---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 5 Juli 2000 GUBERNUR LATUCONSINA: MASYARAKAT JANGAN TUDING TNI Ambon, 5/7 (ANTARA) - Masyarakat di Kotamadya Ambon dan sekitarnya diminta untuk tidak menuding personil TNI telah terlibat dalam kerusuhan, karena problemnya terpulang pada masyarakat sendiri, kata Gubernur Maluku Saleh Latuconsina. "TNI yang terlibat dalam kerusuhan itu oknum dan bukan Korps. Jadi jangan hanya menuding karena kerusuhan terjadi itu semuanya berpulang kembali ke masyarakat apakah mau diprovokasi untuk saling menyerang," katanya kepada wartawan di Ambon, Rabu. Gubernur Latuconsina yang juga Penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku ini mengatakan, kerusuhan di Poka, Rumahtiga dan Wailela, Kecamatan Baguala terjadi karena masyarakat telah terprovokasi untuk saling menyerang di saat aparat keamanan ditarik dari pos- pos kecil untuk melakukan konsolidasi. "Penarikan itu dimaksudkan untuk menata kembali pengamanan pada titik-titik rawan guna memperkuat pasukan dengan tujuan-tujuan tertentu," katanya. Dengan dibobolnya dua gudang senjata di Kesatrian Brimob Polda Maluku di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kodya Ambon, pada 21-22 Juni 2000, aparat keamanan melakukan konsolidasi untuk mengambil kembali peralatan itu dari tangan masyarakat. "Dampaknya, sejumlah titik rawan kerusuhan tidak terisi, namun, melalui koordinasi dengan Pangdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI I Made Yassa telah dikerahkan 300 personil ke kawasan Poka, Rumahtiga dan Wailela," katanya. Ketika menyinggung mengenai sarana pendukung pemberlakuan maklumat darurat sipil, misalnya helikopter untuk memudahkan pemantauan di lapangan, Gubernur mengatakan pihaknya telah mengajukan permintaan itu kepada Panglima TNI Laksamana Widodo AS. "Namun, yang terpenting adanya kesadaran masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, guna menghindari jatuhnya korban jiwa dan harta benda," katanya. (U.ABN02/PK01/PK02/ABN03/B/ND05/ 5/07/:0 11:24) 0507001134 NNNN ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Jul 2000 jam 10:44:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
