---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 17/III/22-28 Mei 2000 ================================================ PENGAKUAN (LUGAS): Isu adanya koalisi antara Golkar-PDIP-Poros Tengah untuk "menggusur" Gus Dur dalam sidang tahunan MPR-RI, Agustus mendatang, sudah lama terdengar. Tapi, baru-baru ini saja, isu tersebut diakui kebenarannya oleh pentolan Poros Tengah, Amien Rais. Seperti dikutip Kompas dari Kwangju, Korea Selatan, Amien Rais menyatakan, koalisi antara PDIP dan Partai Golkar untuk menggalang kekuatan dalam Sidang Umum MPR Agustus 2000 sangat mungkin terjadi karena kecewa pada Gus Dur. "Dua gajah pemenang pemilu, yaitu PDIP dan Golkar sedang mengupayakan sebuah masa depan yang lebih menjanjikan untuk menciptakan politik yang lebih stabil," ujar Amien. Ditambahkannya, apabila Poros Tengah dan TNI ikut dalam koalisi itu, maka bisa menjadi "kekuatan dahsyat untuk menekan presiden." Amien tak mengakui bahwa koalisi itu dimaksudkan untuk menggusur Gus Dur. Tapi, ia membenarkan, bahwa jika fraksi-fraksi besar di MPR menginginkan, legitimasi Gus Dur bisa terancam. Amien memberi kiasan, guru yang baik akan memberi kesempatan kepada muridnya yang nakal. "Tapi, kalau gurunya tak sabaran, mungkin si murid yang tengil dan nakal itu di-drop out aja," katanya. Tampaknya Amien tahu kalau "gurunya" sudah tak sabaran. Secara spesifik, Amien mungkin takkan mau menjelaskan skenario seperti apa yang tengah dirancang oleh koalisi tersebut. Namun, dari berbagai sumber, sudah ada "bocoran" bahwa nama "Megawati-Akbar Tanjung" bakal diusung untuk mengganti Gus Dur. Apa yang bisa disimpulkan dari fenomena ini? Ternyata, prilaku elit politik kita cuma didasari "kepentingan berkuasa" semata, bukan karena "ideologi" yang dianutnya --apalagi keinginan menyelamatkan negara ini dari krisis. Poros Tengah yang dalam SU-MPR tahun lalu ogah dipimpin perempuan, tiba-tiba kini lain lagi sikapnya. Begitu pula dengan PDIP dan Golkar yang merasa tak dapat jatah cukup di pemerintahan Gus Dur, kini "bekerja sama" menuntut lebih --padahal, keduanya pernah berseteru dengan hebat. Sudah pasti, kepentingan semu yang diusung koalisi ini takkan bertahan lama. Andaikan, Megawati naik ke kursi presiden, siapa yang bisa menjamin elemen di Poros Tengah takkan kembali menuntut agar laki-laki yang semestinya jadi pemimpin? Cakar-mencakar dan garuk-menggaruk akan terus terjadi di seputar kekuasaan. Ceritanya bakal kian seru serta kacau kalau Gus Dur ngotot bertahan - --dan membiarkan kanker KKN menggerogoti kekuasaannya. Tawuran massal mungkin tak terhindari. Dan lagi-lagi, ini memberikan legitimasi bagi militer untuk kembali berpolitik. Nah, siapa yang mau? (*) ========================================================= Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - ---------------------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 May 2000 jam 07:30:24 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
