---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Carmel: Seret Soeharto karena kejahatan kemanusiaan Carmel Budiharjo, penerima Livelihood Award (Nobel alternatif) menyerukan kepada pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menyeret Soeharto karena kasus kejahatan kemanusiaan. Menurut wanita kelahiran London yang pernah tinggal di Indonesia ini, desakan yang menuntut agar Soeharto diadili karena kasus KKN tidak terlalu signifikan dibandingkan kejahatan kemanusiaan selama 32 tahun Soeharto berkuasa. Carmel yang pernah ditahan tiga tahun di penjara Bukitduri tanpa proses pengadilan karena tuduhan komunis ini mengatakan, KKN yang dilakukan oleh Soeharto dan kroninya karena sistem represi yang dibangun oleh Orba yang berlangsung 32 tahun. "Sistem inilah yang melahirkan praktek KKN. Dan yang lebih parah lagi adalah terjadinya tindak kekerasan. Di antaranya pembantaian PKI, petrus, DOM di Aceh, kekerasan di Aceh, Papua dan Tanjung Priok." Dikatakan Carmel, almarhum suaminya Suwondo Budiharjo yang meninggal di Inggris sempat juga ditahan. Ia menilai masyarakat Indonesia terlalu terfokus pada persoalan KKN Soeharto. Padahal soal KKN hanya bagian kecil dari praktek yang dilakukan Soeharto. Seandainya persoalannya digeser pada persoalan kejahatan kemanusiaan, kata Carmel, secara otomatis akan menyelesaikan masalah. Ia mengimbau agar masyarakat mengampanyekan penuntutan Soeharto atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya di pengadilan Indonesia. Karena menurutnya, kalau dibawa ke Internasional Tribunal hal itu tidak mungkin, sebab pemerintahan Presiden Gus Dur mengalami beban terutama desakan dari Poros Tengah. "Oleh karena itu harus ada kekuatan rakyat yang sanggup menciptakan opini. Kasus ini pernah dialami oleh Pinochet." Carmel mengungkapkan selama di Indonesia ia akan mengampanyekan penegakkan HAM lewat lembaganya yang bernama TAPOL. Ia juga merencanakan untuk bertemu dengan LSM-LSM, pejabat-pejabat pemerintah dan kalau memungkinkan akan bertemu dengan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Pada kesempatan itu ia juga mendukung pencabatan Tap MPRS no 25/1966 tentang larangan ajaran komunisme. Dikatakannya, tap ini mengandung pelanggaran HAM yang sangat berat. Karena orang-orang yang selama ini dituduh komunis tidak bisa berbuat banyak untuk menjalani hidupnya. "Ide Gus Dur itu visioner bagi penegakkan HAM di Indonesia." Ia juga akan menyoroti pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, Aceh dan di Maluku yang hingga kini diselesaikan. Ia juga akan memperhatikan nasib 100 pengungsi yang diintimidasi milisi di NTT. Padaha mayoritas dari para pengungsi ini ingin kembali ke Timtim.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 11:31:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
