----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

POLDA JATIM BELOKKAN KASUS MARSINAH

        SURABAYA, (SiaR, 25/3/2000). Koordinator Tim Kecil Kasus Marsinah
DPRD Jatim Drs Djarot Syaiful Hidayat MS menilai tim penyidik Polda Jatim
masih berupaya membelokkan kasus Marsinah terhadap skenario pertama, yaitu
tetap meyakini keterlibatan para mantan terdakwa. "Kalau itu yang terjadi,
pengungkapan kasus Marsinah ini akan sia-sia. Upaya itu sudah kami tentang
habis-habisan dalam pertemuan di Shangri-La kemarin," kata Djarot sebelum
mengikuti Sidang Paripurna DPRD Jatim, Kamis (23/3) siang tadi.

        Djarot yang didampingi anggota tim kecil Marsinah lainnya, Saleh
Ismail Mukadar dan Sabron Djamil Pasaribu SH juga mengatakan, penyidik Polda
Jatim hingga saat ini belum mampu menemukan pelaku pembunuhan Marsinah. Juga
belum mampu mengungkap di mana lokasi Marsinah dianiaya, apakah di Kodim
Sidoarjo, di rumah Yudi Susanto di Jl. Puspita Surabaya, ataukah di tempat
lain.

        Mengenai lambatnya pemeriksaan terhadap anggota TNI AD yang diduga
mengetahui kasus Marsinah, dalam pertemuan itu menurut Djarot sudah ada
kesepakatan tim dari POM Dam V/Brawijaya segera melakukan pemeriksaan
terhadap seluruh anggota TNI yang diduga mengetahui kasus tersebut.

     Ditanya hasil yang telah dicapai tim kecil yang dipimpinnya, Djarot
yang juga Ketua Komisi A DPRD Jatim mengatakan, tetap akan memberikan
laporan hasil investigasinya pada akhir Maret mendatang.

     "Namun bila hasil pada akhir Maret itu belum memuaskan, nanti bisa saja
kita memperpanjang waktu. Yang jelas, komitmen DPRD Jatim tetap seperti
semula, yaitu membantu terungkapnya kasus Marsinah," lanjut dia.

     Saleh Ismail Mukadar ditemui seusai menghadiri gelar perkara di Hotel
Shangri-La, Rabu (22/3) siang, mengatakan, meski belum sepenuhnya memuaskan,
namun langkah tim gabungan kasus Marsinah III dinilai ada kemajuan. Salah
satunya, sudah memanggil teman-teman terdekat Marsinah sebagai saksi.

     Dari tiga teman dekat Marsinah itu diperoleh kasaksian, bahwa Marsinah
sebelum meninggal dunia sempat ke Kodim Sidoarjo. Fakta ini sebenarnya
memang bukan hal baru. Tetapi hal itu tidak pernah terungkap sebagai
kesaksian resmi pada penyidikan kasus Marsinah I dan II. "Hasil evaluasi
satu bulan pertama ini memang belum sepenuhnya memuaskan. Tetapi kami tidak
menutup mata bahwa ada beberapa kemajuan, khususnya tentang kehadiran
Marsinah di Kodim," katanya.

     Saleh Mukadar sendiri tidak bersedia merinci apa saja yang membuatnya
tidak puas terhadap hasil kerja tim gabungan kasus Marsinah III. Ia hanya
mengatakan, jalannya penyidikan terasa lambat.

     "Secara keseluruhan tidak ada perbedaan yang terlalu prinsipil dengan
temuan tim kecil DPRD Jatim. hanya saja kerja mereka terasa lambat," kata
Saleh.

     Seperti diberitakan, setelah bekerja selama satu bulan, tim gabungan
kasus Marsinah III menggelar kasus pembunuhan buruh PT Catur Putra Surya
(CPS) di Hotel Shangri-La. Dalam gelar perkara ini hadir, Wakil Komandan
Reserse Mabes Polri, anggota Komnas HAM, Komnas Perempuan dan Anggota DPRD
Jatim.

     Dalam pertemuan itu tim gabungan yang punya target melakukan penyidikan
selama tiga bulan, juga meminta masukan dari peserta gelar perkara. Dalam
dialog itulah terungkap, saran bagi tim gabungan untuk memanggil Yayasan
Arek sebagai saksi. Yayasan Arek sendiri merupakan LSM yang melakukan
advokasi terhadap buruh PT CPS. ***

- --------------------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Mar 2000 jam 06:25:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke