---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 04 Mei 2000 15:10 UTC ** PEMERINTAH DAN GAM AKAN TANDATANGANI PERSETUJUAN GENCATAN SENJATA ** TENTARA CEGAH LASKAR JIHAD MASUK HALMAHERA ** GEMPA BUMI DI KEPULAUAN BANGGAI, SULAWESI TENGAH ** ABU SAYYAF MEMBAGI SANDERA DALAM KELOMPOK-KELOMPOK KECIL ** TOPIK GEMA WARTA: RI DAN GAM AKAN TANDATANGANI GENCATAN SENJATA: AKANKAH KEKERASAN DI AECH BERAKHIR? ** TOPIK GEMA WARTA: PARA EKS-TAPOL MINTA KEMBALI 5000 RUMAH DAN GEDUNG YANG DISITA * PEMERINTAH DAN GAM AKAN TANDATANGANI PERSETUJUAN GENCATAN SENJATA Pemerintah Indonesia dan Gerakan Atjeh Merdeka, GAM akan menandatangani persetujuan gencatan senjata tanggal 12 Mei mendatang di Jenewa, Swis. Demikian Menteri negara urusan Hak Asasi Manusia, Hasballah Saad. Setelah penandatanganan gencatan senjata akan dimulai perbaikan situasi ekonomi di Aceh dan dialog politik. Presiden Abdurrahman Wahid menjanjikan hak otonomi luas kepada Aceh, sedangkan GAM menuntut dilangsungkannya referendum seperti di Timor Timur. Dalam 25 tahun terakhir ribuan orang tewas akibat pertikaian di Aceh. * TENTARA CEGAH LASKAR JIHAD MASUK HALMAHERA Kamis ini di Pulau Ternate, Maluku Utara, empat orang tewas dan 17 lainnya cedera dalam pertikaian antara tentara dengan kelompok muslim "Laskar Jihad". Pertikaian ini sebenarnya dimulai Rabu malam kemarin, ketika tentara mencoba mencegah anggota "Laskar Jihad" untuk menyeberang ke Pulau Halmahera. Sebelumnya kelompok ini menyatakan akan mengirim sukarelawan ke Maluku untuk berjihad melawan warga Kristen. Para anggota telah mendapat latihan militer 10 hari di dekat ibukota Jakarta, bulan lalu. Polisi Ternate menolak memberikan rincian, dan menyatakan situasi sudah terkendalikan. * GEMPA BUMI DI KEPULAUAN BANGGAI, SULAWESI TENGAH Sedikitnya lima orang tewas akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 pada skala Richter di Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis ini. Tiga orang lainnya cedera berat. Puluhan rumah tinggal dan gedung-gedung lainnya hancur. Sampai sekarang pemerintah setempat belum mengetahui berapa besar kerugian. Gempa ini dirasakan pertama kali Kamis subuh di pusat Pulau Peleng. Menurut kantor berita Antara kerusakan terbesar disebabkan angin topan tsunami, yang menyebabkan gelombang-gelombang tinggi. Selanjutnya sejumlah pulau kecil diberitakan tenggelam ke dasar laut. * ABU SAYYAF MEMBAGI SANDERA DALAM KELOMPOK-KELOMPOK KECIL Kelompok pemberontak Abu Sayyaf yang menyandera 21 turis asing di Pulau Jolo, Filipina Selatan, membagi-bagi para sandera dalam sejumlah kelompok kecil di berbagai tempat untuk mencegah agar tentara Filipina tidak bisa mengepung mereka. Presiden Filipina Joseph Estrada menjanjikan masyarakat internasional untuk secepat mungkin mengakhiri aksi ini. Sebelumnya tentara Filipina menembak mati salah seorang pemimpin gerakan tersebut. Sementara itu dalam aksi militer di Pulau Basilan, empat orang penculik diberitakan tewas. Di pulau ini kelompok Abu Sayyaf menahan 27 warga sipil, sebagian besar pelajar. Menurut tentara Filipina 15 orang sandera berhasil dibebaskan, dan delapan orang lainnya masih belum ditemukan. Empat penculik diberitakan tewas. Selanjutnya Front Pembebasan Islam Moro, dituduh bertanggung jawab atas dua ledakan bom di Pulau Mindanao, Filipina Selatan, Rabu kemarin yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya. * TAHAP TERAKHIR PEMBICARAAN KERANGKA PERSETUJUAN ISRAEL-PALESTINA Utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah Dennis Ross sangat meragukan apakah delegasi Israel dan Palestina bisa mencapai kerangka persetujuan perdamaian dalam dua minggu mendatang, seperti yang telah disepakati sebelumnya. Tetapi ditambahkan perundingan antara kedua belah pihak telah mencapai tahap menentukan. Dennis Ross menyatakan hal ini Rabu lalu setelah berbicara dengan juru runding Palestina dan Israel, yang berada di kota pelabuhan Eilat sejak Ahad lalu. Keduanya mencoba mencapai kesepakatan baru bagi persetujuan perdamaian menyeluruh, yang harus selesai bulan September mendatang. Di dalamnya harus ditetapkan status kota Yerusalem dan nasib wilayah pendudukan Yahudi. Menurut rencana Ross akan berbicara dengan Perdana menteri Israel Ehud Barak dan Pemimpin Palestina Yasser Arafat, Kamis ini. * SRILANGKA MEMBERLAKUKAN UU DARURAT Pemerintah Srilangka memberlakukan undang-undang darurat perang. UU ini melarang semua kegiatan yang dapat membahayakan keamanan negara. Selain itu pemerintah Srilangka dapat menyita harta milik seseorang, melarang penerbitan media cetak serta memobilisasi warga sipil. Selanjutnya pemerintah Kolombo melarang aksi-aksi mogok dan demonstrasi, serta menyediakan dana tambahan untuk berperang melawan kelompok Macan Tamil di Semenanjung Jaffna. Beberapa minggu terakhir tentara Srilangka berulang kali dipukul mundur oleh pemberontak Macan Tamil, yang sudah 17 tahun memperjuangkan kemerdekaan di Jaffna. * PENDUDUK LONDON MEMILIH WALIKOTA BARU Lebih dari lima juta penduduk ibukota Inggris London, Kamis ini memilih walikota dan anggota dewan kota madya baru. Untuk pertama kali dalam sejarah London mendapat walikota terpilih. Dalam 14 tahun terakhir ibukota Inggris tidak mempunyai dewan kota madya pusat. Mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher memecah belah kekuasaan lewat sejumlah dewan kota tahun 1986, karena takut London dikuasai pihak progresif. Perdana Menteri yang sekarang, Tony Blair mengembalikan kekuasaan dewan pusat, tetapi akibatnya malah mengancam balik dirinya. Favorit terbesar jabatan walikota adalah calon independen beraliran kiri, Ken Livingstone, dikenal dengan nama "Ken Merah", yang sebelumnya keluar dari Partai Buruh dan menyatakan menentang Blair. Juga di Wales dan Engeland dilangsungkan pemilu kota madya. Diperkirakan Partai Buruh akan kehilangan ratusan kursi, yang diambil alih Partai Konservatif dan partai-partai lainnya. * BEREDAR VIRUS E-MAIL BARU DI BELANDA Belanda dan negara-negara Eropa lainnya diancam virus computer baru yang sangat agresif, lewat surat elektronik e-mail. Virus ini dikirim ke dalam data komputer lewat e-mail yang berjudul "I Love You". Virus tersebut ditaruh di dalam lampiran e-mail, dan apabila dibuka dapat mengubah seluruh isi perangkat keras computer. Selain itu virus ini kemudian menular ke semua alamat e-mail pemilik komputer. Di Belanda virus merusakkan sistem komputer di sejumlah perusahaan besar. Dalam waktu singkat 10% dari seluruh perusahaan di Belanda ditulari virus tersebut, antara lain konglomerat KPN, Serikat Konsumen Belanda, Kantor-kantor bank di perbatasan, sejumlah departemen dan stasiun televisi swasta RTL 4. Juga di Jerman, Swis dan Inggris dilaporkan kerusakan yang sama. * PEMBUNUHAN DI ALJAZAIR Menurut saksi mata sedikitnya 19 orang tewas dan 26 lainnya cedera akibat serangan ekstremis muslim di Aljazair, Kamis ini. Serangan tersebut dimulai ketika sekelompok pria bersenjata menembaki sejumlah kendaraan, antara lain bis penumpang disebuah jalan, 70 km dari ibukota Aljir. Sebagian besar korban tewas ditembak, sisanya tewas ditusuk dengan pisau. Para pelaku kemungkinan anggota kelompok teroris GIA. * TUJUH TENTARA PBB DI SIERRA LEONE TEWAS Tujuh tentara PBB asal Kenya yang ditugaskan di Sierra Leone tewas dalam tembak menembak melawan para pendukung mantan pemimpin pemberontak Foday Sankoh. Sekitar 50 orang anggota misi PBB disandera pihak pemberontak, antara lain empat warga sipil Rusia. Demikian pemerintah Moskow. Selasa lalu 20 tentara PBB juga diculik. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan dan Dewan Keamanan mengecam keras aksi para pemberontak, dan menganggap Sankoh, yang sekarang turut duduk dalam pemerintahan, bertanggung jawab langsung atas serangan tersebut. Sankoh sebaliknya menyatakan pasukan PBB sengaja memanas-manasi anak buahnya karena dipaksa meletakkan senjata. Pasukan perdamaian PBB di Sierra Leone bertugas mengawasi demobilisasi dan pelucutan senjata sekitar 45.000 pemberontak. * USKUP AGUNG NEW YORK MENINGGAL DUNIA Uskup Agung New York, John O'Connor meninggal dunia dalam usia 80 tahun setelah lama menderita sakit. O'Connor diangkat menjadi Uskup Agung tahun 1985, dan dikenal sebagai salah satu kardinal yang paling berpengaruh di Vatikan. Uskup New York ini dikenal banyak berjuang untuk kaum miskin, serta mempunyai pendapat konservatif mengenai abortus dan kaum homoseksual. * RI DAN GAM AKAN TANDATANGANI GENCATAN SENJATA: AKANKAH KEKERASAN DI ACEH BERAKHIR? INTRO: Tampaklah titik terang bagi penyelesaian konflik yang berkepanjangan di Aceh. Jum'at 12 Mei mendatang Pemerintah RI akan menandatangani Memorandum of Understanding dengan pihak Gerakan Atjeh Merdeka GAM. MOU itu terutama bertujuan untuk mengurangi kekerasan yang sudah lama berlangsung di kawasan itu. Menteri Luar Negeri Alwi Shihab menegaskan bahwa kesepakatan antara pemerintah RI dengan GAM itu hanya bersifat kemanusiaan dan tidak membicarakan hal-hal yang bersifat politis. Namun menurut GAM kesepakatan itu jelas bersifat politis. GAM justru mengharapkan pertemuan itu akan membawa Aceh ke ambang pintu kemerdekaan. Berikut keterangan juru bicara GAM Ismael Syahputra. Ismael Syahputra [IS]: Sebelum itu kita sudah mengadakan beberapa pertemuan informal, di pihak Indonesia dan pihak GAM di Jenewa. Dan ini sudah mencapai titiknya. Langkah pertama untuk menuju kemerdekaan Aceh. Dalam MOU-MOU tersebut, telah tercantum juga yang pertama gencatan senjata, yang kedua untuk menyetop tindak kekerasan di Aceh yang ketiga tentara non-organik Indonesia harus keluar dari Aceh. Dan masih banyak lagi. Tapi untuk masa sekarang saya tidak bisa membuat komentar panjang karena MOU itu belum ditanda-tangani. Kalau MOU itu sudah ditanda-tangani, akan saya buat nanti konperensi pers di Banda Aceh. Radio Nederland [RN]: Tetapi apakah semua jajaran GAM menyetujui penandatanganan MOU dengan Jakarta? IS: GAM hanya satu. Tidak ada banyak GAM. GAM adalah bagi pemerintahan Gerakan Atjeh Merdeka, tetapi AGAM adalah Angkatan Gerakan Atjeh Merdeka. Dalam hal ini GAM hanya satu. Tidak ada banyak GAM. Maka tidak ada masalah dan tidak ada pertikaian antara GAM dengan GAM. Karena GAM cuma satu, dengan siapa mau bertikai? RN: Jadi semuanya setuju bahwa sekarang saatnya untuk meletakkan senjata dan menghentikan kekerasan? IS: Ya, benar. Kita tidak membuat kekerasan di Aceh, tetapi TNI sendiri yang membuat kekacauan di Aceh dan membuat kekerasan di Aceh, membunuh orang Aceh, merampok harta orang Aceh dan menangkap orang Aceh dengan tidak ada peri kemanusiaan dan di luar daripada jalur hukum. Jadi dalam hal ini TNI harus bertanggung jawab apa yang telah dilakukan di Aceh. Dan ini adalah langkah pertama untuk ke situ. RN: Setelah penandatanganan yang akan dibicarakan adalah rehabilitasi ekonomi. Apa yang dimaksudkan dengan rehabilitasi ekonomi? IS: Itu tidak untuk bangsa Aceh. Itu saya tidak tahu. Karena apa yang kita buat di Aceh adalah untuk menentukan nasib bangsa Aceh. Tidak bergantung lagi kepada Indonesia. RN: Jadi setelah penandatanganan MOU langkah berikut yang ingin diambil Aceh itu adalah mempersiapkan kemerdekaan, begitu? IS: Ya, karena perjuangan ini adalah perjuangan ke situ. RN: Tetapi nampaknya Gus Dur tidak setuju kalau di Aceh juga digelar referendum a la Timor Timur? IS: Itu urusan mereka. Bukan urusan kita. Kita, walaupun tidak ada referendum kita akan lawan dengan senjata. Kalau memang Indonesia tidak menyetujui referendum di Aceh, perjuangan Aceh adalah untuk merdeka. Kalau tidak dengan referendum, kita akan angkat senjata lagi. Jadi kalau dia tidak setuju, ini gampang, senjata akan main lagi. RN: Oh begitu. Jadi bagaimana pun Aceh ingin lepas dari Indonesia? IS: Ya, tentu saja. Sebaliknya, Chairani dari Yayasan Flower Aceh di Banda Aceh tidak terlalu optimis dengan persetujuan gencatan senjata ini. Menurutnya, masih ada waktu seminggu bagi kedua pihak untuk berbuat semaunya, sementara korbannya adalah perempuan dan anak-anak Aceh: Chairani [CH]: Kita senang bahwa ada upaya yang seperti itu. Karena selama ini kita lihat, tidak pernah ada satu kecocokan atau satu penyelesaian bersama antara GAM dengan pemerintah, untuk menyelesaikan konflik. Karena prinsipnya konflik yang terjadi sekarang itu, karen adanya kontak senjata antara TNI, polisi dan GAM. Tapi kita juga tidak bisa mengatakan hanya demikian. Karena kita juga melihat sepertinya banyak pihak-pihak lain yang bermain di Aceh. Mungkin dengan adanya kesepakatan itu kita bisa melihat sebenarnya sekarang ini siapa sih yang melakukan kekerasan itu. Karena sebagai aktivis perempuan kita juga sudah bosan dengan hal-hal seperti kekerasan, yang akibatnya sangat besar ke perempuan dan anak. Tapi kita juga kecewa kenapa sebelum menandatangani perjanjian itu sudah digembar-gemborkan terlebih dahulu. Sehingga sebelum itu ditandatangani malah orang bisa berbuat apa saja, baik GAM maupun aparat keamanan. Keinginan kita malah, itu tidak perlu digembar-gemborkan dulu, sehingga pihak-pihak yang bertikai punya peluang untuk bertindak sangat represif. Sementara itu belum