---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- NU GELAR APEL SIAGA DUKUNG GUS DUR JAKARTA, (SiaR, 7/7/2000). Massa NU se-Jawa akan menggelar apel siaga mendukung Gus Dur, sebelum Sidang Tahunan di Stadion Utama Senayan Jakarta. "Kami akan kerahkan seluruh kiai, ulama dan massa NU," ungkap KH Noer Moehammad Iskandar SQ, pimpinan Pondok Pesantren Asshidiqiyah seperti dikutip detikcom, Rabu (5/7). Kiai Noer mengatakan ulama NU kuatir terhadap situasi politik yang berkembang belakangan ini yang mengarah usaha untuk menjatuhkan Gus Dur dari kursi presiden. Karenanya, semua ulama akan all out mati-matian mempertahankan Gus Dur dan tetap mendukung Gus Dur menjadi presiden sampai tahun 2004. Menurut informasi, anggota NU secara keseluruhan mencapai 30 juta orang. Karenanya, jika saling dukung ini betul dilaksanakan, diperkirakan pertumpahan darah seperti di jaman Habibie beberapa waktu silam akan terulang lagi. Sementara itu opini tentang Gus Dur di DPR semakin buruk. Bahkan keduanya sering saling melontarkan kritikan yang tajam. Sejumlah kalangan mengkhawatirkan kedudukan Gus Dur bisa copot setelah melihat begitu banyak anggota DPR yang menandatangani hak interpelasi. Bahkan kalangan ICMI di DPR sudah tegas-tegas menginginkan sidang interpelasi pertengahan bulan ini akan dipakai sebagai sarana impeachment presiden. Begitu juga kelompok Poros Tengah yang semula mendorong Gus Dur jadi presiden, sekarang justru menjadi pengkritik terpedas di antara anggota DPR yang lain. Mereka sekarang menjagokan Megawati untuk naik mengganti posisi Gus Dur, padahal ketika pemilu dan saat pemilihan presiden, kelompok ini anti terhadap Megawati karena keperempuanannya. Pernyataan presiden tentang akan memeriksa sejumlah anggota DPR yang terlibat perkara kriminal dan korupsi sengaja diplintir sebagai upaya penangkapan terhadap anggota DPR yang kritis. Dan pers, juga sangat berjasa dalam ikut memperburuk citra Gus Dur. Pertikaian antar elit politik tersebut membuat kondisi ekonomi Indonesia memburuk. Rupiah sempat jatih sampai Rp 9.300, sebuah angka yang tak pernah terlewati pada delapan bulan terakhir. Dan diperkirakan, jika masing-masing pihak tidak menghentikan aksinya, maka kondisi ekonomi Indonesia akan tambah parah. Sementara itu Direktur Eksekutif PBHI Hendardi, mengatakan, pemerintah Abdurrahman Wahid harus berhadap-hadapan dengan kekuatan-kekuatan lama yang selalu mampu dan tak pernah segan menggunakan teror dan kekerasan. PBHI mendesak semua pihak, termasuk para politisi di DPR dan MPR, untuk membuka mata dan menyadari, betapa sekarang ini bukanlah waktu yang tepat bagi perselisihan yang cerewet dalam rangka rebutan kekuasaan. Tugas pemulihan keadaan pada masa transisi ini terus menerus dihalang-halangi oleh anasir-anasir kekuatan politik lama; dan tugas ini tidak dapat dibebankan kepada Presiden Wahid dan kabinetnya semata. "Seluruh kekuatan politik demokratik harus bersekutu untuk menyelamatkan transisi menuju demokrasi di tanah air kita. Hal ini bisa dilakukan oleh setiap elit politik, minimal dengan cara tidak menghalang-halangi langkah-langkah yang dimandatkan kepada Presiden untuk menegakkan supremasi hukum. Setiap elit politik, khususnya mereka yang berada di parlemen, harus memiliki sense of urgency dan priority," tegas Hendardi. Semua kepentingan-kepentingan partisan terhadap kekuasaan, menurut Hendardi, harus dikesampingkan lebih dahulu, demi memberikan jalan pada usaha pemulihan keadaan dan penyelamatan transisi politik menuju demokrasi. *** - ------------------------------------------------ SiaR WEBSITE: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Jul 2000 jam 15:12:30 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
