---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 05 Juli 2000 14:40 UTC ** TIM GEGANA POLRI TUTUP GEDUNG BUNDAR KEJAKSAAN AGUNG ** PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID AKAN PELAJARI TUNTUTAN PAPUA ** UNIVERSITAS PATTIMURA DAN SEJUMLAH GEDUNG LAINNYA DIBAKAR ** TOPIK GEMA WARTA: KEJAKSAAN AGUNG TAK KENDOR KARENA TEROR BOM ** TOPIK GEMA WARTA: PENGADILAN KONEKSITAS HANYA KOMPROMI SEMENTARA SAJA ** TOPIK GEMA WARTA: JAKSA AGUNG TANGANI KKN DAN POLRI MENAHAN PROVOKATOR * TIM GEGANA POLRI TUTUP GEDUNG BUNDAR KEJAKSAAN AGUNG Tim Gegana Polri segera mencari kemungkinan adanya bom lain menyusul ditemukannya satu jenis bom di lantai III Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, hari ini sekitar pukul 12.23 WIB, dan menutup segala kegiatan di gedung tersebut. Selasa kemarin, lantai dasar Gedung Bundar Kejaksaan Agung juga rusak akibat ledakan bom. Sehubungan dengan itu polisi menangkap empat orang. Ledakan terjadi sesaat setelah Hutomo Mandala Putra alias Tommy, putra bungsu mantan Presiden Soeharto diinterogasi mengenai kasus korupsi. Sebuah bom yang ditemukan pada hari Rabu ini oleh Kapten Karmin, anggota Puslabfor Mabes Polri, terdapat di dalam kardus yang diikat di antara pipa-pipa di kamar mandi lantai III. Kemudian, Gedung Bundar segera dikosongkan di mana saat itu sedang berlangsung pemeriksaan Djoko S. Tjandra sebagai saksi atas tersangka Syahril Sabirin dalam kasus Bank Bali dan mantan Menkeu JB Sumarlin atas tersangka Sujono Suryo dan Kabul Riswanto dalam kasus Gatari. * PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID AKAN PELAJARI TUNTUTAN PAPUA Para pemimpin gerakan Papua Merdeka bersikap optimis seusai pertemuan dengan Presiden Abdurrahman Wahid, Selasa kemarin. Bulan lalu pemerintah di Jakarta tidak mengakui pernyataan merdeka Papua seusai Kongres Rakyat Papua. Tetapi Gus Dur dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh Papua Selasa kemarin menyatakan akan mempelajari tuntutan Papua. Papua, yang disebut Irian Jaya di masa Orde Baru, adalah wilayah bekas jajahan Belanda Nieuw Guinea yang dianeksasi Indonesia tahun 1963. Beberapa tahun kemudian para pemimpin lokal memilih untuk tetap merupakan bagian Indonesia, tetapi sebagian rakyat bersikeras menolak pemerintah di Jakarta. * UNIVERSITAS PATTIMURA DAN SEJUMLAH GEDUNG LAINNYA DIBAKAR Warga muslim di pulau Ambon membakar Universitas Negeri Pattimura. Universitas di pinggiran kota Ambon itu dan sejumlah gedung lainnya dibakar. Empat orang dikabarkan tewas akibat bentrokan pada pembakaran tersebut. * TENTARA FIJI BERIKAN ULTIMATUM KEPADA PEMBANGKANG Tentara Fiji memberi ultimatum kepada kelompok pembangkang yang masih menyandera mantan Perdana Menteri Mahendra Chaudry dan 26 orang lainnya di gedung parlemen di ibukota Suva. Para pembangkang pimpinan George Speight, pemimpin kudeta, diharuskan meninggalkan gedung parlemen dan membebaskan semua sandera dalam waktu 48 jam. Tentara tidak mengumukan langkah apa saja yang akan diambilnya apabila para pembangkang tidak menggubris tuntutan itu. Tentara memberikan ultimatum sehari setelah pecah baku tembak antara tentara dan pembangkang. Empat orang pembangkang dikabarkan luka-luka. Sesaat sebelum terjadi tembak-menembak George Speight dalam acara temu pers mengatakan menolak pemerintah interim yang sesaat sebelumnya dilantik oleh tentara. * LEDAKAN BOM DI GEDUNG KEHAKIMAN KOLOMBO Sedikitnya 13 orang dikabarkan luka-luka akibat ledakan bom di sebuah gedung kehakiman di luar kota Kolombo, ibukota Sri Langka. Ledakan itu mengganggu proses peradilan terhadap gerombolan kejahatan. Polisi menduga ledakan itu adalah ulah sebuah organisasi musuh yang mengincar anggota-anggota gerombolan yang tengah diproses. Sejumlah terduga memanfaatkan keadaan chaos dan melarikan diri. Kebanyakan serangan bom di Sri Langka dilakukan oleh Macan Tamil yang separatis, yang hari ini tepat 13 tahun lalu melancarkan aksi bunuh diri yang pertama. * BADAI TOPAN MELANDA FILIPINA Sedikitnya tujuh orang di pulau Luzon, Filipina, tewas akibat badai topan yang dibarengi hujan deras dan banjir. Lima orang dikabarkan tenggelam, dua lainnya tewas karena sebuah pohon tumbang di atas rumah mereka. Daerah-daerah pemukiman di ibukota Manila dan 20an kota lainnya tergenang air. Sementara ini 16.000an orang mencari perlindungan di pusat-pusat penampungan khusus di Manila dan di tiga propinsi Filipina Utara lainnya. Presiden Filipina Joseph Estrada untuk hari ini menyatakan semua gedung-gedung pemerintah tutup. Sekolah-sekolah di daerah musibah itu juga ditutup. * PERTEMUAN PUNCAK CINA RUSIA DI TAJIKISTAN Presiden Cina Jiang Zemin dan sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin hari ini melakukan pembicaraan di Tajikistan mengenai dipereratnya hubungan kerjasama strategis. Mereka juga akan membicarakan rencana pemerintah Amerika menempatkan perisai anti-rudal di ruang angkasa, yang sangat ditentang oleh Cina dan Rusia. Pertemuan ini mendahului KTT Asia Tengah yang akan dihadiri oleh Cina, Rusia, Kazachstan, Kirgizia dan Tajikistan. Diperkirakan pertemuan itu akan mengangkat keadaan di Afghanistan. Para pemimpin Asia Tengah mengecam rejim di Afghanistan, yang mereka tuduh menyebarluaskan ekstremisme agama dan penyelundupan senjata dan ganja. Rusia, yang menuduh Afghanistan memasok senjata kepada pembangkang di Chechnya, mengatakan bila perlu akan melakukan intervensi militer. Cina menolak keras intervensi militer di Afghanistan. * POLISI DAN DEMONSTRAN PROTESTAN BENTROK TERUS Selama tiga malam berturut-turut bentrokan dahsyat terjadi antara polisi dan para demonstran protestan di Irlandia Utara. Kerusuhan paling dahsyat terjadi di Belfast, di mana pecah baku tembak antara agen polisi dan kelompok pengacau keamanan. Dikabarkan tidak ada korban luka-luka. Sejumlah mobil dibakar dan banyak jalan diblokir. Polisi juga terpaksa turun tangan di kota-kota lain Irlandia Utara. Para demonstran protestan berang karena mars oranye yang tradisional itu dilarang melewati sebuah jalan di daerah katolik Drumcree. Larangan itu diturunkan Senin lalu. Apa yang disebut musim mars ini hampir selalu menimbulkan kerusuhan masal di Irlandia Utara. * PRD TOLAK BEKERJASAMA DENGAN VICENTE FOX Partai Meksiko PRD yang berhaluan kiri tengah menolak bekerjasama dengan Vicente Fox yang terpilih sebagai presiden baru. Seorang jurubicara partai mengatakan PRD enggan bersembunyi di balik apa yang disebutnya 'kedok pemerintah pluralistis'. Fox setelah kemenangannya mengundang semua partai untuk turut memerintah. Dengan demikian ia ingin mewujudkan peralihan kekuasaan yang stabil, menyusul kekalahan PRI yang berkuasa selama 70 tahun lebih. Fox nampak terpaksa membentuk koalisi karena partainya, yaitu partai PAN yang konservatif, gagal memperoleh dukungan mayoritas anggota parlemen. Dalam acara temu pers Selasa kemarin Fox mengumumkan tindakan-tindakan anti-kejahatan. Ia hendak melakukan reformasi mendalam kementerian dan instansi yang mengurus pemberantasan kejahatan. Ia selanjutnya bermaksud membersihkan pemerintah dari praktek-praktek korupsi. Fox akan dilantik sebagai presiden 1 Desember mendatang. * KEJAKSAAN AGUNG TAK KENDOR KARENA TEROR BOM Meskipun terjadi teror ledakan bom di Kejaksaan Agung hari Selasa kemarin, Jaksa Agung Marzuki Darusman menyatakan tidak akan kendor, bahkan tetap bertekad menyelesaikan sejumlah kasus. Kami menghubungi Direktur Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Yusar Yahya, dan menanyakan sekitar kegiatan di Kejaksaan Agung hari ini. Pertama-tama, dikatakannya, ledakan itu bukan bom tapi hanya bahan peledak. Yusar Yahya [YY]: Itu sebenarnya bukan dibom. Kalau dibom itu kan sepertinya ada yang melempar bom. Yang sebenarnya memang ada orang meletakkan alat peledak di sebuah toilet umum di belakang, di gedung Pidsus. Di gedung Kejaksaan Agung ini kan ada sekitar delapan gedung. Nah salah satunya adalah gedung bulat itu, gedung pemeriksaan. Itu di bagian belakangnya, di toilet paling belakang di situ ada alat peledak. Nah itulah yang kemarin meledak lalu merusak toilet umum itu. Radio Nederland [RN]: Sebetulnya bukan bom ya tapi hanya alat peledak? YY: Ya tapi belum tahu jenisnya. Nanti baru kita akan ketahui setelah ada pemeriksaan dari polisi ya. Sekarang sudah ditangani oleh Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro ya. RN: Ledakan dari bahan peledak itu terjadi persis setelah tidak lama Tommy Soeharto meninggalkan Kejaksaan Agung ya. Sehingga timbul semacam spekulasi ini Pak Yusar mungkin ada hubungannya dengan pemeriksaan itu. YY: Ya begini. Pada hari itu kan banyak pemeriksaan di sini. Ada kasus Bob Hasan, ada kasus PT Gatari, ada kasus Syahril Sabirin. Banyak. Orang yang diperiksapun cukup banyak hari itu. Jadi kita ndak bisa menghubung-hubungkannya dengan satu orang tertentu saja. Tapi kita tentu nanti akan melihat dulu bagaimana hasil pemeriksaan dari polisi. Baru kita bisa memberikan tanggapan bagaimana sebenarnya. RN: Tetapi paling tidak dari konteksnya tentu itu ada kaitan dengan pemeriksaan-pemeriksaan yang diadakan oleh Kejaksaan Agung ya, Pak Yusar? YY: Saya tidak bisa mengatakan begitu ya, karena saya terlebih dulu harus menunggu hasil pemeriksaan polisi. Kalau ada kesimpulan dari hasil pemeriksaan polisi baru bisa kita mengatakan hubungannya ini ke mana ya. RN: Sejauh ini Jaksa Agung sudah memberikan tanggapan Pak Yusar? YY: Ya sudah. Pak Jaksa Agung mengatakan bahwa kalau begitu memang keamanan di Kejaksaan Agung harus ditingkatkan. RN: Kalau kita kaitkan dengan akhir-akhir ini ya, banyak sekali kegiatan Kejaksaan Agung dilakukan dengan penelitian KKN dan lain sebagainya, sulit sekali orang tidak menghubungkan ya. Setiap kali serangan kepada Kejaksaan Agung selalu dikaitkan dengan penelitian KKN. Apakah juga Pak Yusar melihat kerangka yang sama? YY: Kalau kita ya begini. Kalau masyarakat itu kan selalu membuat asumsi asumsi ya. Kita tidak bisa melarang itu. Orang pun mengeluarkan pendapatnya menghubungkan ke sana ke mari ya silahkan ya. Tetapi kalau Kejaksaan itu kita harus memandangnya secara yuridis. Secara aturan-aturan yang berlaku dan prosedur sebenarnya, data dan fakta yang ditemukan. Oleh karena itu sebelum ada suatu kesimpulan dari hasil pemeriksaan polisi, kami Kejaksaan tidak akan menghubungkannya dengan kasus-kasus tertentu. RN: Pak Yusar yang jelas ini satu bentuk teror ya kepada Kejaksaan Agung. Dampaknya bagaimana terhadap Kejaksaan Agung, tugas-tugas berjalan seperti biasa? YY: Masih, seperti tadi pagi pemeriksaan pun berlangsung di gedung Pidsus itu. Sehingga dengan demikian ya ndak ada masalah, karena yang rusak itu kan bagian belakang. Yang bagian depannya ndak jadi masalah ya. Tempat pemeriksaan-pemeriksaan biasapun tidak terganggu. Demikian tadi Yusar Yahya, direktur Penerangan Hukum Kejaksaan Agung. * PENGADILAN KONEKSITAS HANYA KOMPROMI SEMENTARA SAJA Marzuki Darusman mengakui pengadilan koneksitas itu hanya kompromi sementara saja dengan pihak militer. Demikian Jaksa Agung menanggapi kritik dari mantan tapol, dan aktivis HAM kawakan asal Inggris, Carmel Budiardjo, yang pertama kali setelah 30an tahun, berada kembali di Indonesia. Kepada Carmel Budiardjo kami pertama-tama tanyakan bagaimana rasanya tiba di Indonesia yang baru? Carmel Budiardjo [CB]: Saya sebetulnya merasa pulang, begitu. Karena begitu banyak teman lama, teman baru menyambut saya dengan hangat sekali. Jadi saya merasa senang sekali berada kembali di Indonesia. Sangat mengharukan mengingat bahwa saya waktu berangkat dari Indonesia saya seorang diri. Langsung dari penjara harus ke lapangan terbang dan pergi. Dalam keadaan yang sangat terisolasi. Jadi ini bisa dibandingkan dengan perasaan saya waktu kembali, bukan terisolasi tapi malah sebaliknya, disambut dengan hangat. Banyak orang ke lapangan terbang. Radio Nederland [RN]: Anda selama ini giat hak asasi manusia, lalu sekarang kita melihat Indonesia, tampaknya masyarakat Indonesia ini lebih sibuk soal duit. Duitnya Soeharto tapi bukan soal kejahatan kemanusiaan. Mengapa terjadi obsesi seperti ini? CB: Saya juga sudah berapa kali mengeluarkan pendapat yang begitu. Masalah Soeharto sebetulnya bukan masalah korupsi, KKN. Ya memang ada korupsi. Itu serius. Tapi masalah kejahatan kemanusiaan, seharusnya itu yang dipikirkan. Tujuannya itu sekarang salah, seharusnya terhadap crime against humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan, Red.). RN: Nah, kalau begitu apa akibatnya? Apakah ini membawa prospek hak asasi manusia yang merugikan? CB: Saya memang mengkhawatirkan bahwa usaha-usaha untuk mendirikan pengadilan hak-hak asasi, untuk menjalankan peradilan-peradilan terhadap orang yang harus diadili, saya belum yakin, samasekali belum yakin bahwa hal-hal ini akan mendapat perhatian yang betul. Karena terlalu banyak ditujukan kepada masalah korupsi. RN: Anda punya rencana untuk bertemu dengan Gus Dur. Apa yang akan anda bicarakan dengan Gus Dur? CB: Mudah-mudahan. Belum ditentukan. Mudah-mudahan akan bisa saya bertemu. Saya bertemu dengan Marzuki. RN: Topik-topik apa yang anda bicarakan dengan Marzuki? CB: Saya bicarakan beberapa hal. Nomor satu saya mau menyelesaikan secara tuntas masalah pencekalan. Sebab untuk saya sendiri belum jelas, apakah pencekalan itu masih ada atau tidak. Teman saya Liem [Sioe Liong, aktivis Tapol yang lain, Red.] juga. Itu pasti dia masih dicekal. Hal itu pertama yang saya ajukan kepada Marzuki, supaya pencekalan secara prinsipil supaya soal ini bisa diselesaikan. Kemudian saya mengajukan beberapa keberatan atau kritik terhadap perancangan undang-undang pengadilan HAM. Saya menyerahkan dokumen mengenai itu dan dia kelihatan memang tertarik mengenai hal ini. Walaupun sebetulnya undang-undang itu adalah urusan Yusril. Tapi dia tertarik soal ini. Kita juga membahas masalah KPP, terutama mengenai masalah Tanjung Priok. Saya mengajukan keberatan sebetulnya mengenai cara pengadilan yang dilaksanakan sampai sekarang itu namanya cara pengadilan koneksitas. Saya mengatakan bahwa ini memberi kesempatan kepada militer untuk mencampuri bahkan boleh dikatakan mendominasi pengadilan karena sistim koneksitas itu dan dia mengatakan bahwa ini kompromi yang harus dijalankan sementara sebelum ada jalur-jalur hukum yang bisa disesuaikan dengan keputusan menyelesaikan masalah hak-hak asasi. Dia melihat itu sebagai suatu kompromi saja. Menurut saya ini bukan caranya. Demikian tadi Carmel Budiardjo mantan tapol dan aktivis HAM kawakan asal Inggris. * JAKSA AGUNG TANGANI KKN DAN POLRI MENAHAN PROVOKATOR Selama beberapa hari terakhir masyarakat sudah dikondisikan oleh pemberitaan majalah Gatra edisi tanggal 8 Juli yang kemudian dikutip koran Media Indonesia, seolah 40 orang akan segera ditangkap. Akibatnya orang tidak bersikap kritis. Dalam daftar tersebut disebut nama Ketua DPR Akbar Tanjung dan Ketua MPR Amien Rais. Tetapi kemarin Amien Rais mengatakan, kami yang akan meminta pertanggungjawaban Gus Dur dan bukan sebaliknya. Memang, sebagaimana sudah diduga, lagi-lagi majalah Gatra, milik Bob Hasan yang dahulu sering menjadi terompet intel Soeharto yang kini berhasil mengadudomba golongan reformis. Berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Kelompok-kelompok politik status quo yang merasa terancam dengan rencana pemerintah untuk melakukan penangkapan, kini mulai unjuk gigi. Setelah peledakan bom pertama hari Selasa, dua bahan peledak yang diduga bom rakitan, kemarin, di gedung yang sama tetapi di kamar kecil tingkat tiga, ditemukan kembali bahan peledak. Dua bom yang berat totalnya mencapai 4 kg tersebut, jika sempat meledak, diperkirakan akan meratakan seperempat Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Sementara di tempat lain, yaitu di Graha Niaga kemarin pagi ada ancaman peledakan bom. Jaksa Agung Marzuki Darusman setelah sidang kabinet Rabu kemarin mengatakan, aparat Kejaksaan Agung tidak akan kendor, dan tetap kompak meski diteror. Kejaksaan Agung bertekat menyelesaikan kasus-kasus KKN, meski gedungnya dibom. Jaksa Agung juga membantah pendapat bahwa gedungnya dibom karena masyarakat tidak puas dengan kinerja Kejaksaan Agung. Ditanya apakah ada kaitan dengan penembakan di DPR, Marzuki menjawab, "Mudah memang untuk dilihat demikian. Saya kira persepsi masyarakat memang begitu". Namun dia mengakui, kejadian tersebut di luar dugaan dan mendadak. Hingga saat ini, Polri belum dapat mengatakan apakah peledakan bom tersebut terkait dengan rencana pemeriksaan anggota DPR atau dengan pemeriksaan Tommy Soeharto. Profesor Loebby Lukman seorang pakar hukum mengatakan, bom-bom itu bisa saja diletakkan oleh para pendukung orang-orang yang diperiksa supaya Kejaksaan Agung takut. Tetapi bisa juga oleh mereka yang tidak puas dengan kinerja Kejaksaan. Sebaliknya, sumber-sumber intelijen memperkirakan bahwa yang melakukan terror itu adalah orang-orang sama, yang sejak Benny Moerdani berkuasa sudah biasa menteror masyarakat dengan bom. Setelah Soeharto lengser dan Habibie berkuasa, orang-orang ini menawarkan jasa mereka kepada kelompok Cendana untuk melakukan pengacauan. Kini mereka kembali beroperasi untuk mendukung kelompok status quo. Hendardi, Direktur PBHI, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia, menyatakan, peristiwa itu menunjukkan betapa Gus Dur harus berhadapan dengan kekuatan-kekuatan lama yang selalu mampu dan tak pernah segan menggunakan teror dan kekerasan. Pihak Kejaksaan Agung setelah kejadian ini akan meningkatkan pemeriksaan mereka. Mulai pekan depan sepuluh tokoh status quo akan diperiksa. Tetapi siapa sebenarnya mereka? Benarkah daftar yang dimuat oleh majalah Gatra dan kemudian dikutip oleh harian Media Indonesia itu? Kecuali Fuad Bawazier dan Siswono Yudohusodo, sumber lain menyebut-nyebut nama para mantan menteri seperti Subyakto Tjakrawerdaya dan Adi Sasono. Di samping itu putra-putri mantan Presiden Soeharto seperti Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardiyanti Rukmana juga akan diperiksa dalam kasus korupsi ayah mereka. Selain itu tokoh Golkar Setya Novanto akan diperiksa soal kasus Bank Bali. Dan terhadap Ade Komarudin, tokoh Golkar lain, serta tokoh PAN Hatta Radjasa masih tidak jelas dalam kasus apa mereka akan diperiksa. Pada pokoknya Gus Dur telah menugaskan Jaksa Agung untuk memeriksa orang-orang ini sebelum tanggal 15 Agustus. Mudah dipahami kalau tugas ini sulit dilaksanakan oleh Marzuki, bukankah sebagai salah satu pemimpin Golkar, ia sempat berbagi kekuasaan dengan orang-orang ini. Lebih dari itu, tidak tertutup kemungkinan orang-orang Golkar ini juga akan menyebut nama Marzuki sendiri. Tetapi jika sampai tanggal 15 Juli ini Marzuki belum menahan orang-orang ini maka menurut sumber-sumber istana, Marzuki akan diganti. Dua calon Jaksa Agung, yang dahulu menentang Soeharto, kini sudah dipersiapkan oleh Gus Dur. Memang sudah berkali-kali beredar desas-desus bahwa Marzuki Darusman akan diganti, dan sampai sekarang semuanya tidak terwujud. Tetapi, dibandingkan dengan desas-desus terdahulu, belum pernah terdapat alasan mengganti Marzuki semasuk akal alasan kalau Jaksa Agung ini gagal menjalankan tugasnya. Tugas Kejaksaan Agung memang menangani masalah KKN. Polri, di pihak lain, bertugas menahan para otak provokator di Maluku, Poso dan daerah-daerah lain, sebelum 15 Juli mendatang. Tetapi Gus Dur tidak mempersiapkan seorang pengganti Kapolri. Menurut Brigjen Polisi Dadang Garinda, polisi tidak pernah mencari kambing hitam. Polisi tidak mengenal terminologi "provokator", katanya kepada pers. Keterangan Presiden hingga kini hanya dianggap sebagai informasi saja. Polisi pun belum menerima nama-nama yang harus ditangkap. Sampai saat ini polisi belum akan memanggil orang-orang yang disebut-sebut oleh pers karena belum cukup bukti-bukti bahwa mereka terlibat dalam kerusuhan di Maluku dan daerah-daerah lain. Demikian Dadang. Cara polisi adalah dengan memeriksa di TKP atau Tempat Kejadian Perkara, baru diperiksa ke atas. Ini jelas terlihat dalam pemeriksaan kasus 27 Juli, katanya. Polisi tidak langsung memeriksa orang-orang di atas, jelasnya. Dari keterangan pihak kepolisian ini jelaslah bahwa polisi tidak bisa melakukan penangkapan sebelum tanggal 15 Juli, sebagaimana diharapkan Presiden. "Harus ada bukti-buktinya terlebih dahulu", kata Brigjen Dadang Garinda kepada pers Rabu kemarin. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Jul 2000 jam 16:44:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
