---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Cuak Digorok Orang tak Dikenal * Di Seunagan Truk TNI Digranat Serambi-Langsa Abd Hamid (40), warga Desa Tanoh Anoe, Idi Rayeuk, Aceh Timur, yang oleh masyarakat sekitar dikenal sebagai tenaga bantu operasi (TBO) TNI alias "panah Koramil" alias cuak, Rabu (28/6), ditemukan tewas dengan luka bacok dan gorok yang dilakukan orang tak dikenal di Jalan Kuala, depan stadion sepakbola Idi Rayeuk. Janazah Hamid dikuburkan Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB di Pemakaman Umum tak jauh dari Masjid Kampung Aceh, tempat penampungan pengungsi Idi. Menurut keterangan masyarakat juga sumber di kalangan aparat keamanan, pada Rabu siang sekitar pukul 12.50 WIB, sejumlah warga melihat tubuh Hamid tergeletak bersimbah darah di Jalan Kuala persis depan stadion. Ironisnya, warga bukannya menolong korban, tapi lebih banyak menghindar. "Kami bukan tak mau menolong. Kita tidak tahu siapa yang bunuh dia. Ini masalah politik. Salah-salah, kami yang jadi sasaran," ungkap seorang tokoh masyarakat setempat, yang tak ingin ditulis namanya. Setelah seorang warga memberitahu ke Polsek Idi Rayeuk, barulah aparat datang dan membawa korban ke Puskesmas. Hamid diperkirakan meninggal di TKP. Di kepala korban terlihat bekas bacokan, dahi pecah, dan beberapa gigi copot. Pada leher bagian kiri juga kentara lubang memanjang bekas digorok benda tajam. Almarhum meninggalkan seorang istri, serta empat anak yang masih kecil-kecil. Tak berapa lama setelah kejadian itu, aparat Brimob segera melakukan penyisiran di kawasan tersebut, dan belakangan dibantu pasukan TNI Sat Rajawali. Suasana kota Idi segera berubah. Toko-toko banyak yang tutup. Sejumlah warga mengakui dipukul oleh aparat TNI. "Tapi, Brimob tidak memukul kami," kata seorang korban. Korban penyisiran antara lain Mukhlis (24), warga Alue Jagat, Idi Rayeuk, yang mengalami luka robek di kepala terpaksa dirawat di Puskesmas. Beberapa lainnya mengalami luka ringan. Konspirasi Kapolres Aceh Timur, Letkol Pol Abdullah Hayati, melalui Kapolsek Idi Rayeuk, Letda Pol Basri SH, kepada Serambi, mengatakan kasus tersebut saat ini sedang dalam penyelidikan polisi. Pihaknya telah menanyai sejumlah saksi yang kebetulan melihat empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor melarikan diri dari TKP, setelah membunuh korban. "Pelakunya memang belum teridentifikasi, tapi diduga mereka itu dari kelompok yang selama ini dendam pada korban," ujar Basri. Diakuinya, Hamid adalah seorang TBO-nya TNI sejak masa DOM dan sampai sekarang. Tapi ia membantah Hamid dipakaikan seragam militer dan diberikan senjata api. "Setahu saya tidak mungkin," sebutnya. "Yang jelas, dia banyak membantu aparat TNI. Semua berteman dengan dia," jelas Basri. Karena itu, menurutnya, tidak masuk akal aparat bersikap kasar apalagi membunuh korban, seperti dituduhkan pihak AGAM. Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan AGAM Wilayah Peureulak, Abu Khalifah, kepada Serambi melalui telepon, membantah pihak AGAM terlibat dalam pembunuhan itu. "Saya sudah cek pada semua pimpinan dan anggota Sagoe di wilayah Peureulak, termasuk Sagoe Kuta Idi, tidak ada yang melakukan perbuatan itu," jelasnya. Bukan saja karena saat ini sedang Jeda, menurut Abu Khalifah, tapi lebih karena AGAM memang tak punya rencana menghabisi cuak-cuak. "Kami tahu cuak itu bisa menjadi saksi dan bukti untuk sebuah kejahatan perang yang akan kita ajukan ke Mahkamah Internasional nanti," tambah Abu Khalifah. Pihak AGAM memperkirakan ada sebuah konspirasi dan rencana besar di pihak TNI/Polri untuk menghabisi saksi-saksi hidup tersebut. Karena itu, Abu Khalifah berpesan agar para 'cuak' menyadari posisinya sekarang dan senantiasa berhati-hati. Diserang Sementara itu dari Aceh Barat dilaporkan, sebuah truk militer yang sedang parkir di komplek BKO-TNI Desa Pelekung, Kecamatan Seunagan, Selasa (27/6) malam sekitar pukul 21.00 WIB digranat dengan senjata jenis GLM oleh kelompok tak dikenal. Truk Mercy itu mengalami kerusakan bagian depan. Menyusul suara ledakan tersebut, penduduk Desa Peulekung dan sekitarnya sempat panik, karena katakutan akan terjadi perang. Kasubsektor Aceh Barat Letkol Pol Drs Satriya Hari Prasetya yang dihubungi Serambi Rabu (28/6) mengatakan, tidak ada korban jiwa meskipun komplek BKO Peulekung berada persis di tengah-tengah perumahan penduduk. "Kasus ini terus kita selidiki," kata Satriya. Kejadian yang mengagetkan masyarakat itu kata Satriya, sangat disesalkan karena pihak yang melakukan tindakan terhadap truk TNI ini sudah tidak lagi menghormati jeda kemanusiaan. Sementara Danton BKO-TNI Desa Peulekung, Letda Inf Tamimi Hendra Kesuma kepada Serambi mengatakan, saat truk mereka diserang dari jarak sekitar 200 meter, anggotanya sedang ngobrol-ngobrol di kios dalam komplek BKO bersama sejumlah masyarakat. Danton Tamimi menambahkan, sejumlah anak kecil yang berusia sekitar tiga tahun sedang bermain-main di atas truk yang kena musibah itu. "Saya sedih, bagaimana nasib anak-anak kecil kalau sempat truk ini meledak," kata Letda Tamimi Hendra Kesuma. Letda Tamimi mengatakan, tindakan yang dilakukan terhadap truk TNI yang berada di kawasan keramaian penduduk, jelas sudah melanggar jeda kemanusiaan. Karenanya, saat diserang seluruh anggota diperintahkan siaga dan jangan ada yang menembak. "Saya larang anggota saya melakukan pembalasan, karena kawasan kami tinggal sangat padat penduduk," jelas Letda Tamimi.(tim) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Jun 2000 jam 10:56:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
