---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- detik.com, 5 Juli 2000 Pangkostrad: Tak Rasional Kirim Pasukan PBB ke Maluku Reporter: MMI. Ahyani detikcom - Bandung, Minta dikirimnya pasukan internasional (PBB) guna menyelesaikan konflik di Maluku adalah tidak rasional, serta mencerminkan ketidakpercayaan pada kemampuan sendiri. "TNI masih mampu, itu sudah terlalu jauh. Apa nggak ada cara lain, nggak percaya dengan kemampuan sendiri," tegas Pengkostrad Letjen TNI Agus Wirahadikusumah. Demikian hal itu ditegaskan oleh Pangkostrad Letjen TNI Agus Wirahadikusumah kepada wartawan di sela-sela Upacara Serah Terima Jabatan Komandan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI AD dari Mayjen TNI Djoko Besariman kepada penggantinya Mayjen TNI Bibit Waluyo di Mako Sesko TNI AD Bandung, Rabu (5/7/2000) pagi. Menurut Agus WK, soal isu keberpihakan tentara di Maluku adalah agitasi yang dilakukan untuk memecah kekompakan pasukan di sana. Isu yang berkembang adalah pasukan Brimob memihak kelompok merah Kristen dan pasukan Kostrad dari Jawa memihak kelompok putih Muslim. "Itu agitasi. Tidak benar itu," tegas Agus WK, panggilan akrabnya. Terjadi keberpihakan oleh sementara oknum pasukan, menurut dia, bisa saja terjadi. Agus melihat hal itu dari 2 sisi. "Ada aparat lokal dan pasukan dari luar. Yang lokal itu pasukan organik di sana. Karena sehari-hari dan sekian lama melihat konflik-konflik yang menerus, otomatis naluri kemanusiaannya terganggu. Sangat mungkin dia berpihak dengan segala latar belakangnya," tutur dia. Sedangkan, pasukan yang dari luar harus pula dilihat seberapa lama dia telah bertugas di situ. "Pemimpin TNI sudah menggariskan agar pasukan luar organik itu jangan terlalu lama agar tidak berpengaruh," kata Agus lagi. Soal ketidaknetralan itu juga bisa saja karena miskomunikasi atau dilihat hanya dari satu sisi. "Misalnya, tanpa disadari kita tempatkan posko di dekat masjid. Itu dianggap berpihak. Karena itu kita harus peka terhadap hal-hal yang dianggap tidak netral. Itu memang pertaruhan, kalau tidak netral bagaimana bisa menyelesaikan persoalan itu dengan baik," kata dia lagi. Pasukan dari Kostrad yang ada di Maluku pun menurutnya, tidak terlalu banyak hanya 4 batalyon dan tidak ada penambahan. Pasukan Kostrad dari Batalyon 303 Majalengka yang dinilai tidak netral itu pun menurutnya dalam waktu dekat sudah akan ditarik karena sudah selesai bertugas di sana dan akan digantikan pasukan dari batalyon lain. "Sekarang persoalannya adalah bagaimana membangun kontrak sosial baru pada semua lapisan masyarakat di sana. Itu yang perlu dilakukan agar perdamaian dapat seterusnya tercipta di sana," kata Agus WK. Pangkostrad kembali menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi rakyat Indonesia adalah soal pemimpin. "Konflik horisontal di lapisan rakyat bawah akibat tiadanya kepempinan yang baik. Padahal rakyat di lapisan grass root ataupun prajurit adalah sangat cinta perdamaian (peaceful)," jelas dia. Usulan soal pemberlakuan darurat sipil, darurat militer ataupun prosedur hukum lainnya menurut Agus bukanlah persoalan rakyat di sana. "Itu persoalan para pemimpin. Rakyat sendiri maunya perdamaian dan keamanan cepat tercipta," tegasnya lagi. Karena itu, Agus mengajak untuk melihat substansi persoalan secara lebih mendalam. "Ini semua lebih disebabkan soal ketimpangan, ketidakadilan, ketidaknetralan. Jadi kita harus betul-betul konsisten. Ini harus ditegakkan. Di samping itu harus juga diperangi soal ketimpangan itu," tandas Agus.(zal) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Jul 2000 jam 10:43:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
