----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Gus Dur segera Adili Sejumlah Anggota MPR dan DPR
* FRN Keluarkan Maklumat

Minggu, 2 Juli 2000
Denpasar (Bali Post) -

Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengisyaratkan bukan hanya mantan
Presiden Soeharto tetapi sejumlah anggota MPR dan DPR segera diseret ke
pengadilan. Bahkan di antara anggota MPR ada salah satu biang kerok yang
tergolong kelas kakap kasus KKN selama ini.

Hal itu diungkapkan menanggapi pertanyaan peserta dialog Forum Rembug
Nasional (FRN) Sabtu (1/7) malam di Kuta. Namun, Ketua ICW (Indonesian
Corruption Watch) Teten Masduki maupun praktisi hukum Wayan Sudirta, S.H.
usai FRN tak mau menduga-duga siapa anggota DPR dan MPR yang terlibat kasus
KKN itu. ''Kami tak mau menduga-duga ini proses hukum ada bukti dan saksi,''
katanya. Namun sumber-sumber menyebut di antara anggota MPR itu
disebut-sebut berinisial Fd (Fuad Bawazier? --GospolRed) dan Gn (Ginandjar
Kartasasmita --GospolRed).

Gus Dur mengingatkan, mengadili Soeharto tidak gampang karena ia tergolong
mantan presiden yang pintar. ''Yang penting disadari mengadili Soeharto itu
juga untuk menghormati hukum,'' katanya menjawab pertanyaan Manurung,
mahasiswa Fakultas Ekonomi UI. Manurung mempertanyakan hal itu sesuai hasil
rumusan komisi hukum dan sejumlah aktivis mahasiswa Pospera Unud yang
melakukan aksi duduk di luar ruang FRN. ''Tuntutan kami sama, supaya
Soeharto segera diadili,'' tegasnya.

Gus Dur memahami keinginan mahasiswa untuk mengadili segera Soeharto, namun
masa jabatannya saat ini baru delapan bulan. Kalau melihat pengadilan mantan
Presiden Filipina Marcos, sampai saat ini belum jelas apakah duitnya sudah
dikembalikan kepada negara atau belum. Sementara dalam pengadilan Soeharto,
sasaran yang ingin dicapai bukan hanya menyelesaikan proses hukum, juga
harta yang diperoleh bisa dikembalikan kepada negara. ''Kita akan berupaya
menyelesaikan kedua-duanya,'' tegasnya.

Menanggapi pertanyaan apakah ada KKN baru, Gus Dur menyebutkan tidak ada,
semua kasus KKN yang ditangani saat ini termasuk kasus lama. ''Jika ada kesa
n demikian yang ditulis media massa, maaf saja saya nilai pers kurang
cermat,'' katanya. Bahkan, kalau pengamat atau anggota DPR berpendapat ada
KKN baru di lingkaran kekuasaannya, itu semata-mata bertujuan untuk
menjatuhkan jabatan sebagai presiden.

Reshuffle Kabinet
Menjawab pertanyaan Wimar Witoelar soal reshuffle kabinet, Gus Dur
menyebutkan, sampai SU MPR mendatang tidak akan ada reshuffle kabinet,
kecuali terpaksa. ''Saya merasakan berat dampaknya, apalagi mencari seorang
menteri mesti berkoodinasi dengan Wapres, Panglima TNI dan pejabat
lainnya,'' katanya. Ditanya apakah yakin tanpa menggunakan orang
profesional, kabinet berjalan baik? Gus Dur hanya menjawab persoalannya
bukan profesional- tidaknya, tetapi kepercayaan. ''Apa yang kita putuskan
baik, belum tentu dipercaya orang asing, ini masalahnya,'' katanya.

Terhadap melemahkan kepercayaan kepada rupiah, Gus Dur menilai, apa yang
disampaikan pengamat ekonomi UGM, Sri Adiningsih di acara ini sudah sering
disampaikan. ''Hal itu disampaikan oleh orang-orang yang kehilangan
kepercayaan dan tidak memiliki belas kasihan terhadap kondisi bangsa,''
ujarnya.

Sri Adiningsih memaparkan FRN diadakan karena mereka prihatin atas sendi
kehidupan bangsa yang kian bertambah buruk. Apa yang dipaparkan Gus Dur pada
sambutannya bahwa investasi membaik ternyata bertolak belakang. ''Kalau
Maret-April 2000 investasi membaik, sedangkan April turun 80 persen,''
katanya seraya menegaskan, ada indikator mengkhawatirkan di balik optimisme
Gus Dur akan membaiknya investasi.

Menanggapi pertanyaan kesulitan apa yang dihadapi presiden menangani kasus
Maluku, Gus Dur menyatakan inti persoalannya terletak pada Gubernur dan
Pangdam yang belum diganti. ''Saya sudah lama mengusulkan tetapi prosesnya
ternyata tak begitu mudah,'' katanya seraya menyebutkan, saat ini Pangdam
Maluku sudah diganti.

Dalam sambutannya, dia menghargai kerja keras panitia untuk mempertemukan
semua tokoh nasional mencari solusi terhadap persoalan bangsa. Hal ini
menunjukkan betapa mereka masih cinta terhadap Tanah Airnya.

Maklumat FRN

Peserta FRN kemarin juga mengeluarkan Maklumat FRN. Iman B Prasodjo
membacakan Maklumat FRN di bidang kerawanan sosial. Menurutnya, di negara RI
belum pernah ada kekejaman sosial yang sedahsyat saat ini. Kekejaman sosial
yang menghancurkan kemanusiaan masih terus berlangsung dan telah sampai pada
titik membahayakan kelanjutan kehidupan, dalam bentuk kekerasan komunal dan
keterbuangan sosial dengan segala variannya. Iman selanjutnya mengatakan,
''Kekejaman sosial itu merupakan dosa kita semua. Oleh sebab itu, masyarakat
bersama pemerintah, harus segera mengambil tindakan penyelesaian dan
pencegahan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.'' Wujud kekejaman sosial
itu, di antaranya adalah kekerasan komunal. Semua pihak diimbau menghentikan
segala bentuk kekerasan, melaksanakan rekonsiliasi dan melaksanakan
penegakan hukum.

Maklumat di bidang politik dibacakan Rizal Pribadi. Berkaitan dengan upaya
meredakan ketegangan politik, diserukan agar, satuan-satuan militer sipil
dan militerisasi partai politik dibubarkan. Hilangkan polarisasi masyarakat
dengan isu suku, ras, dan agama. Menghentikan diskriminasi agama, gender,
dan etnis serta menghindari dan menghentikan segala bentuk kerusuhan dan
tirani massa. Memberikan kesempatan kepada perempuan untuk turut serta
menyelesaikan konflik dan menjujung tinggi etika berpolitik, khususnya para
elite politik serta tokoh masyarakat dan membantu menyelesaikan ketegangan
sosial melalui pemberitaan media massa.

Dalam nenegakkan supremasi hukum dan rekonsiliasi, FRN minta cabut produk
hukum yang antidemokrasi. Mengadili Soaharto dan kroni-kroninya dengan
segera. Menuntaskan seluruh kasus KKN, pelanggaran HAM serta mendukung
berdirinya komisi kebenaran dan rekonsiliasi termasuk membersihkan lembaga
peradilan.

Dalam melaksanakan amandemen UUD 1945 menyertakan partisipasi rakyat
terutama menyangkut pemilihan presiden langsung, sistem bikameral yang
terdiri atas Dewan Utusan Daerah dan DPR. Di samping menciptakan kemandirian
lembaga peradilan, Kejaksaan Agung serta menambah pasal-pasal tentang HAM
termasuk prinsip-prinsip keadilan gender.

Andi Malarrangeng yang membacakan maklumat di Komisi Desentralisasi banyak
membahas otonomi daerah. Di antaranya, otonomi daerah harus memperhatikan
kekhususan daerah, memberikan kewenangan kepada masyarakat setempat dalam
pengambilan keputusan investasi, pendidikan, pembangunan ekonomi dan
keamanan. Pembagian kewenangan politik harus sejalan dengan pembagian
pendapatan dan biaya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 06:56:13 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke