---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PASUKAN TNI DITUDING TERLIBAT KONFLIK AMBON AMBON, (SiaR, 27/6/2000). Pasukan Kodam V Brawijaya dan pasukan Kostrad dari Yonif 303 Kostrad (Garut), serta Yonif 733/BS Waihuru dituding terlibat dan berpihak kepada salah satu kelompok dalam konflik agama di Ambon, Maluku. Konflik di Ambon kembali membesar, dan Persiden KH Abdurrahman Wahid mulai 27 Juni 2000 memberlakukan keadaan darurat sipil di Propinsi Maluku dan Maluku Utara. Situasi Ambon dan sekitarnya yang relatif tenang sejak kedatangan Wapres Megawati Soekarnoputri mendadak berubah memanas sejak kehadiran laskar jihad dari luar Maluku sebulan terakhir. Laskar Jihad yang jumlahnya mencapai 3000 orang itu datang bergelombang, dan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Laskar inilah yang bersama-sama ribuan penduduk setempat menyerbu Desa Duma, dan Markas Brimob di Tantui, Ambon pekan lalu. Berhasil masuknya laskar ini, yang disertai dua kontainer senjata tajam dan api ke Ambon, menurut John Malaiholo, salah seorang anggota DPRD setempat dari Fraksi Partai Golkar, tidak terlepas dari tanggung-jawab Pangdam Brawijaya, Mayjen TNI Sudi Silalahi karena Pelabuhan Tanjung Perak berada dalam wilayah teritorial kekuasannya. Menurut John, dengan berhasil masuknya Laskar Jihad ke Ambon, ia bisa memaklumi sinyalemen Gus Dur tentang adanya "orang kuat" di Jakarta yang mendisain kerusuhan di Ambon. Hasil investigasi kelompok-kelompok independen --agama, mahasiswa, maupun LSM-- di Ambon yang diterima SiaR juga menyebutkan, adanya dana khusus untuk membiayai tugas-tugas pasukan Kostrad Yonif 303/Garut, dan pasukan Brawijaya selama bertugas di Maluku. Di luar gaji resmi, tiap bulan setiap prajurit masih menerima uang Rp700 ribu. Hal ini dibenarkan seorang ulama Kostrad yang ditugaskan untuk mendampingi para prajurit untuk memberi siraman rohani selama mereka bertugas di Ambon. Berdasarkan informasi yang diperoleh ulama itu, dana tambahan itu diberikan oleh pihak-pihak di luar jalur struktural/garis komando resmi markas pusat Kostrad. Selain itu, para pasukan TNI-AD diketahui menerima pembagian ribuan sepatu sport bermerk Rebook. Pembagian sepatu ini diduga terkait dengan operasi-operasi serangan ke berbagai perkampungan yang dihuni mayoritas agama tertentu pada malam hari yang dilakukan anggota pasukan TNI-AD dengan menggunakan atribut sipil. Ribuan sepatu Rebook ini masuk ke Ambon, dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Sebelumnya, pengiriman serupa melalui Pelabuhan Tanjung Priok, yakni sepatu merek Reebok sebanyak seribu pasang gagal dilaksanakan, karena pasukan TNI-AD dari Batalyon 731 yang akan menerima kiriman itu sudah keburu ditarik kembali. Seribu pasang sepatu yang gagal dikirimkan itu kini menumpuk di gudang perusahaan EMKL di kawasan pelabuhan Tanjung Priok yang telah diorder untuk itu. Dalam penyerbuan ke Markas Brimob Tantui, ribuan massa Laskar Jihad yang sudah bergabung dengan penduduk setempat memperoleh dukungan dari pasukan Brawijaya, Yonif 303 Kostrad (Garut), dan Yonif 733/BS Waihuru membumihanguskan markas besar Brimob pekan lalu. Gudang persenjataan milik Brimob berhasil dijebol dan amunisi didalamnya dijarah penyerbu. Bahkan rumah Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku habis dibakar massa. Lima orang istri polisi (Bayangkari) dikabarkan tewas, selain puluhan anggota Brimob dan keluarganya mengalami luka-luka. Konflik di Ambon sepekan ini meluas ke kawasan Talake, Perigilima, Ponegoro, Galela, dan Hative Kecil. Data yang diperoleh dari berbagai rumah sakit seperti RS Bersalin Al-Fatah, RSUD Dr Haulussy, dan RS Pangkalan TNI-AL Halong mencatat jumlah korban tewas telah mencapai puluhan orang. *** - -------------------------------------------- SiaR WEBSITE: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Jun 2000 jam 19:09:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