ditandatangani. Karena perjanjian itu belum ditandatangani secara sah. Karena itu perjanjian ini belum merupakan suatu perjanjian yang mempunyai kekuatan hukum atau kekuatan yang mengikat kedua belah pihak. Jadi masing-masing akan berusaha bertindak represif, sementara itu belum ditandatangani. Jadi saya menyesalkan kenapa sebelum itu sudah terlebih dahulu digembar-gemborkan. Karena saya tidak pernah mendengar bahwa dari "Henry Dunant Centre" yang memfasilitasi itu, seharusnya ini jangan diumumkan dulu ke publik. Tapi yah, apapun kalau kedua belah pihak mau berunding untuk melakukan gencatan senjata, itu adalah salah satu jalan yang cukup tepat untuk masa sekarang. kalau benar-benar dilaksanakan. RN: Siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab akibat kekerasan di Aceh ini? TNI? CH: Saya tidak tahu siapa yang paling bertanggung jawab. Karena saya lihat semakin banyak aparat keamanan yang masuk ke Aceh, tingkat kekerasan yang terjadi juga semakin besar. Sedikitnya mereka di sini malah kekerasan semakin sedikit. Semakin mereka banyak di sini malah bukan semakin aman di daerah, malah semakin sarat dengan kekerasan. Saya tidak tahu apakah mereka yang membuat kekerasan atau pihak lain. Tapi yang jelas kehadiran mereka itu memancing semakin banyak kekerasan. RN: Sementara itu pihak GAM sendiri mengaku melindungi rakyat Aceh? CH: Ya, tapi kenyataannya tindakan-tindakan mereka juga cukup represif, yang akibatnya sangat merugikan rakyat Aceh. Mereka membuat suatu aksi, itu efeknya ke masyarakat. Mereka berusaha mencari perlindungan ke perkampungan-perkampungan penduduk, sehingga aparat menyisir ke daerah itu dengan melakukan berbagai aksi kekerasan. Jadi saya rasa sama saja. GAM dan aparat keamanan sama saja, karena mereka menggunakan pendekatan bersenjata, pendekatan kekerasan. Itu tidak akan menghasilkan suatu hasil yang baik untuk masyarakat secara umum. Jadi sama saja baik GAM maupun TNI. Perempuan dan anak-anak dalah korban utama dari konflik yang ada. Demikian Ismael Syahputra, juru bicara GAM dan Chairani dari Yayasan Flower Aceh. * PARA EKS-TAPOL MINTA KEMBALI 5000 RUMAH DAN GEDUNG YANG DISITA Intro: Seribu mantan tapol dan napol kasus G-30-S/PKI bulan Juni mendatang bermaksud mengadakan "Seminar Sehari Dalam Mengungkap Peristiwa 1 Oktober 1965 Dini Hari". Ketua Pengurus Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 atau YPKP Jakarta Raya, A Hamid S kemarin mengatakan, hingga kini belum terungkap secara nyata apa sebenarnya yang terjadi pada saat itu. Dan siapa pelaku peristiwa 1 Oktober 65 dini hari tersebut? Rekan Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Berbicara pada rapat penyusunan panitia pelaksanaan seminar sehari tersebut, Hamid lebih lanjut mengatakan "sebetulnya bagi kami para korban rekayasa kebohongan, fitnah dan terror yang dilakukan oleh penguasa Orde Baru, merupakan sesuatu yang sangat menyakitkan. Meskipun kami sudah mengalami perlakuan yang sangat tidak manusiawi dan dianggap bukan sebagai warganegara di Indonesia tetapi bagi kami peristiwa itu sendiri masih gelap dan membingungkan. Pertemuan hari Kamis kemarin juga dihadiri oleh beberapa LSM, dan organisasi mantan Tapol/Napol seperti Lembaga Rehabilitasi Pegawai Negeri, dan Mantan Tapol/Napol