---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 28 April 2000 MENEG LH SONNY KERAF: PEMERINTAH TAK BERNIAT TUTUP PT FREEPORT New York, 28/4 (ANTARA) - Menteri Negara Lingkungan Hidup Sonny Keraf menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berniat menutup PT Freeport Indonesia, ataupun melakukan diskriminasi terhadap perusahaan- perusahaan Amerika Serikat yang melakukan investasi di Tanah Air. "Tidak ada diskriminasi, ini murni persoalan lingkungan. Jadi bukan soal perusahaan Amerikanya. Perusahaan asing manapun, kalau sudah menyangkut kerusakan lingkungan, sikap kita tegas," katanya menjawab pertanyaan ANTARA di New York, Kamis malam (Jumat pagi WIB), mengenai audit lingkungan dan kontrak karya PT. Freeport Indonesia. Dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang dipimpin oleh Konsul Jenderal RI di New York I Gusti Ngurah Swetja, Meneg LH selanjutnya mengatakan sekarang ini telah dibentuk tim lintas sektoral untuk meneliti kasus kerjasama perusahaan pertambangan Amerika Serikat di Papua Barat itu. Tim tersebut akan merampungkan tugasnya pada bulan Juni. Baru setelah itu akan diambil keputusan apakah kontrak karya PT Freeport akan ditinjau kembali atau ditambah ketentuan baru untuk melengkapi kontrak karya yang sudah ada. Yang jelas, katanya, pemerintah Indonesia tidak berniat untuk menutup PT. Freeport. "Kita berharap PT. Freeport melakukan `community development` atas penduduk lokal dan lebih memperhatikan masalah lingkungan hidup. Ini supaya audit lingkungan perusahaan itu memenuhi standar internasional," katanya. Untuk itu, Sonny meminta Dubes RI di Washington dan Konsulat Indonesia di Amerika untuk melobi Senat dan Kongres AS supaya ada tim ahli lingkungan AS sendiri datang memeriksa PT.Freeport. Moffet arogan Meneg Sonny mengakui pihaknya ada sedikit masalah dengan CEO Freeport McMoran Inc. (induk perusahaan Freeport Indonesia yang bermarkas di New Orleans, AS) Jim Bob Moffet. Sewaktu Sonny baru diangkat jadi Menteri LH dalam kabinet Gus Dur, Moffet datang ke Jakarta dan berusaha untuk menemuinya. Namun karena merasa belum mengetahui persis persoalan PT.Freeport, Sonny menolak permintaan bertemu yang diajukan salah satu CEO bergaji termahal di Amerika Serikat itu. Oleh karena permintaannya ditolak, Moffet merasa Menteri LH yang baru ini terkesan menghindarinya. Lalu Moffet menghubungi Menteri BUMN Laksamana Sukardi supaya bisa dipertemukan dengan Sonny. "Akhirnya, karena teman yang meminta, saya akhirnya ketemu Moffet. Saya kurang simpati sama Moffet, karena dia terkesan arogan," cerita Sonny. Waktu pertemuan yang juga dihadiri beberapa pejabat lainnya itu berakhir, Moffet minta waktu dua menit untuk bicara empat mata dengan Meneg LH. "Saya bilang, tidak perlu. Kita sudah bicara," tegas Sonny. Rupanya Moffet yang terkesan kecewa melapor kepada Dubes AS di Jakarta. Sang Dubes lalu menemui Sonny dan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia terkesan melakukan diskriminasi terhadap perusahaan-perusahaan AS, seperti PT.Freeport dan Newmont. "Saya katakan, tidak ada diskriminasi. Kita bersikap keras terhadap Freeport dan Newmont, itu karena soal lingkungan. Perusahaan asing lainnya juga kita perlakukan sama kalau sudah menyangkut lingkungan. Bukan karena AS-nya," tutur Sonny. (U.LNY01/RND01/28/04/:0 10:32) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 May 2000 jam 05:27:27 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
