berdialog dengan komponen rakyat Aceh
berserta dengan pemimpin Aceh Merdeka, Tengku Hasan M di Tiro.

Menurut pihak Atjeh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) yang diwakili oleh 
Musanna Tengku Abdul Wahab di Salt Lake City,
Amerika Serikat, pihaknya menyatakan tentang kesediaan Wali Negara Aceh Merdeka itu 
untuk berunding dengan pemerintah RI yang
disaksikan oleh PBB atau negara ketiga yang netral. Disisi lain berbagai elemen rakyat 
Aceh terus menerus mendesak semua pihak yang
bersenjata, baik TNI/Polri maupun gerilyawan GAM untuk segera melakukan gencatan 
senjata, untuk kemudian segera menuju ke meja
perundingan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Mar 2000 jam 16:25:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke