---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 15 Maret 2000 15:20 UTC ** TOPIK GEMA WARTA: MENGAPA JAKSA AGUNG TIDAK BERANI MENGENAKAN TAHANAN RUMAH KEPADA SOEHARTO? ** MENLU BELANDA KRITIS ULAH RUSIA DI CHECHNYA ** PERDANA MENTERI CINA PERINGATKAN ELEKTORAT TAIWAN JANGAN PILIH MERDEKA ** JEMAAH HAJI ADAKAN WUKUF DI ARAFAH ** GUS DUR INGIN BENTUK KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI ** IMF AKAN TINJAU KEMBALI PINJAMAN KEPADA RI ** MANTAN KEPALA POLISI MALAYSIA DIVONIS DUA BULAN * MENGAPA JAKSA AGUNG TIDAK BERANI MENGENAKAN TAHANAN RUMAH KEPADA SOEHARTO? INTRO: Mungkin inilah rapat kerja DPR yang paling mengecewakan. Komisi II DPR yang membidangi hukum dan otonomi daerah, dalam pertemuan dengan Jaksa Agung, menuduh Marzuki Darusman tidak mampu mengusut dugaan KKN Soeharto, dan sebaiknya dia diganti. Hanjoyo Putro, salah seorang anggota komisi II, mengajurkan agar Suharto segera dikenakan tahanan rumah. Mengapa ? Hanjoyo Putro [HPB]: Alasannya jelas: supaya jangan merasa dia masih presiden. Dia kan sudah tersangka. Dan dia susah diperiksa gitu. Dan di sampingnya juga dia masih ada body guard (pengawal pribadi, Red). Supaya diadakan tahanan, supaya dia tidak bisa berhubungan dengan kroni-kroninya. Radio Nederland [RN]: Bagaimana tanggapan Jaksa Agung ketika usulan ini disampaikan oleh DPR? HP: Dia tidak jawab dengan tegas. Artinya ngambang-ngambang saja. Saya rasa dia nggak mampu lagi jadi Jaksa Agung ini, karena dia merasa ada beban begitu. Dia masih merasa dia itu sebagai fungsionaris Golkar dan Pak Harto masih sebagai pembina. Tampaknya demikian. RN: Dalam penjelasan Jaksa Agung apakah memang ada kendala yang serius hingga dia belum bisa mengambil tindakan terhadap Soeharto? HP: Dia nampaknya nggak berani terus terang, tapi hanya ngambang-ngambang saja. Saya rasa dia nggak mampu lagi dia ini, baik terhadap Soeharto maupun kroni-kroninya. RN: Padahal masyarakat sudah menunggu bagaimana tindak lanjutnya? HP: Bukan hanya menunggu. Istilahnya sudah bosa dengan politik mengambang ini. Floating ini namanya. RN: DPR juga menyampaikan keluhan serupa kepada Jaksa Agung? HP: Ya, sama. Semua sepakat Komisi II itu supaya dia harus jelas, harus tegas dan harus benar-benar berdasarkan hukum secepatnya menangani seluruhnya, baik itu Soeharto maupun kroni-kroninya. RN: Anda menganjurkan hal ini tentu punya alasan. Apakah hanya semata-mata karena pencabuan SP3 terhadap Soeharto? HP: Tidak. Tidak hanya itu. Supaya bisa tuntas. Kalau selama ini hanya dibiarkan saja, tidak dikenakan tahanan rumah dan juga bisa berhubungan bebas dengan pihak lain, saya rasa sulit untuk diperiksa dia ini. RN: Apa lagi katanya karena kendala kesehatan. Bagaimana hasil pemeriksaan di rumah sakit RSCM? HP: Sampai sekarang pun belum jelas. Inilah yang saya lihat sekarang ini. Soeharto itu masih mengandalkan kepada kekuatan-kekuatan tertentu lainnya. Dan Jaksa Agung pun belum berani bertindak. Di sampingnya juga pengacara-pengacara dia terlalu dimanjakan. RN: Lalu tindak lanjut DPR apa? HP: Ya, harus diganti dia. Diganti dengan orang yang benar-benar tidak ada beban. Orang yang benar-benar profesionallah, dalam soal penuntutan hukum ini. Dia tidak ada latar belakang untuk itu. RN: Kalau begitu kembali kepada pergantian individu di Jaksa Agung, begitu maksudnya? HP: Betul. Saya rasa dia tidak ngga mampu lagi itu. RN: Tetapi apakah memang semata-mata karena faktor Jaksa Agung bukan karena pengaruh Soeharto sendiri yang masih kelihatan sangat kuat? HP: Ya saya rasa mungkin karena ini ada korelasi antara pribadi Jaksa Agung dengan Pak Harto tempo dulu, sehingga tidak berani tegas. RN: Yang jelas usulan ini kan sangat menohok Jaksa Agung ya. Bagaimana tanggapan konkret dia setelah usulan disampaikan? HP: Ya nggak tegas itu, ndak jelas. Hanya dari sudut pandang dia saja, hanya ngambang-ngambang saja. RN: Berarti pertemuan kemarin tidak memuaskan ya Pak Putro? HP: Sangat tidak memuaskan. Semua tidak puas. Bahkan di dalam kesimpulannya diharapkan supaya dia lebih tegas, dan jelas arahnya gitu lho. RN: Sementara orang mengatakan Marzuki Darusman sulit mengambil tindakan untuk penegakan keadilan di lembaganya justru karena orang-orang di bawah dia itu masih orang-orang Orde Baru. HP: Ada pengaruhnya itu. Bahkan dia sendiri bilang bahwa di sekelilingnya ada semantara bromocorah-bromocorah ini. RN: Tindak lanjut dari pertemuan dengan Jaksa Agung Marzuki Darusman ini apakah nanti akan diteruskan kepada Presiden karena yang mengusulkan untuk menggantikan bukan DPR? HP: Ndak. Tetap pengawasan kita lakukan. Harus kita tindaklanjuti terus sejauh mana ini, ya, hasil dari rapat kerja kemarin itu. Kita harus tinjau terus. Kita kalau memang sudah ngga mampu lagi, memang kita usulkan supaya diganti saja. RN: Kembali kepada alasan utama sehingga DPR mengusulkan Soeharto segera dikenakan tahanan rumah. Apa saja alasan konkretnya? HP: Alasan konkret supaya dia gampang diperiksa dan jangan ada pengaruh lagi seolah dia itu masih presiden gitu lho. Supaya benar-benar dia itu sebagai tersangka. Demikian Hanjoyo Putro, salah seorang anggota komisi II DPR RI. * TOPIK GEMA WARTA: MENGAPA GUS DUR TETAP MEMPERTAHANKAN BAIS DAN KOPASSUS? MENGAPA GUS DUR TETAP MEMPERTAHANKAN BAIS DAN KOPASSUS? Ada empat pangdam yang akan dicopot dan diganti dengan perwira yang baru dalam waktu dekat ini. Pencopotan ini berkait dengan sinyalemen Presiden KH Abdurrahman Wahid tentang adanya Pangdam yang berusaha mempreteli kekuasaannnya. Harian Berita Buana menyebut nama-nama yang akan diganti itu ialah Pangdam Brawijaya Mayjen Sudi Silalahi, Pangdam Diponegoro Mayjen Bibit Waluyo, Pangdam Jaya Mayjen Ryamizard Ryacudu dan Pangdam Siliwangi Mayjen Slamet Supriyadi. Berikut kami bacakan laporan rekan Djohan Talisipat yang dikirimnya dari mabes TNI di Cilangkap: Berbeda dengan Soeharto yang tertutup maka Presiden Abdurrahman Wahid, sama halnya dengan presiden pertama Soekarno, gemar berbicara dengan pers. Kemarin dalam jumpa pers di Bina Graha, bekas kantor Soeharto, Gus Dur kembali mengemukakan beberapa hal menarik untuk diberitakan. Di antaranya soal pangdam, Kopassus dan Bais. Meski dibangun oleh Soeharto namun presiden kedua itu tidak pernah berbicara dengan pers di gedung yang angker itu. Habibie pun kurang memanfaatkan tempat tersebut. Tetapi Gus Dur seolah meniru-niru Presiden Amerika Bill Clinton rajin memamerkan kecerdasannya dalam menanggapi pelbagai isyu yang beredar di masyarakat. Sehari sebelumnya, Presiden juga sudah berbicara di depan kamera TVRI dalam acara Secangkir Kopi Bersama Gus Dur. Waktu itu beberapa pernyataannya di seputar TNI, akan membuat beberapa perwira TNI terperangah. Gus Dur mengatakan bahwa ada pangdam-pangdam yang mau memreteli pemerintah. Tetapi kemarin dengan entengnya ia mengatakan bahwa yang ia maksudkan bukanlah Pangdam Jaya dan Pangdam Pattimura. "Yang saya maksudkan bukan Jakarta dan bukan Ambon", katanya menjawab pertanyaan wartawan. Presiden yakin semua tentara sadar bahwa dalam jangka panjang kalau ingin meneruskan kariernya, lebih baik meneruskan kebijakan pemerintah. Jakarta sampai saat ini aman-aman saja, katanya. Pada kesempatan itu Gus Dur mengesampingkan desakan 35 LSM Amerika Serikat supaya Kopasus dan Bais dibubarkan saja. Presiden berpendapat kedua bagian TNI ini masih diperlukan. Para wartawan pun tahu bahwa akhir-akhir ini Gus Dur membina hubungan langsung baik dengan pimpinan Kopassus maupun Bais. Bahkan Gus Dur pernah mengunjungi salah satu batalyon dari 11 Batalyon yang ada dalam lingkup Pasukan Baret Merah ini. Sejumlah perwira pensiunan, di antaranya mantan Pangkostrad Letjen Purnawirawan Kemal Idris, pernah menganjurkan agar Kopassus dirampingkan. Bahkan ada yang minta agar Kopassus dikembalikan pada kekuatan semula yaitu hanya satu batalyon saja. Sedangkan Bais memang masih diperlukan tetapi cukup untuk memantau ke dalam tubuh TNI saja, jangan-jangan ada keinginan perwira muda untuk melakukan kudeta. Pada zaman Bung Karno intelijen militer hanya terbatas pada Suad I dan belakangan Pusintelstrad. Yang banyak berperan ketika itu adalah justru intelijen Corps Polisi Militer. Intelijen angkatan darat beroperasi ketika menghadapi Belanda di Irian Barat dan memata-matai Inggris dan Malaysia ketika terjadi konfrontasi. Baru setelah Benny Moerdani kembali dari Korea Selatan pada tahun 1974 peran intelijen militer dikembangkan melebihi Bakin yang merupakan lembaga sipil. Bakin selepas Yoga Sugama dan Sutopo Yuwono akhirnya menjadi salah satu gerbongnya Bais. Selain melapor langsung kepada Pangab, Bais juga punya jalur langsung ke Presiden. Dana-dana Bais menjadi sangat tak terbatas dan meluas sampai ke daerah-daerah. Setiap Asisten Intelijen di Kodam-Kodam diharuskan melapor langsung ke Bais. Bahkan mereka harus memata-matai Pangdamnya sendiri. Kapal-kapal ikan asing yang ditahan ALRI di perairan Indonesia selalu dibebaskan oleh Bais karena pengusaha-pengusahanya menyetor iuran langsung kepada Benny Moerdani. Setiap Asisten Intel Kodam juga diberi wewenang menggerakkan pasukan di daerah-daerah. Mereka punya persenjataan dan peralatan telekomunikasi yang sangat canggih. Praktis wilayah DOM di Aceh dikendalikan langsung oleh pihak Bais di bawah kepemimpinan Benny Moerdani, Sutaryo dan dikemudian hari oleh Zacky Anwar Makarim. Semuanya dari Kopassus. Detasemen 81 yang di BKO-kan ke Bais, semuanya juga dari Kopassus. Pasukan ini pernah dipimpin oleh Luhut Panjaitan dan Prabowo Subianto. Maka tidaklah mengherankan jika golongan-golongan yang kritis mudah diinfiltrasi, dipantau dan diintimidasi, baik dengan alat senjata maupun dengan bujukan uang. Mulai dari mahasiswa, camat, anggota DPR sampai Menteri saat itu masuk dalam cengkeraman organisasi oktopus intelijen penopang Soeharto itu. Sejak kliknya Benny Moerdani berkuasa hampir di semua lembaga sipil yang strategis ada orang dari korps intel ataupun dari Kopassus. Umumnya mereka loyal kepada keluarga Soeharto. Kini jika DPR tidak waspada maka aparat Soeharto yang ingin meniru-niru intelijen luar negeri seperti Savak, KGB, dan Stasi itu bisa menjadi alatnya Gus Dur. Ketiga aparat penindas di luar negeri itu, dahulu benar-benar bisa di restrukturisasi setelah diserbu massa demonstran dan dibongkar arsip-arsip yang berlumuran darah itu. Sekarang pun banyak arsip yang sudah raib. Termasuk arsip mengenai kasus pembunuhan di Banyuwangi dan penculikan mahahasiswa kata seorang Mayjen TNI. * Menteri Luar Negeri Belanda Jozias van Aartsen dalam pembicaraannya dengan sejawatnya dari Rusia Igor Ivanov mengkrtitik pedas tindakan Rusia di Chechnya. Menurut Van Aartsen di sana terjadi pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan yang tidak proporsional lagi. Van Aartsen mengusulkan pengiriman misi dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa OSCE untuk mengadakan penyelidikan di kawasan yang memberontak itu, tetapi Ivanov tidak setuju. Van Aartsen berada di Rusia dalam rangka kunjungan dua hari. Kemarin ia mengatakan akan memberi bantuan sekitar tiga juta dolar kepada Rusia untuk membereskan intalasi nuklir. Belanda juga menyediakan dana setengah juta dolar untuk melatih para hakim, pengacara dan jaksa Rusia di bidang hak asasi manusia. * Tiga hari menjelang pemilu di Taiwan, Perdana menteri Cina Zhu Rongji kembali memperingatkan rakyat Taiwan agar jangan memilih calon presiden yang menghendaki kemerdekaan wilayah itu. Zhu meminta elektorat Taiwan agar melakukan pilihan yang tepat. Kalau tidak, saya khawatir mereka akan menyesal, tegas Zhu. Salah seorang calon pemilu yang dijadwal Sabtu mendatang adalah pemimpin oposisi Chen Shui-bian yang partainya memperjuangkan kemerdekaan Taiwan. Cina sudah berkali-kali mengancam perang, kalau Taiwan tetap mau merdeka. Beijing menganggap pulau itu sebagai propinsi yang membangkang. Perdana Menteri Zhu juga memperingatkan Amerika Serikat agar tidak campur tangan. Oleh karena itu Amerika sekarang mengadapi dilema. Dari dulu Amerika mendukung Taiwan, tetapi untuk kepentingan ekonomi juga ingin berteman baik dengan Beijing. * Jemaah haji adakan acara puncak ibadah haji. Sekitar dua juta umat Islam, lebih dari separo berasal dari luar Arab Saudi, mengadakan wukuf di Padang Arafah. Sampai sekarang perjalanan menuju Padang Arafah berjalan lancar tanpa insiden yang berarti. Arab Saudi mengalokasikan dana jutaan dolar untuk menjamin keselamatan para jemaah haji. Pemerintah Saudi meningkatkan tindakan keamanan setelah terjadi kebakaran yang menewaskan 340 orang jemaah tiga tahun lalu. * GUS DUR INGIN BENTUK KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI Presiden Abdurrahman Wahid mengusulkan untuk membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Nasional, seperti di Afrika Selatan. Komisi ini bertugas menyelidiki kudeta militer tahun 1965 di bawah pimpinan Jenderal Soeharto yang menggulingkan Soekarno. Kudeta ini disertai dengan pembunuhan massal yang menewaskan ratusan ribu warga. Dengan mengungkapkan masa lalu, menurut Gus Dur, maka lempanglah jalan menuju rekonsiliasi nasional. Gus Dur juga menyebutkan kasus-kasus lain dalam sejarah yang sampai sekarang dampaknya masih bisa memecah belah bangsa Indonesia. Sementara itu Gus menuding Gerakan Atjeh Merdeka, GAM, melancarkan serangkaian serangan di Aceh, karena sudah putus asa akibat semakin berkurangnya dukungan. Gus Dus juga yakin kemelut di Serambi Mekkah itu akan segera berakhir. Namun para kritisi mengatakan, rasa optimis Gus Dur itu tidak berdasar. Karena tidak ada bukti bahwa keadaan di Aceh membaik. * IMF AKAN TINJAU KEMBALI PINJAMAN KEPADA RI Dana Moneter Internasional IMFakan mempertimbangkan untuk meninjau kembali pinjamannya kepada Indonesia, kalau pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid tidak menyelesaikan skandal Bank Bali dengan tuntas. Demikian tegas John Dodsworth, wakil IMF di Jakarta kepada harian Inggris The Financial Times Rabu ini. IMF tidak puas dengan cara pengusutan para tersangka dalam kasus Bank Bali. Tahun lalu IMF dan pengucur dana luar negeri lainnya menunda pinjamannya kepada RI setelah terjadi kasus Bank Bali. Bank Bali dituduh menyalahgunakan dana BLBI untuk membeayai kampanye Presiden BJ Habibie. Menurut desas-desus dalam pemerintahan Gus Dur sendiri ada orang yang terlibat menerima dana tersebut. Februari lalu IMF mencairkan kembali dananya. Indonesia dikucuri dana 5 milyar dolar selama tiga tahun. Sebagai syarat IMF menuntut agar para tersangka skandal Bank Bali diusut tuntas. Namun minggu lalu Djoko Tjandra, salah seorang tertuduh, dibebaskan oleh pengadilan. Indonesia sangat tergantung dengan bantuan luar negeri. Separo dari defisit anggaran dibeayai dengan pinjaman luar negeri. * MANTAN KEPALA POLISI MALAYSIA DIVONIS DUA BULAN Mantan Kepala Polisi Malaysia Abdul Rahim Noor divonis hukuman penjara dua bulan karena menyiksa mantan wakil perdana menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Abdul Rahim Noor mengaku menendang dan memukuli Anwar Ibrahim setelah Anwar tertangkap saat demonstrasi pada 1998. Mantan Kepala Polisi Malaysia, yang juga dikenai denda itu, sudah dibebaskan atas uang jaminan sementara menunggu keputusan pengadilan banding nanti. Kelompok oposisi Malaysia menilai hukuman itu terlalu ringan dan kembali meragukan kenetralan pengadilan. Anwar sendiri tahun lalu divonis hukuman enam tahun penjara atas tuduhan menyalahgunakan kekuasaan ketika masih duduk di pemerintahan. Selain itu mantan wakil perdana menteri Malaysia ini dituduh melakukan hubungan homoseksual. Namun Anwar menampik semua tuduhan dan menganggap dirinya sebagai korban komplot politik. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Mar 2000 jam 04:55:24 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
