---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 06 Juli 2000 15:00 UTC ** GUS DUR TIDAK USAH DATANG KE DPR MINGGU DEPAN ** PRD USUT MANTAN PRESIDEN SOEHARTO ** BETROK TERJADI LAGI DI M ALUKU ** TOPIK GEMA WARTA: TERJADINYA TEROR BOM KARENA KELEMAHAN INTEL ** TOPIK GEMA WARTA: BENARKAH GUS DUR VERSUS AMIEN RAIS KINI SUDAH MENJADI MUHAMMADIYAH VERSUS NU? * GUS DUR TIDAK USAH DATANG KE DPR MINGGU DEPAN Presiden Abdurrahman Wahid tidak perlu datang sendiri ke DPR untuk menjawab Hak Interpelasi minggu depan. Ia cukup memberi jawaban tertulis saja atau mengirim seorang wakil. Demikian tegas Menhan Juwono Sudarsono di depan sebuah seminar. Bulan lalu mayoritas anggota DPR memutuskan untuk menggunakan hak interpelasi untuk meminta presiden memberi penjelasan tentang pemecatan Jusuf Kalla sebagai Memperindag dan Laksamana Sukardi sebagai menteri BUMN.. Namun menurut ketua DPR Akbar Tandjung, hak interpelasi DPR itu tidak menyandang konsekwensi politik sama sekali. Belakangan ini hubungan antara Gus Dur dan DPR menjadi tegang, terutama setelah ada isu bahwa presiden akan menangkapi sejumlah anggota DPR/MPR dan tokoh masyarakat. Peneliti CSIS J. Kristiadi mengimbau agar elit politik mengadakan jeda politik, karena keadaannya sudah mengkhawatirkan, demikian dilaporkan Kompas. Agak senada dengan itu, Jimly Asiddiqie, pakar di Habibie Center juga mengimbau agar semua pihak, termasuk Gus Dur sendiri insaf. Demikian ditegaskannya kepada Radio Nederland. Ketua DPR Akbar Tandjung mengatakan bahwa Gus Dur sebaiknya datang ke DPR. Sementara itu baik Amien Rais maupun Akbar Tanjung mengimbau agar Gus berpuasa bicara. * PRD USUT MANTAN PRESIDEN SOEHARTO Partai Rakyat Demokratik PRD mengusut mantan presiden Soeharto sehubungan dengan kasus 27 Juli 1996. PRD menuntut agar Soeharto membayar ganti rugi senilai 5,5 milyar rupiah. PRD juga menggugat mantan Menpolkam Feisal Tanjung dan mantan Pangdam Jaya Letjen Sutiyoso, mantan menpen Harmoko dan sepuluh orang lainnya, sebagian besar pensiunan militer. Orang-orang ini menuduh kami komunis dan mendalangi kasus 27 Juli, tegas Ketua PRD Budiman Sudjatmiko, seperti dikutip Jakarta Post. Setidaknya lima orang meninggal dunia dan 23 orang cidera akibat kerusuhan 27 Juli tersebut. * BETROK TERJADI LAGI DI MALUKU Muslim dan Kristen kembali betrok di Maluku. Pasukan Jihad dikabarkan menyerang desa Kristen Waai, tiga puluh kilometer dari kota Ambon. Akibatnya dipastikan empat orang warga meninggal dunia. Kerusakan yang melanda desa itu, sangat parah. Panglima TNI Laksamana Widodo Adisucipto menegaskan telah mengirim lagi dua batalion yang masing-masing terdiri dari empat ratus orang ke Maluku untuk membantu sembilan batalion yang sudah ada. Menurut Media Indonesia TNI AL telah menangkap seorang tokoh Laskar Jihad Rusdin Damunwayang dan 250 orang pengikutnya. Kelompok Islam ekstremis bersenjata ini tertangkap ketika berada di perjalanan menuju Halmahera. Widodo juga menegaskan semua kapal yang membawa senjata ke Maluku akan ditenggelamkan. * PBB EMBARGO PERDAGANGAN INTAN DARI SIERRA LEONE DK PBB mengumumkan embargo terhadap perdagangan intan dari Sierra Leone. Selain itu embargo senjata terhadap para pemberontak RUF diperketat. Perdagangan intan ilegal, menurut DK PBB, adalah penyebab berlarut-larutnya kekerasan di negara Afrika Barat itu. Sekitar 90 persen tambang intan berada di tangan pemberontak dan hasilnya penjualan intan digunakan untuk membiayai pemberontakan melawan pemerintah. Tahun lalu pemerintah dan pemberontak memang telah mencapai persetujuan damai, namun persetujuan damai ini tidak dilaksanakan. Bulan lalu RUF sempat menyandera lima ratus orang personil PBB. Persetujuan damai itu seyogyanya untuk mengakhiri perang saudara, yang mulai menggebu tahun 1991. * TENTARA INGGRIS PATROLI LAGI DI BELFAST Untuk pertama kali sejak Persetujuan Jumat Agung dua tahun lalu, tentara Inggris kembali mengadakan patroli di jalan-jalan ibu kota Belfast, Irlandia Utara. Setelah sempat empat malam betrok dengan pengrusuh Protestan, polisi akhirnya minta bantuan tentara. Selama 24 jam belakangan jumlah insiden yang terjadi melebihi jumlah insiden sepanjang tahun 1999 lalu. Kelompok Protestan unjuk rasa menentang larangan mengadakan mars tradisional melalui kawasan katolik di kota Drumcree. Pada masa lampau mars oranye ini sering menyulut kerusuhan besar. Untuk mencegah agar mars akhir pekan mendatang tidak melewati kawasan katolik, di jalan-jalan sudah dipasang barikade. * TERJADINYA TEROR BOM KARENA KELEMAHAN INTEL Intro: Setelah Kejaksaan Agung, kini giliran kantor-kantor pemerintahan lain diteror dengan ancaman bom. Meskipun kepolisian masih mengusut pelaku tindakan peledakan Kejaksaan Agung, Ketua Komisi Hukum Nasional, J Sahetapy, tahu siapa siapa pelakunya. Sahetapy (S): Cara pengecut yaitu mereka yang melakukan pemboman itu tidak mau mengaku dari kelompok mana. Dan saya kira ini juga mungkin karena sudah terdesak maka mereka melakukan yang seperti itu. Ini tergantung dari intel kita. Karena saya kira intel kita ini sudah tidak becus sama sekali. Lihat saja di Ambon, di Aceh dan di pelbagai tempat. Dan kalau kita tidak bisa menemukan provokatornya itu sehingga saya mengatakan kepada koran, kalau begitu sebaiknya Gus Dur minta saja supaya Mosad (Badan Intelijen Israel, red.) atau CIA (Badan Intelijen AS, red.) yang mengadakan investigasi tentang itu. Radio Nederland (R): Dari segi tertentu ini kelemahan intel kita? S: Ya. RN: Kalau kita boleh mengatakan sesuatu yang belum terbukti, apakah itu juga karena ketidakpuasan orang terhadap kinerja Kejaksaan Agung? S: Kenapa baru sekarang mengatakan tidak puas? Kenapa tidak sejak semula ketika Kejaksaan baru mulai merintis pemeriksaan terhadap Soeharto dan beberapa kroninya? Investigasi itu sudah agak jauh baru dikatakan tentang kinerja yang lamban dari Kejaksaan Agung. Saya kurang begitu percaya itu. Kalau hanya kinerjanya lamban, saya orang yang sering suka kritik secara terbuka, baik dalam sidang komisi di DPR maupun dalam pertemuan di dalam Board of Directors for Partnership (Dewan Kemitraan, red.) dengan UNDP, IMF dan sebagainya. Saya juga kritik Kejaksaan Agung, Jaksa Agung. Saya kira bukan itu yang harus dijadikan alasan. RN: Pak Sahetapy sebagai Ketua Komisi Hukum Nasional memberi rekomendasi apa kepada Gus Dur dengan adanya ancaman pemboman terhadap gedung-gedung pemerintahan akhir-akhir ini? S: Saya belum sempat ketemu Gus Dur setelah pemboman itu. Tapi saya hanya baru memberikan reaksi melalui koran supaya Gus Dur menghubungi Mosad saja sama CIA. Karena sampai sekarang itu kekacauan dan pembunuhan yang dilakukan oleh oknum-oknum tentara itu masih terus berlangsung di Ambon. RN: Nanti mungkin timbul lagi tanggapan: " Wah kenapa harus intel-intel di luar negeri?". S: Boleh saja kalau kita memang tidak mampu, ya kita juga undang badan-badan asing untuk kasih duit. Sama saja kan. Kan kita kepingin negara kita ini damai, aman. Kenapa tidak. Dulu pada waktu menghadapi persoalan di Papua, itu juga, kalau saya tidak salah, jamannya Soeharto, itu juga diminta tolong dari intel luar negeri. Saya kira tidak ada alasan itu, kalau ingin memberesin rumah sendiri, perlu kita minta bantuan orang. Kan tidak ada salahnya. RN: Dari segi hukum kira-kira pertimbangan apa yang seharusnya dilakukan dalam waktu mendatang? S: Saya kira ini lebih banyak bukan soal hukum lagi. Ini soal politik. Apakah politikus-politikus karbitan apa masih terus melakukan onani politik? Kalau terus seperti ini, kapan kita akan berakhir? S: Istilah pak Sahetapy bagus sekali, onani poilitik! RN: Ya saya sudah tulis sebuah tulisan. Mudah-mudahan satu dua hari ini dimuat oleh Suara Pembaruan. Jadi kan ada beberapa orang yang dulu mendukung Gus Dur sekarang ini, karena Gus Dur diperkirakan hanya bertahan tiga bulan, tapi rencana yang maha kuasa lain. Ia malahan tambah sehat. Tadinya diperkirakan dia mungkin sakit tidak berfungsi, ternyata dia malahan makin berkibar-kibar. Sehingga kelompok yang dulu mendukung Gus Dur itu sekarang mencoba menjatuhkan dia dengan pelbagai cara. Dengan demikian saya kira mereka mungkin juga bekerjasama, atau masing-masing saling tunggang menunggangi dengan kelompok ordenya Soeharto, sama mungkin juga dengan kelompok yang lain. RN: Apakah kelompok-kelompok yang disebutkan terakhir ini yang paling banyak melakukan 'onani politik' akhir-akhir ini? S: 'Onani politik' itu dilakukan oleh semua yang merasa tidak bertanggung jawab terhadap kesejahteraan bangsa dan negara ini. Mereka yang haus akan kekuasaan, yang dengan cara-cara tersendiri melakukan machtsvertoon (unjuk kekuatan,red.), belum sampai pada machtsaanwending (penggunaan kekuatan, red.), mereka yang mungkin merasa dicopot dari kekuasaan dan macam-macam ini. Di Indonesia ini sekarang saya kira agak serba rancu. Agak sulit untuk kita membeda-bedakan. Karena itu saya sebetulnya berharap dan telah beritahu kepada Gus Dur supaya tegas di dalam sikapnya menghadapi semuanya ini. Demokrasi itu tidak berarti every one can do according to his opinion (semua orang bisa berbuat seenaknya saja, red.). Kan ada rambu-rambu hukumnya. Nah, apa lagi rambu-rambu hukum sekarang ini sedang serba kacau, karena penegaknya, bukan hukumnya - karena hukum itu kan bukan manusia - , maka saya kira langkah pertama ini ya kita lihat nanti saja bagaimana Gus Dur bisa melakukan manuver dari usaha-usaha untuk menjegal dia. Saya kira itulah kelihaiannya. Nanti kita akan tunggu saatnya saja. * BENARKAH GUS DUR VERSUS AMIEN RAIS KINI SUDAH MENJADI MUHAMMADIYAH VERSUS NU? Intro: Pertentangan antara Gus Dur dengan Amien Rais kini mengarah menjadi pertentangan antara Muhammadiyah dengan NU. Maka bisa dimengerti kenapa sekarang banyak kalangan mencari persamaan antara NU dengan Muhammadiyah. Nurcholis Madjid misalnya mengharapkan jangan sampai terjadi konflik antar NU dan Muhamadiyah di akar rumput. Kalau sampai terjadi konflik maka menurut cendekiawan Islam ini yang bertanggungjawab adalah elit di kedua ormas Islam itu. Berikut laporan koresponden Syahrir di Jakarta: Para pengamat politik di Jakarta umumnya sepakat dewasa ini Gus Dur paling sedikit tiga menghadapi kelompok politik yang ingin menggesernya. Kelompok pertama adalah kelompok Soeharto. Walaupun mantan presiden ini sudah tidak berkuasa lagi, tapi ia masih memiliki jaringan di kalangan birokrasi sipil, TNI-Polri dan parpol-parpol. Kelompok kedua adalah para pendukung Megawati, terutama dari kalangan militer pendukung dwifungsi yang berharap bisa melanjutkan kekuasaannya di bawah Presiden Megawati. Kelompok ketiga adalah kelompok Islam dan militer yang pernah berkuasa di bawah Habibie. Tahun lalu kelompok ini sempat mendukung Gus Dur dengan menggunakan slogan "asal bukan Mega". Tetapi kini, menariknya, justru mereka lebih suka melihat Mega berkuasa ketimbang Gus Dur. Maka tidaklah mengherankan jika Pangdam Jaya Ryamizard Ryacudu memperkirakan ancaman keamanan di wilayah ibukota akan meningkat menjelang SU MPR Agustus mendatang. Ketika ditanya bentuk ancaman apa yang akan mengemuka menjelang Agustus, Ryamizard mengatakan tidak jauh berbeda dengan peristiwa politik penting di waktu lampau. "Paling-paling aksi-aksi terror ditambah peledakan-peledakan," jelas Ryamizard. TNI baru akan mengambil alih dari polisi jika keadaan dinilai sudah berbahaya. Di tempat terpisah Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kemarin dengan tegas menuduh para kroni mantan Presiden Soeharto berada di balik kekacauan dan kerusuhan yang terjadi belakangan ini. Menurut Juwono para kroni Soeharto berkepentingan untuk menciptakan kekacauan. Dalam beberapa bulan ini setiap kali ada pengusutan kasus-kasus persidangan politik maupun korupsi, di daerah selalu pecah kerusuhan. "Uangnya, orang-orangnya, dan senjatanya, jelas dari kroni-kroni mantan Presiden Soeharto," katanya. Juwono menuturkan di hampir setiap pengusutan KKN dari masa lampau, akhirnya indikasinya mengarah kepada kroni-kroni Cendana. "Mereka menggunakan keluarga Soeharto sebagai tameng", jelasnya. "Padahal dahulu mereka loncat kapal ketika Soeharto karam," tambahnya pula. Meski tidak menyebut namanya, tetapi khalayak mafhum bahwa yang dimaksudkan Juwono adalah Ginandjar cs yang dahulu meninggalkan Soeharto dan kini ramai-ramai menggoyang pemerintahan Gus Dur. Mereka dan beberapa kalangan politik lainnya di Poros tengah, jengkel melihat langkah-langkah kontroversial Gus Dur. Padahal awalnya kalangan ini ingin membantu Gus Dur. Kini mereka justru berusaha menjatuhkan Gus Dur, maklum karena mereka tidak diajak berembug, apalagi diikutsertakan dalam kabinet. Yang menjadi pertanyaan sekarang mampukah Gus Dur bertahan setelah Agustus? Para pendukung Gus Dur menyatakan posisi kyai NU ini cukup kuat. Gus Dur sendiri dalam pertemuannya dengan beberapa perwira TNI seperti Saurip Kadi dan Simbolon di Jalan Irian, belum lama ini menegaskan: 90% anggota DPR dari PDI Perjuangan mendukungnya. Dan dari Golkar sekitar 60%. Sebaliknya pengamat dari Universitas Gadjah Mada Revrisond Baswir menyatakan, Gus Dur kemungkinan sudah tak akan tertolong lagi. "Sebenarnya banyak pihak berusaha menolong Gus Dur," katanya. Tetapi menurutnya, dari perkembangan hari ke hari Gus Dur sudah tak dapat ditolong lagi. Revrisond menyarankan sekarang ini perlu dipikirkan secara serius apakah pemerintahan Gus Dur masih layak dipertahankan ataukah tidak. Pendapat Revrisond Baswir ini sebenarnya tidak banyak berbeda dengan kalangan Muhamadiyah seperti Amien Rais dan Prof. Ismail Suny. "Saat ini tampaknya upaya persiapan penggantian Gus Dur terus berlangsung. Dan jika hal itu terus ditahan-tahan social costnya akan semakin besar," kata Revrisond. Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Ahmad Syafii Ma'arif menegaskan, Muhammadiyah mendukung kritik-kritik Amien Rais kepada Presiden Wahid. "Muhammadiyah selalu mendukung kalau orang berjalan ke jalan yang benar. Siapa saja, tidak harus Amien. Kalau Gus Dur baik, kita pun akan mendukungnya. Tetapi kalau salah kita kritik. Demikian pula dengan Amien Rais", jelasnya. Tetapi ditegaskannya pula hingga kini ia belum melihat adanya konflik antara Amien Rais dan Gus Dur. Selama ini yang terjadi barulah perbedaan pendapat saja, jelasnya. Ditegaskannya bahwa Muhamadiyah mendukung politik Amien Rais. Namun ia menganggap keterlaluan jika orang hanya mementingkan kelompoknya sendiri. Itu seperti orang melakukan apa saja tanpa menjunjung tinggi norma-norma kesopanan, katanya. Mengenai interpelasi, Ahmad Syafii Ma'arif mengatakan, sebaiknya presiden datang sendiri untuk memberikan jawaban. Dalam demokrasi hak interpelasi itu sesungguhnya sangat lumrah dan biasa. Masalah terbuka atau tertutup itu terserah saja mana yang lebih maslahat. Bagi Syafii Ma'arif, itu tidak terlalu penting, tetapi di era keterbukaan, seharusnya terbuka tetapi juga harus sopan. "Saya tidak ingin Gus Dur dipermalukan". Harus dilakukan secara sopan dan dalam batas-batas konstitusi, karena sekarang ini hampir tidak ada kesopanan politik lagi. Syafii Ma'arif percaya pertarungan antara Muhamadiyah dan NU tidak akan terjadi. Kalau Islam tidak bisa mempersatukan Amien-Akbar dan Abdurrahman Wahid, maka pakailah akal sehat. Demi bangsa ini, katanya kepada harian Berita Buana kemarin. Kepada warga Muhamdiyah dan NU yang berada di akar rumput, Syafii Ma'arif berharap supaya mereka berhati-hati. Kalau tidak bangsa ini akan tenggelam. Bangsa ini sudah terancam disintegrasi, katanya. Janganlah hanya karena sedikit perbedaan pendapat antara Amien dan Gus Dur, lalu kita berkelahi. Kalau sampai terjadi pertumpuhan darah itu sangat sia-sia. Ia berharap para elit politik mau mendengar massa yang berada di bawah. Sebab keadaan sekarang sudah sangat parah. Ia sudah mengimbau teman-temannya di Muhamadiyah dan di NU untuk menahan diri. Untuk apa kita berkelahi, katanya. Berbeda dengan Syafii Ma'arif, tokoh Muhamadiyah lain, Prof. Ismail Suny pekan ini mendesak Gus Dur untuk mengundurkan diri saja. Gus Dur selama ini dinilainya sudah gagal. Hingga kini tidak ada perbaikan ekonomi maupun krisis secara umum. Menurut Ismail, sesuai UUD 45 Indonesia tidak menganut sistem presidensial penuh. Tapi juga tidak sepenuhnya sistem parlementer. Maka presiden tidak bisa seenaknya mengganti kabinet. Apalagi pada penyusunan kabinet ini ada koalisi dengan partai-partai di parlemen. Ismail menyebut sistem sekarang ini sebagai quasi parlementer atau semi parlementer. Karena itu Gus Dur harus bersikap hati-hati menghadapi MPR. "Kalau MPR tidak puas terhadap jawabannya, maka presiden dapat saja dijatuhkan," katanya. Pendapatnya seperti ini juga dikemukakan oleh Menkumdang Yusril Ihza Mahendra. Yusril sudah mempelajari agenda Sidang Umum mendatang. Setelah Presiden membacakan laporannya maka fraksi-fraksi akan bersidang membahas laporan Presiden Wahid. Kalau ternyata sebagian besar fraksi menolak laporan presiden, maka Gus Dur akan bernasib seperti Habibie tahun lalu, dan secara moral ia harus mengundurkan diri. Tetapi dalam suatu diskusi televisi yang diselenggarakan Jakarta Lawyers' Club, Profesor Harun Al Rasyid mengatakan yang berlaku sekarang adalah sistem presidential. Tidak ada itu sistem quasi parlementer, katanya. Dikatakannya pula jika mau konsekuen maka presiden dapat membubarkan DPR. Tokoh-tokoh Islam lain yang sama halnya dengan Ismail Suny sudah menuntut agar Gus Dur mengundurkan diri ialah Adi Sasono. Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ini mendukung Megawati menggantikan Gus Dur. Gus Dur dinilainya tidak layak lagi untuk meneruskan jabatan. Kepada surat kabar The Australian baru-baru ini Adi Sasono mengatakan, "selama tujuh bulan terakhir ini pemerintahan Gus Dur membuktikan bahwa dia tidak cocok untuk tugas tersebut." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Jul 2000 jam 17:04:35 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
