----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 04 Mei 2000 15:10 UTC

** PEMERINTAH DAN GAM AKAN TANDATANGANI PERSETUJUAN GENCATAN SENJATA

** TENTARA CEGAH LASKAR JIHAD MASUK HALMAHERA

** GEMPA BUMI DI KEPULAUAN BANGGAI, SULAWESI TENGAH

** ABU SAYYAF MEMBAGI SANDERA DALAM KELOMPOK-KELOMPOK KECIL

** TOPIK GEMA WARTA: RI DAN GAM AKAN TANDATANGANI GENCATAN SENJATA:
AKANKAH KEKERASAN DI AECH BERAKHIR?

** TOPIK GEMA WARTA: PARA EKS-TAPOL MINTA KEMBALI 5000 RUMAH DAN
GEDUNG YANG DISITA

* PEMERINTAH DAN GAM AKAN TANDATANGANI PERSETUJUAN GENCATAN SENJATA

Pemerintah Indonesia dan Gerakan Atjeh Merdeka, GAM akan
menandatangani persetujuan gencatan senjata tanggal 12 Mei mendatang
di Jenewa, Swis. Demikian Menteri negara urusan Hak Asasi Manusia,
Hasballah Saad. Setelah penandatanganan gencatan senjata akan dimulai
perbaikan situasi ekonomi di Aceh dan dialog politik. Presiden
Abdurrahman Wahid menjanjikan hak otonomi luas kepada Aceh, sedangkan
GAM menuntut dilangsungkannya referendum seperti di Timor Timur.
Dalam 25 tahun terakhir ribuan orang tewas akibat pertikaian di Aceh.

* TENTARA CEGAH LASKAR JIHAD MASUK HALMAHERA

Kamis ini di Pulau Ternate, Maluku Utara, empat orang tewas dan 17
lainnya cedera dalam pertikaian antara tentara dengan kelompok muslim
"Laskar Jihad". Pertikaian ini sebenarnya dimulai Rabu malam kemarin,
ketika tentara mencoba mencegah anggota "Laskar Jihad" untuk
menyeberang ke Pulau Halmahera. Sebelumnya kelompok ini menyatakan
akan mengirim sukarelawan ke Maluku untuk berjihad melawan warga
Kristen. Para anggota telah mendapat latihan militer 10 hari di dekat
ibukota Jakarta, bulan lalu. Polisi Ternate menolak memberikan
rincian, dan menyatakan situasi sudah terkendalikan.

* GEMPA BUMI DI KEPULAUAN BANGGAI, SULAWESI TENGAH

Sedikitnya lima orang tewas akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 pada
skala Richter di Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis ini. Tiga
orang lainnya cedera berat. Puluhan rumah tinggal dan gedung-gedung
lainnya hancur. Sampai sekarang pemerintah setempat belum mengetahui
berapa besar kerugian. Gempa ini dirasakan pertama kali Kamis subuh
di pusat Pulau Peleng. Menurut kantor berita Antara kerusakan
terbesar disebabkan angin topan tsunami, yang menyebabkan
gelombang-gelombang tinggi. Selanjutnya sejumlah pulau kecil
diberitakan tenggelam ke dasar laut.

* ABU SAYYAF MEMBAGI SANDERA DALAM KELOMPOK-KELOMPOK KECIL

Kelompok pemberontak Abu Sayyaf yang menyandera 21 turis asing di
Pulau Jolo, Filipina Selatan, membagi-bagi para sandera dalam
sejumlah kelompok kecil di berbagai tempat untuk mencegah agar
tentara Filipina tidak bisa mengepung mereka. Presiden Filipina
Joseph Estrada menjanjikan masyarakat internasional untuk secepat
mungkin mengakhiri aksi ini. Sebelumnya tentara Filipina menembak
mati salah seorang pemimpin gerakan tersebut. Sementara itu dalam
aksi militer di Pulau Basilan, empat orang penculik diberitakan
tewas. Di pulau ini kelompok Abu Sayyaf menahan 27 warga sipil,
sebagian besar pelajar. Menurut tentara Filipina 15 orang sandera
berhasil dibebaskan, dan delapan orang lainnya masih belum ditemukan.
Empat penculik diberitakan tewas. Selanjutnya Front Pembebasan Islam
Moro, dituduh bertanggung jawab atas dua ledakan bom di Pulau
Mindanao, Filipina Selatan, Rabu kemarin yang menewaskan 15 orang dan
melukai puluhan lainnya.

* TAHAP TERAKHIR PEMBICARAAN KERANGKA PERSETUJUAN ISRAEL-PALESTINA

Utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah Dennis Ross sangat
meragukan apakah delegasi Israel dan Palestina bisa mencapai kerangka
persetujuan perdamaian dalam dua minggu mendatang, seperti yang telah
disepakati sebelumnya.  Tetapi ditambahkan perundingan antara kedua
belah pihak telah mencapai tahap menentukan. Dennis Ross menyatakan
hal ini Rabu lalu setelah berbicara dengan juru runding Palestina dan
Israel, yang berada di kota pelabuhan Eilat sejak Ahad lalu. Keduanya
mencoba mencapai kesepakatan baru bagi persetujuan perdamaian
menyeluruh, yang harus selesai bulan September mendatang. Di dalamnya
harus ditetapkan status kota Yerusalem dan nasib wilayah pendudukan
Yahudi. Menurut rencana Ross akan berbicara dengan Perdana menteri
Israel Ehud Barak dan Pemimpin Palestina Yasser Arafat, Kamis ini.

* SRILANGKA MEMBERLAKUKAN UU DARURAT

Pemerintah Srilangka memberlakukan undang-undang darurat perang. UU
ini melarang semua kegiatan yang dapat membahayakan keamanan negara.
Selain itu pemerintah Srilangka dapat menyita harta milik seseorang,
melarang penerbitan media cetak serta memobilisasi warga sipil.
Selanjutnya pemerintah Kolombo melarang aksi-aksi mogok dan
demonstrasi, serta menyediakan dana tambahan untuk berperang melawan
kelompok Macan Tamil di Semenanjung Jaffna. Beberapa minggu terakhir
tentara Srilangka berulang kali dipukul mundur oleh pemberontak Macan
Tamil, yang sudah 17 tahun memperjuangkan kemerdekaan di Jaffna.

* PENDUDUK LONDON MEMILIH WALIKOTA BARU

Lebih dari lima juta penduduk ibukota Inggris London, Kamis ini
memilih walikota dan anggota dewan kota madya baru. Untuk pertama
kali dalam sejarah London mendapat walikota terpilih. Dalam 14 tahun
terakhir ibukota Inggris tidak mempunyai dewan kota madya pusat.
Mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher memecah belah
kekuasaan lewat sejumlah dewan kota tahun 1986, karena takut London
dikuasai pihak progresif. Perdana Menteri yang sekarang, Tony Blair
mengembalikan kekuasaan dewan pusat, tetapi akibatnya malah mengancam
balik dirinya. Favorit terbesar jabatan walikota adalah calon
independen beraliran kiri, Ken Livingstone, dikenal dengan nama "Ken
Merah", yang sebelumnya keluar dari Partai Buruh dan menyatakan
menentang Blair. Juga di Wales dan Engeland dilangsungkan pemilu kota
madya. Diperkirakan Partai Buruh akan kehilangan ratusan kursi, yang
diambil alih Partai Konservatif dan partai-partai lainnya.

* BEREDAR VIRUS E-MAIL BARU DI BELANDA

Belanda dan negara-negara Eropa lainnya diancam virus computer baru
yang sangat agresif, lewat surat elektronik e-mail. Virus ini dikirim
ke dalam data komputer lewat e-mail yang berjudul "I Love You". Virus
tersebut ditaruh di dalam lampiran e-mail, dan apabila dibuka dapat
mengubah seluruh isi perangkat keras computer. Selain itu virus ini
kemudian menular ke semua alamat e-mail pemilik komputer. Di Belanda
virus merusakkan sistem komputer di sejumlah perusahaan besar. Dalam
waktu singkat 10% dari seluruh perusahaan di Belanda ditulari virus
tersebut, antara lain konglomerat KPN, Serikat Konsumen Belanda,
Kantor-kantor bank di perbatasan, sejumlah departemen dan stasiun
televisi swasta RTL 4. Juga di Jerman, Swis dan Inggris dilaporkan
kerusakan yang sama.

* PEMBUNUHAN DI ALJAZAIR

Menurut saksi mata sedikitnya 19 orang tewas dan 26 lainnya cedera
akibat serangan ekstremis muslim di Aljazair, Kamis ini. Serangan
tersebut dimulai ketika sekelompok pria bersenjata menembaki sejumlah
kendaraan, antara lain bis penumpang disebuah jalan, 70 km dari
ibukota Aljir. Sebagian besar korban tewas ditembak, sisanya tewas
ditusuk dengan pisau. Para pelaku kemungkinan anggota kelompok
teroris GIA.

* TUJUH TENTARA PBB DI SIERRA LEONE TEWAS

Tujuh tentara PBB asal Kenya yang ditugaskan di Sierra Leone tewas
dalam tembak menembak melawan para pendukung mantan pemimpin
pemberontak Foday Sankoh. Sekitar 50 orang anggota misi PBB disandera
pihak pemberontak, antara lain empat warga sipil Rusia. Demikian
pemerintah Moskow. Selasa lalu 20 tentara PBB juga diculik.
Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan dan Dewan Keamanan mengecam keras
aksi para pemberontak, dan menganggap Sankoh, yang sekarang turut
duduk dalam pemerintahan, bertanggung jawab langsung atas serangan
tersebut. Sankoh sebaliknya menyatakan pasukan PBB sengaja
memanas-manasi anak buahnya karena dipaksa meletakkan senjata.
Pasukan perdamaian PBB di Sierra Leone bertugas mengawasi
demobilisasi dan pelucutan senjata sekitar 45.000 pemberontak.

* USKUP AGUNG NEW YORK MENINGGAL DUNIA

Uskup Agung New York, John O'Connor meninggal dunia dalam usia 80
tahun setelah lama menderita sakit. O'Connor diangkat menjadi Uskup
Agung tahun 1985, dan dikenal sebagai salah satu kardinal yang paling
berpengaruh di Vatikan. Uskup New York ini dikenal banyak berjuang
untuk kaum miskin, serta mempunyai pendapat konservatif mengenai
abortus dan kaum homoseksual.

* RI DAN GAM AKAN TANDATANGANI GENCATAN SENJATA: AKANKAH KEKERASAN DI
ACEH BERAKHIR?

INTRO: Tampaklah titik terang bagi penyelesaian konflik yang
berkepanjangan di Aceh. Jum'at 12 Mei mendatang Pemerintah RI akan
menandatangani Memorandum of Understanding dengan pihak Gerakan Atjeh
Merdeka GAM. MOU itu terutama bertujuan untuk mengurangi kekerasan
yang sudah lama berlangsung di kawasan itu. Menteri Luar Negeri Alwi
Shihab menegaskan bahwa kesepakatan antara pemerintah RI dengan GAM
itu hanya bersifat kemanusiaan dan tidak membicarakan hal-hal yang
bersifat politis. Namun menurut GAM kesepakatan itu jelas bersifat
politis. GAM justru mengharapkan pertemuan itu akan membawa Aceh ke
ambang pintu kemerdekaan. Berikut keterangan juru bicara GAM Ismael
Syahputra.

Ismael Syahputra [IS]: Sebelum itu kita sudah mengadakan beberapa
pertemuan informal, di pihak Indonesia dan pihak GAM di Jenewa. Dan
ini sudah mencapai titiknya. Langkah pertama untuk menuju kemerdekaan
Aceh. Dalam MOU-MOU tersebut, telah tercantum juga yang pertama
gencatan senjata, yang kedua untuk menyetop tindak kekerasan di Aceh
yang ketiga tentara non-organik Indonesia harus keluar dari Aceh. Dan
masih banyak lagi. Tapi untuk masa sekarang saya tidak bisa membuat
komentar panjang karena MOU itu belum ditanda-tangani. Kalau MOU itu
sudah ditanda-tangani, akan saya buat nanti konperensi pers di Banda
Aceh.

Radio Nederland [RN]: Tetapi apakah semua jajaran GAM menyetujui
penandatanganan MOU dengan Jakarta?

IS: GAM hanya satu. Tidak ada banyak GAM. GAM adalah bagi
pemerintahan Gerakan Atjeh Merdeka, tetapi AGAM adalah Angkatan
Gerakan Atjeh Merdeka. Dalam hal ini GAM hanya satu. Tidak ada banyak
GAM. Maka tidak ada masalah dan tidak ada pertikaian antara GAM
dengan GAM. Karena GAM cuma satu, dengan siapa mau bertikai?

RN: Jadi semuanya setuju bahwa sekarang saatnya untuk meletakkan
senjata dan menghentikan kekerasan?

IS: Ya, benar. Kita tidak membuat kekerasan di Aceh, tetapi TNI
sendiri yang membuat kekacauan di Aceh dan membuat kekerasan di Aceh,
membunuh orang Aceh, merampok harta orang Aceh dan menangkap orang
Aceh dengan tidak ada peri kemanusiaan dan di luar daripada jalur
hukum. Jadi dalam hal ini TNI harus bertanggung jawab apa yang telah
dilakukan di Aceh. Dan ini adalah langkah pertama untuk ke situ.

RN: Setelah penandatanganan yang akan dibicarakan adalah rehabilitasi
ekonomi. Apa yang dimaksudkan dengan rehabilitasi ekonomi?

IS: Itu tidak untuk bangsa Aceh. Itu saya tidak tahu. Karena apa yang
kita buat di Aceh adalah untuk menentukan nasib bangsa Aceh. Tidak
bergantung lagi kepada Indonesia.

RN: Jadi setelah penandatanganan MOU langkah berikut yang ingin
diambil Aceh itu adalah mempersiapkan kemerdekaan, begitu?

IS: Ya, karena perjuangan ini adalah perjuangan ke situ.

RN: Tetapi nampaknya Gus Dur tidak setuju kalau di Aceh juga digelar
referendum a la Timor Timur?

IS: Itu urusan mereka. Bukan urusan kita. Kita, walaupun tidak ada
referendum kita akan lawan dengan senjata. Kalau memang Indonesia
tidak menyetujui referendum di Aceh, perjuangan Aceh adalah untuk
merdeka. Kalau tidak dengan referendum, kita akan angkat senjata
lagi. Jadi kalau dia tidak setuju, ini gampang, senjata akan main
lagi.

RN: Oh begitu. Jadi bagaimana pun Aceh ingin lepas dari Indonesia?

IS: Ya, tentu saja.

Sebaliknya, Chairani dari Yayasan Flower Aceh di Banda Aceh tidak
terlalu optimis dengan persetujuan gencatan senjata ini. Menurutnya,
masih ada waktu seminggu bagi kedua pihak untuk berbuat semaunya,
sementara korbannya adalah perempuan dan anak-anak Aceh:

Chairani [CH]: Kita senang bahwa ada upaya yang seperti itu. Karena
selama ini kita lihat, tidak pernah ada satu kecocokan atau satu
penyelesaian bersama antara GAM dengan pemerintah, untuk
menyelesaikan konflik. Karena prinsipnya konflik yang terjadi
sekarang itu, karen adanya kontak senjata antara TNI, polisi dan GAM.
Tapi kita juga tidak bisa mengatakan hanya demikian. Karena kita juga
melihat sepertinya banyak pihak-pihak lain yang bermain di Aceh.
Mungkin dengan adanya kesepakatan itu kita bisa melihat sebenarnya
sekarang ini siapa sih yang melakukan kekerasan itu. Karena sebagai
aktivis perempuan kita juga sudah bosan dengan hal-hal seperti
kekerasan, yang akibatnya sangat besar ke perempuan dan anak. Tapi
kita juga kecewa kenapa sebelum menandatangani perjanjian itu sudah
digembar-gemborkan terlebih dahulu.

Sehingga sebelum itu ditandatangani malah orang bisa berbuat apa
saja, baik GAM maupun aparat keamanan. Keinginan kita malah, itu
tidak perlu digembar-gemborkan dulu, sehingga pihak-pihak yang
bertikai punya peluang untuk bertindak sangat represif. Sementara itu
belum ditandatangani.  Karena perjanjian itu belum ditandatangani
secara sah. Karena itu perjanjian ini belum merupakan suatu
perjanjian yang mempunyai kekuatan hukum atau kekuatan yang mengikat
kedua belah pihak. Jadi masing-masing akan berusaha bertindak
represif, sementara itu belum ditandatangani. Jadi saya menyesalkan
kenapa sebelum itu sudah terlebih dahulu digembar-gemborkan. Karena
saya tidak pernah mendengar bahwa dari "Henry Dunant Centre" yang
memfasilitasi itu, seharusnya ini jangan diumumkan dulu ke publik.
Tapi yah, apapun kalau kedua belah pihak mau berunding untuk
melakukan gencatan senjata, itu adalah salah satu jalan yang cukup
tepat untuk masa sekarang. kalau benar-benar dilaksanakan.

RN: Siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab akibat kekerasan
di Aceh ini? TNI?

CH: Saya tidak tahu siapa yang paling bertanggung jawab. Karena saya
lihat semakin banyak aparat keamanan yang masuk ke Aceh, tingkat
kekerasan yang terjadi juga semakin besar. Sedikitnya mereka di sini
malah kekerasan semakin sedikit. Semakin mereka banyak di sini malah
bukan semakin aman di daerah, malah semakin sarat dengan kekerasan.
Saya tidak tahu apakah mereka yang membuat kekerasan atau pihak lain.
Tapi yang jelas kehadiran mereka itu memancing semakin banyak
kekerasan.

RN: Sementara itu pihak GAM sendiri mengaku melindungi rakyat Aceh?

CH: Ya, tapi kenyataannya tindakan-tindakan mereka juga cukup
represif, yang akibatnya sangat merugikan rakyat Aceh. Mereka membuat
suatu aksi, itu efeknya ke masyarakat. Mereka berusaha mencari
perlindungan ke perkampungan-perkampungan penduduk, sehingga aparat
menyisir ke daerah itu dengan melakukan berbagai aksi kekerasan. Jadi
saya rasa sama saja. GAM dan aparat keamanan sama saja, karena mereka
menggunakan pendekatan bersenjata, pendekatan kekerasan. Itu tidak
akan menghasilkan suatu hasil yang baik untuk masyarakat secara umum.
Jadi sama saja baik GAM maupun TNI. Perempuan dan anak-anak dalah
korban utama dari konflik yang ada.

Demikian Ismael Syahputra, juru bicara GAM dan Chairani dari Yayasan
Flower Aceh.

* PARA EKS-TAPOL MINTA KEMBALI 5000 RUMAH DAN GEDUNG YANG DISITA

Intro: Seribu mantan tapol dan napol kasus G-30-S/PKI bulan Juni
mendatang bermaksud mengadakan "Seminar Sehari Dalam Mengungkap
Peristiwa 1 Oktober 1965  Dini Hari". Ketua Pengurus Yayasan
Penelitian  Korban Pembunuhan 1965 atau YPKP Jakarta Raya, A Hamid S
kemarin mengatakan, hingga kini belum terungkap secara nyata apa
sebenarnya yang terjadi pada saat itu. Dan siapa pelaku peristiwa 1
Oktober 65 dini hari tersebut? Rekan Syahrir mengirim laporan berikut
dari Jakarta:

Berbicara pada rapat penyusunan panitia pelaksanaan seminar sehari
tersebut, Hamid lebih lanjut  mengatakan "sebetulnya bagi kami para
korban rekayasa kebohongan, fitnah dan terror yang dilakukan oleh
penguasa Orde Baru, merupakan sesuatu yang sangat menyakitkan.
Meskipun kami sudah mengalami perlakuan yang sangat tidak manusiawi
dan dianggap bukan sebagai warganegara di Indonesia tetapi bagi kami
peristiwa itu sendiri masih gelap dan membingungkan.

Pertemuan  hari Kamis kemarin juga dihadiri oleh beberapa LSM, dan
organisasi mantan Tapol/Napol seperti Lembaga Rehabilitasi Pegawai
Negeri, dan Mantan Tapol/Napol ABRI. Tujuan diadakannya seminar ini
bukan untuk menguak luka lama, atau untuk menabur kebencian dan
dendam, jelas Hamid. Tetapi karena tanggungjawab kepada generasi yang
akan datang. Hingga kini baru Lembaga Studi Kemasyarakatan (LSK Hidup
Baru) yang berusaha mengungkapkan kejadian yang sesungguhnya.Karena
keterbatasan dana, usaha itu mengalami hambatan sehingga rekonstruksi
peristiwa tersebut tersendat. Pada saat bersamaan, kemarin, YPKP
Pusat yang dipimpin Ibu Sulami mendatangi DPR RI. Mereka menuntut
agar segera dibentuk  KPP HAM yang menangani kasus 65. Kelompok Ibu
Sulami ini sebelumnya sudah mendatangi Komnas HAM. Namun Komnas HAM
yang ragu-ragu menyarankan untuk mendatangi DPR saja.

Seperti diberitakan pers masalah komunisme dan PKI saat ini merupakan
problem yang sensitif.  Gus Dur pun yang tadinya berkeras untuk
mencabut TAP MPRS No 25  Tahun 1966  kini sudah tidak begitu
bersemangat lagi setelah digempur sejumlah organisasi Islam. Namun
kemarin dulu 12 LSM mendatangi DPR untuk memberi dukungan kepada
usulan Gus Dur tentang pencabutan TAP tersebut. Dalam delegasi
tersebut antara lain hadir wakil dari LBH Jakarta, Elsam dan PBHI.
Sejak November lalu sejumlah LSM yang selama belasan tahun telah
menyantuni para tapol dan mantan napol telah mendatangi DPR, Mahkamah
Agung, serta Menkumdang Yusril Ihza Mahendra. Yusril ketika itu
menjelang keberangkatannnya ke Belanda untuk menjemput para pelarian
politik sepakat akan perlunya rekonsiliasi antara aliran-aliran
politik yang ada. Justice Fellowship Indonesia atau Yayasan Penghayat
Keadilan pada kunjungan ke DPR beberapa waktu yang lalu menuntut agar
DPR mendesak pemerintah untuk segera mencabut Daftar Pencarian Orang
(DPO) yang berlaku saat Soeharto berkuasa. Juga diminta agar
pemerintah menjamin para pelarian politik yang berada di luar negeri
dapat kembali dan bebas dari segala tuntutan hukum.

Dalam pada itu LSM Hidup Baru meminta agar pemerintah merehabilitasi
para veteran TNI, mantan pegawai negeri serta anggota DPR GR, yang
ditahan bertahun-tahun tanpa diadili. A. Hamid, Ketua YPKP Jakarta
Raya kemarin berharap agar para mantan tapol memperoleh rehabilitasi
dan pemulihan hak-hak sipil termasuk pengembalian harta benda mereka
yang disita militer. Di Jakarta saja tercatat sekitar 5000 rumah dan
gedung yang disita secara illegal. Hamid juga mendesak agar
pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan
melalui Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi Nasional dengan melibatkan
para korban. Didesak pula agar pemerintah memberi santunan kepada
mereka yang sampai saat ini tidak jelas status hukumnya.

Menurut salah seorang mantan napol, yang terpenting dari semua itu
adalah membuka tabir akan adanya Dewan Jenderal. Baginya masalah
Dewan Jenderal ini merupakan kunci untuk mendudukan peristiwa '65
secara jelas. Karena kabar burung adanya Dewan Jenderal telah
menyebabkan adanya gerakan 30 September yang bermaksud menyelamatkan
pemerintahan Presiden Soekarno. Lalu, lanjutnya untuk membongkar
adanya Dewan Jenderal ini patut diminta lagi keterangan dari
Soeharto, karena dialah yang paling mengetahui persoalan keseluruhan
tersebut.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 May 2000 jam 17:29:44 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke