---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- DELAPAN WARGA SIPIL TEWAS DITEMBAKI APARAT LHOKSEUMAWE, (MeunaSAH, 20/5/2000). Aparat keamanan Kamis (18/5) dinihari menyerbu sebuah rumah di Dusun Seulanga, Desa Hagu Barat Laoet, Kecamatan Banda Sakti, Aceh Utara, pesisir utara Lhokseumawe. Delapan warga tewas ditembak aparat keamanan. Warga setempat mengidentifikasi para korban sebagai masyarakat biasa yang sedang menonton pertandingan sepakbola UEFA dari televisi antara Galatasaray, Turki melawan Arsenal, Inggris. Namun, aparat keamanan aparat mengklaim mereka adalah anggota kelompok sipil bersenjata. Peristiwa tragis itu diawali kegiatan aparat kepolisian menggerebek sebuah rumah. Lima dari delapan korban tewas, menurut saksi mata, berada di dalam rumah tersebut. Menurut para saksi mata, aparat memang berhasil mengepung rumah tersebut, dan menangkapi sejumlah orang. Lima korban di antaranya, ditembak ditempat. "Setelah digelandang dari rumah, mereka dibariskan kemudian disiksa sebelum akhirnya ditembak," ungkap seorang saksi mata. Saksi mata membenarkan ada beberapa penghuni rumah yang melarikan diri. Namun, mereka tidak berhasil lolos karena ketatnya penjagaan aparat. Menurut warga, selain delapan korban tewas, ada lima warga lainnya yang hilang tak berbekas. Di antaranya Mansur alias Tjut Aja, Bustamam, dan Nasrun. Sedangkan dua lainnya belum diketahui identitasnya. Menurut mereka, pada malam itu, di rumah tersebut memang tampak beberapa warga yang sedang menunggu siaran langsung pertandingan bola Piala UEFA dari televisi antara Galatasaray dari Turki melawan Arsenal Inggris. Tak ada kontak senjata atau suara gaduh semacam pertengkaran, misalnya. Yang ada, kata sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, beberapa saat setelah aparat datang, terdengar suara tembakan nyaris tanpa henti selama hampir tiga jam dari pukul 00.30 -03.15 WIB. Tapi, kata warga, tembakan itu dilepaskan aparat. "Tak ada tembakan balasan dari dalam rumah," kata mereka. Suara tembakan bak perang itu membuat warga Hagu Barat Laoet dan empat desa sekitar ketakutan dan membuat mereka tidak bisa memejamkan mata sampai pagi. Tujuh di antara delapan korban tewas itu adalah penduduk Desa Hagu Barat Laoet. Masing-masing M Nasir Yusuf (23), Zulfikar Yusuf (23), Zulkifli Jamil (25), Usman Hasan (42), Sofyan (32 tahun, sebagian besar warga menyebut namanya Musran), Basyir (26), dan Mahdi Ahmad (22). Sementara satu lainnya adalah Samsul (34), warga Desa Hagu Teungoh. *** - ------------------------------ SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 May 2000 jam 19:51:20 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