ABRI. Tujuan diadakannya seminar ini bukan untuk menguak luka lama, atau untuk menabur kebencian dan dendam, jelas Hamid. Tetapi karena tanggungjawab kepada generasi yang akan datang. Hingga kini baru Lembaga Studi Kemasyarakatan (LSK Hidup Baru) yang berusaha mengungkapkan kejadian yang sesungguhnya.Karena keterbatasan dana, usaha itu mengalami hambatan sehingga rekonstruksi peristiwa tersebut tersendat. Pada saat bersamaan, kemarin, YPKP Pusat yang dipimpin Ibu Sulami mendatangi DPR RI. Mereka menuntut agar segera dibentuk KPP HAM yang menangani kasus 65. Kelompok Ibu Sulami ini sebelumnya sudah mendatangi Komnas HAM. Namun Komnas HAM yang ragu-ragu menyarankan untuk mendatangi DPR saja. Seperti diberitakan pers masalah komunisme dan PKI saat ini merupakan problem yang sensitif. Gus Dur pun yang tadinya berkeras untuk mencabut TAP MPRS No 25 Tahun 1966 kini sudah tidak begitu bersemangat lagi setelah digempur sejumlah organisasi Islam. Namun kemarin dulu 12 LSM mendatangi DPR untuk memberi dukungan kepada usulan Gus Dur tentang pencabutan TAP tersebut. Dalam delegasi tersebut antara lain hadir wakil dari LBH Jakarta, Elsam dan PBHI. Sejak November lalu sejumlah LSM yang selama belasan tahun telah menyantuni para tapol dan mantan napol telah mendatangi DPR, Mahkamah Agung, serta Menkumdang Yusril Ihza Mahendra. Yusril ketika itu menjelang keberangkatannnya ke Belanda untuk menjemput para pelarian politik sepakat akan perlunya rekonsiliasi antara aliran-aliran politik yang ada. Justice Fellowship Indonesia atau Yayasan Penghayat Keadilan pada kunjungan ke DPR beberapa waktu yang lalu menuntut agar DPR mendesak pemerintah untuk segera mencabut Daftar Pencarian Orang (DPO) yang berlaku saat Soeharto berkuasa. Juga diminta agar pemerintah menjamin para pelarian politik yang berada di luar negeri dapat kembali dan bebas dari segala tuntutan hukum. Dalam pada itu LSM Hidup Baru meminta agar pemerintah merehabilitasi para veteran TNI, mantan pegawai negeri serta anggota DPR GR, yang ditahan bertahun-tahun tanpa diadili. A. Hamid, Ketua YPKP Jakarta Raya kemarin berharap agar para mantan tapol memperoleh rehabilitasi dan pemulihan hak-hak sipil termasuk pengembalian harta benda mereka yang disita militer. Di Jakarta saja tercatat sekitar 5000 rumah dan gedung yang disita secara illegal. Hamid juga mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan melalui Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi Nasional dengan melibatkan para korban. Didesak pula agar pemerintah memberi santunan kepada mereka yang sampai saat ini tidak jelas status hukumnya. Menurut salah seorang mantan napol, yang terpenting dari semua itu adalah membuka tabir akan adanya Dewan Jenderal. Baginya masalah Dewan Jenderal ini merupakan kunci untuk mendudukan peristiwa '65 secara jelas. Karena kabar burung adanya Dewan Jenderal telah menyebabkan adanya gerakan 30 September yang bermaksud menyelamatkan pemerintahan Presiden Soekarno. Lalu, lanjutnya untuk membongkar adanya Dewan Jenderal ini patut diminta lagi keterangan dari Soeharto, karena dialah yang paling mengetahui persoalan keseluruhan tersebut. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 May 2000 jam 17:29:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
