----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

AMIEN RAIS BANTAH INGIN JADI PRESIDEN

        JAKARTA, (SiaR, 23/6/2000). Ketua MPR Amien Rais, Kamis (22/6)
kemarin membantah bahwa dirinya pernah meminta KH Abdurrahman Wahid,
yang sekarang menjabat sebagai Presiden, untuk mendukungnya menjadi
Presiden menjelang Sidang Umum (SU) MPR Oktober 1999 lalu.

        Gus Dur mengungkapkan keinginan Amien Rais itu di hadapan masyarakat
Indonesia di Kairo, Mesir awal pekan ini. Menurut Gus Dur, Amien
mengutus Fuad Bawazier untuk menyampaikan keinginannya tersebut.
Bahkan, kata Gus Dur, sebagai kompensasinya, Fuad juga menginginkan
agar dirinya memperoleh jabatan di pemerintahan.

        Gus Dur menambahkan, Fuad Bawazier sampai marah-marah kepada dirinya
karena ternyata kemudian Amien tak menjadi Presiden, dan ia sendiri
tak memperoleh jabatan apa-apa.

        "Sekalianlah saya ngomong, Mas Amien Rais juga pernah berpandangan
bahwa yang paling pantas jadi presiden itu dia dan bukan saya. Karena
itu, dia kirim orang, ya Pak Fuad itu. Pak Fuad ngomong pada saya, Mas
Amien ini harus jadi presiden, tetapi saya diam saja dan dia sangka
saya setuju. Itu kan salahnya dia dan bukan salah saya. Ternyata saya
yang jadi presiden. Mestinya dia itu ngertilah, tapi kok ya nggak
ngerti, masih saja ribut," ungkap Gus Dur.

        Terhadap cerita Gus Dur itu, Amien membantahnya. Tapi ia tak berniat
untuk menuntut Gus Dur sebagaimana yang dilakukan mantan Pemimpin Umum
Kantor Berita "Antara" Parni Hadi.

        "Sampai detik ini saya sehat, termasuk otak saya. Juga daya ingat
saya, alhamdulilah masih sangat bagus. Dan bila perlu, saya ke dokter
dulu memeriksakan diri sebelum saya berkata kepada Anda bahwa
pengakuan Gus Dur itu tidak benar sama sekali," katanya.

        Perang dingin antara Amien Rais dan Gus Dur sudah menjadi rahasia
umum, dan hal ini disesalkan pengamat politik UI, Arbi Sanit. Menurut
Arbi, tindakan para elit politik --termasuk juga perseteruan Amien-Gus
Dur-- sudah semakin kekanak-kanakan, dan semakin tidak proporsional
lagi. Menurut dia, jika hal ini terus berlangsung, maka eksistensi
kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi taruhannya. Arbi melihat
sikap kekanak-kanakan ini telah terlihat sejak SU MPR lalu.

        "Ketika itu para elit politik mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang
malah menafikan hasil pemilu itu sendiri. Para elit tidak dewasa untuk
menerima hasil pemilu. Kekisruhan yang ada sekarang ini merupakan
turunannya," ujar Arbi. ***

- ------------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Jun 2000 jam 04:41:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke