----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Suara Pembaruan, 12 Maret 2000

Domingos Soares Bantah Isu Milisi Serang Warga Timtim

Jakarta, 12 Maret

Ketua Umum Uni Timor Aswain (UNTAS), organisasi masyarakat Timor
Timur prointegrasi, Domingos Soares mengatakan, pemberitaan yang
mensinyalir bahwa serangan terhadap warga Timor Timur di daerah
perbatasan dilakukan milisi, tidak benar. Serangan itu tidak
dilakukan milisi, tetapi rekayasa pasukan penjaga perdamaian PBB
itu sendiri.

''Perlu dijelaskan bahwa milisi itu hanya ada di benak orang-
orang tertentu dan mereka itu umumnya orang-orang yang berasal
dari luar Indonesia. Mereka memakai kata milisi untuk
mendapatkan proyek,'' katanya di Jakarta, Sabtu (11/3) ketika
memberikan klarifikasi atas berita penyerangan milisi ke Timor
Timur.

Menurut Soares, milisi itu sekarang tidak ada, yang ada hanyalah
pasukan pejuang prointegrasi. Pasukan Pejuang pro-Integrasi
(PPI) itu sendiri juga sudah dibubarkan pada bulan November
1999. Pembubarannya dipertegas lagi dalam sebuah kongres PPI
yang berlangsung bulan Januari 2000. Kongres menetapkan bahwa
semua organisasi prointegrasi yang pernah ada dilebur dalam satu
wadah bernama UNTAS.

Mengerikan

''Karena itu sangat bertentangan dan tidak masuk akal kalau
dugaan itu ditujukan kepada milisi,'' katanya. Ditambahkan,
pasukan penjaga perdamaian PBB itu sendiri sebenarnya yang
memicu serangan terhadap warga Timor Timur. Apalagi ketika
Presiden Abdurrahman Wahid berkunjung ke Timor Timur, eskalasi
ketegangan semakin terjadi.

Menurut Soares, hal ini terjadi karena sewaktu presiden tiba,
sambutan yang dilakukan warga Timtim sangat meriah. Dan sambutan
itu jauh berbeda ketika Sekjen PBB, Kofi Annan dan Presiden
Portugal mengunjungi Dili. Soares mensinyalir ada unsur
kecemburuan pasukan penjaga perdamaian PBB terhadap Indonesia.
Guna menepis rasa kecemburuan tersebut, dibuatlah keributan di
mana-mana. Jika keributan terjadi, maka milisi prointegrasi
lagi-lagi dituduh yang melakukannya.

Menjawab wartawan tentang situasi Timtim sekarang, Soares
mengatakan, keadaan di Timtim saat ini tidak beda dengan kamp
konsentrasi. Banyak pengungsi yang kembali ke Timtim, dan tidak
diizinkan untuk keluar dari Timtim.

"Kami punya keluarga di Timtim. Mereka mengatakan keadaan saat
ini jauh lebih mengerikan dibandingkan masa penjajah dulu. Kami
boleh masuk ke Timor Timur, tetapi setelah itu kami tidak boleh
keluar. Ini pelanggaran hak asasi manusia," katanya.

Karena itu masalah tanah Loro Sae lanjutnya, tidak bisa
diselesaikan secara sepihak oleh pasukan penjaga perdamaian PBB.
Penyelesaian masalah Timor Timur hanya bisa dilakukan dengan
rekonsiliasi. "Rekonsiliasi itu pun harus dilakukan oleh orang
Timor Timur sendiri, dan harus dekolonisasi serta jangan
kolonisasi lagi," katanya. (AL/M-4)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Mar 2000 jam 11:22:37 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke