---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Media Indonesia, 12 Mei 2000 Akan Ada Koreksi dalam Penanganan Irian JAKARTA (Media): Menko Polkam Surjadi Soedirdja mengatakan pemerintah masih bisa mentolerir gerakan-gerakan Papua Merdeka selama dalam tatanan menyampaikan aspirasi karena dilindungi UU. Tapi kalau sudah konkret, misalnya ada langkah-langkah mendirikan negara dalam negara, jelas bertentangan dengan UU. "Itu pasti berhadapan dengan kita semua,`` katanya usai rapat persiapan kunjungan Wapres Megawati Soekarnoputri ke Pulau Cenderawasih itu, 18-22 Mei, di Istana Wapres, Jakarta, kemarin. Kunjungan Wapres yang disertai 12 menteri dan Panglima TNI tersebut, diharapkan dapat mendekatkan silaturahmi antara pimpinan nasional dan masyarakat Irja. Di samping itu, juga ingin memberikan gambaran bahwa pemerintah pusat memiliki komitemen kuat terhadap Irja, Wapres Megawati juga ingin menggunakan kesempatan tersebut untuk memahami lebih luas dan mendalam, situasi dan kondisi di Irja terutama dari sisi kesejahteraan. Daerah yang dikunjungi Wapres dan rombongan selain Jayapura adalah 10 kabupaten lainnya. ``Ibu Wapres menginginkan langsung bertemu masyarakat di lapisan bawah, agar bisa mendengar sendiri apa yang dikeluhkan,`` kata Gubernur Irian Fredy Numberi. Menko Kesra Basri Hassanuddin yang mendampingi Menteri Suryadi mengatakan dalam bidang kesra pihaknya telah me-review masalah- masalah di bidang kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan. ``Kondisi kesra saudara-saudara kita di Irja belum memadai seperti diharapkan dan dibandingkan dengan keadaan masyarakat Indonesia lainnya,`` katanya. Di bidang pendidikan, misalnya, keterbatasan guru dan sarana menghasilkan lulusan yang susah bersaing dan mendapatkan kesempatan kerja. Menurut Basri, untuk membantu mengembangkan Irja di masa mendatang, harus ada koreksi terhadap kebijakan- kebijakan pendidikan seperti pembebasan membayar SPP bagi siswa tak mampu. Di bidang kesehatan, juga ditemukan tingkat kesehatan masyarakat relatif belum terlalu memadai karena berbagai kendala. Seperti dokter, perawat, rumah sakit, posyandu yang belum berfungsi baik sehingga taraf kesehatan rendah. Bahkan dari laporan yang ada diketahui, pada beberapa kota di Irja, wabah HIV sudah mulai tampak. Korbannya malah jauh lebih besar dibandingkan daerah-daerah lainnya yaitu satu berbanding beberapa puluh kali. Di samping itu, belum seluruh daerah di Irja bebas dari penyakit malaria, sementara di daerah-daerah lain dinyatakan bebas. Menurut Menko Kesra, untuk tahun ini sudah disediakan dana sebanyak Rp 200 miliar lebih dari Kantor Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah. Dana itu akan digunakan membangun sarana dan prasarana fisik untuk pembukaan jalan ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 May 2000 jam 10:55:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
