---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- MAYJEN SLAMET SUPRIADI CALON KOMANDAN KODIKLAT JAKARTA, (TNI Watch! 25/3/2000). Media cetak akhir-akhir ini sedang gencar memberitakan tentang rencana dimutasikannya tiga Pangdam di Jawa, masing-masing adalah Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Slamet Supriadi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bibit Waluyo, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sudi Silalahi. Berarti yang "lolos" hanya Pangdam Jaya Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu. Digesernya ketiga Pangdam tersebut, kabarnya masih terkait dengan rasa kesal Presiden Abdurrahman Wahid, sehubungan adanya Pangdam di Jawa yang berusaha mreteli kekuasaannya. Sebenarnya tidak ada Pangdam di Jawa (maupun di luar Jawa), yang bermaksud kurang baik kepada Bapak Presiden. Entah Gus Dur mendapat "bisikan" dari mana, tiba-tiba saja memiliki kekhawatiran yang "aneh" terhadap TNI. Presiden kita memang orang hebat, namun bukan berarti tidak bisa berbuat salah. Berbuat kesalahan adalah sesuatu yang manusiawi. Mungkin kali ini Presiden kita sedang "salah" dalam menyikapi TNI-AD. Soal pergeseran Pangdam di Jawa, ada benarnya juga, cuma tidak sebanyak itu. Pergeseran sepertinya hanya terjadi pada Pangdam III/Siliwangi dan Pangdam IV/Diponegoro. Mutasi mereka itu pun lebih karena persoalan administratif, artinya memang sudah waktunya untuk diganti. Bukan karena alasan politis, seperti mengakomodasi rasa kesal Bapak Presiden. Terlebih sinyalemen Gus Dur tersebut juga tidak akurat, jadi bagaimana mengakomodasinya? Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Slamet Supriadi bahkan akan dipromosikan pada posisi "Bintang Tiga" (Letnan Jenderal), yaitu sebagai Komandan Komando Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) Angkatan Darat di Bandung. Mayjen TNI Slamet akan menggantikan Letjen TNI Sumardi, yang akan diproyeksikan sebagai Komandan Sesko TNI. Letjen TNI Sumardi disiapkan, seandainya Letjen TNI Djaja Suparman ngambek dan tidak bersedia menempati pos barunya sebagai Komandan Sesko TNI, seperti yang pernah terjadi pada Letjen TNI Prabowo Subianto. Sedang pos yang baru bagi Mayjen TNI Bibit Waluyo, masih belum ada kepastian. Jabatan Komandan Kodiklat memang sudah waktunya untuk diganti, karena Letjen TNI Sumardi berada di pos itu, sudah sekitar dua tahun. Waktu yang cukup lama, untuk sebuah posisi militer. Sebagaimana diketahui, pos ini sebelumnya "disiapkan" untuk mantan Kasum TNI Letjen TNI Suadi Marassabessy. Namun, Letjen TNI Suadi Marassabessy tampaknya sudah putus asa atas karirnya di tentara, hingga ia menolak pos barunya tersebut. Waktu itu Letjen Suadi beralasan, ia tidak mau menggeser seniornya (Letjen Sumardi, Akmil 1970) yang masih menjabat Komandan Kodiklat. Alasan Letjen Suadi sungguh tidak logis, karena mutasi di militer adalah hal biasa, tanpa melihat senior atau junior, asalkan mampu dan dipercaya atasan. Karena mutasi di kalangan militer Indonesia, sejak dulu tidak terpaku pada pola "urut kacang". Promosi bagi Mayjen Slamet Supriadi sebagai Komandan Kodiklat merupakan keputusan yang tepat. Karena Mayjen TNI Slamet Supriadi adalah perwira yang hebat dan pengalaman penugasannya beragam. Juga di bidang pendidikan, Mayjen Slamet selalu berprestasi. Slamet Supriadi adalah lulusan terbaik Akmil tahun 1970, jadi Slamet adalah penerima penghargaan Adhi Makayasa, perlambang lulusan terbaik taruna Akmil. Prestasi serupa, diulangi lagi ketika Slamet Supriadi mengikuti Sesko TNI (dahulu Sesko ABRI) dan Kursus Reguler Lemhanas Tahun Ajaran 1996-1997. Di masa lalu karir Slamet Supriadi memang sempat "macet", selepas menjadi ajudan Pangkopkamtib Laksamana Soedomo. Sebagaimana kita tahu Soedomo adalah petinggi TNI yang kualitasnya kurang bagus (tegasnya bodoh). Perwira yang pernah bekerja pada pada Soedomo, yang terkena getahnya, karena dianggap kualitasnya sama dengan mantan boss-nya. Padahal Slamet Supriadi bukan tipe perwira yang disangkakan orang pada Soedomo. Jadi karir Slamet "macet", semata-mata karena ia bernasib naas, karena ditempatkan sebagai ajudan Soedomo. Bukan karena kemampuan dan kualitas yang kurang. Karirnya mulai cerah kembali, ketika ia ditarik oleh Jenderal Benny Moerdani ke BAIS. Pernyataan ini jangan dibaca: dengan begitu Pak Slamet orangnya Pak Benny dong. Bukan begitu, Slamet Supriadi adalah perwira profesional, yang loyal pada siapapun yang menjadi atasannya. Pak Slamet memang perwira yang piawai di bidang intelijen. Setelah di BAIS, ia mulai ditugaskan di bidang teritorial, dengan menjadi Komandan Kodim Jakarta Timur. Setelah itu ditarik ke Markas Kodam Jaya, sebagai Wakil Asintel Kasdam Jaya, hingga menjadi Asintel Kasdam Jaya. Slamet Supriadi menjadi Asintel, menggantikan teman sekelasnya di Akmil, yaitu Kol Inf Zacky Anwar Makarim. Dalam hal kemampuan di bidang intelijen, antara Slamet Supriadi dan Zacky Anwar, boleh dibilang setara. Setelah bertugas di Kodam Jaya, Slamet Supriadi ditarik ke Markas Kodam IV/Diponegoro, sebagai Assospol Kasdam IV/Diponegoro. Kemudian dipromosikan sebagai Komandan Korem 074/Warastratama di Solo. Selepas menjadi Danrem di Solo itulah, Kol Inf Slamet Supriadi memperoleh promosi sebagai jenderal, ketika diangkat sebagai Kapuspen ABRI menggantikan Mayjen TNI Amir Syariffudin, pada 4 Maret 1997. Sejak itu sebutan resminya menjadi Brigjen TNI Slamet Supriadi. Tiga tahun kemudian (jadi hari-hari sekarang ini), karir jenderal asal Purwokerto itu masih berkibar. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. - -------------------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Mar 2000 jam 05:34:26 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
