----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 20/III/12-18 Juni 2000
================================================

RESHUFFLE

(LUGAS): Belum setahun usia kabinet Gus Dur, gonta-ganti menteri sudah
terjadi beberapa kali. Terakhir, dikabarkan, akan terjadi reshuffle
kabinet besar-besaran setelah bulan Agustus mendatang. Kemungkinan
komposisi kabinet bakal dikurangi menjadi sekitar 17 orang. Ketua DPR
Akbar Tanjung telah mengakui adanya kemungkinan ini --kendati Gus Dur
belum mengiyakan.

Pemicunya, apalagi, kalau bukan perseteruan elit politik antara Gus
Dur dengan PDI-P serta Golkar. Tindakan Gus Dur memecat Laksamana
Sukardi serta Jusuf Kalla serta menuduh keduanya terlibat KKN beberapa
waktu lalu, dianggap sudah amat keterlaluan oleh kedua partai peraih
suara terbanyak pemilu itu. Kedua partai ini bahkan sudah beberapa
kali bertemu untuk membahas "nasib" Gus Dur bulan Agustus mendatang.
Sempat pula mereka memikirkan secara serius usulan Poros Tengah untuk
mengusung nama Megawati dan Akbar Tanjung sebagai ganti duet Gus
Dur-Mega.

Untung saja, sebagian elit kedua partai itu melihat, upaya mengganti
kepemimpinan nasional dalam situasi sekarang, akan merugikan
demokratisasi di Indonesia. Karena itu, mereka cenderung mendesak Gus
Dur melakukan perombakan kabinet serta membersihkannya dari unsur KKN.
Gus Dur yang sedang diserang dalam kasus Bulog, tampaknya memang tak
punya pilihan lain atas desakan itu.

Meskipun ada yang menyayangkan gonta-ganti kabinet yang terus terjadi,
isu reshuffle ini bisa jadi berita yang positif --khususnya bagi
investor asing. Betapa tidak? Selama ini, teamwork di antara para
menteri, khususnya di bidang Ekuin, terlihat amat lemah. Seolah-olah
tak merasa bahwa Indonesia sedang dilanda krisis. "Keadaan ini
diperparah dengan ulah para elit politik yang 'sikut-menyikut," ujar
pengamat politik, J. Kristiadi. Nah, semestinya, perombakan kabinet
bisa memperbaiki kinerja kabinet yang buruk tadi.

Sayangnya, kalau terjadi reshuffle, tak ada jaminan mereka yang bakal
mengisi pos-pos di kabinet merupakan orang-orang yang profesional.
Sebab, proses tawar-menawarnya hampir mirip dengan yang terjadi pada
saat Gus Dur hendak merumuskan kabinetnya pertama kali, akhir tahun
lalu. Diperkirakan, kabinet akan didominasi orang PDI-P, Golkar dan
TNI.

Zaken kabinet, atau kabinet yang diisi para profesional hanya mungkin
terjadi, kalau masyarakat secara aktif melibatkan diri dalam proses
penentuan nama-nama calon menteri. Ada dua cara yang bisa dilakukan:
melakukan semacam polling untuk mengusulkan nama calon-calon tertentu
dan/atau, melakukan desakan langsung di jalanan. (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- ----------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Jun 2000 jam 06:12:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke