----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Ditangkap, 6 Perusuh di Tegal
Gubernur Jateng Mengecam Keras

Polisi bekerja cepat. Enam tersangka pelaku kerusuhan di Tegal yang
mengakibatkan satu orang tewas, ratusan rumah dirusak dan dibakar ditangkap.

Keenam orang tersebut empat diantaranya pelaku perusakan dan pembakaran,
sedang dua lainnya provokator atau penggerak, kata Kasubdispenum Polri
Senior Superintendent Saleh Saaf, di Jakarta, Selasa.

Keempat pelaku perusakan dan pembakaran adalah Warsin, Saroni, Sutadi, dan
Sukarjo berasal dari Desa Harjosari. Sementara dua orang provokator atau
penggerak massa, Fadilah dan Tarso, berasal dari Desa Karangmalang.

Bentrok antarwarga di Tegal terjadi Minggu malam, saat berlangsung
pertunjukan wayang golek di Desa Harjosari, Kecamatan Surodadi, Tegal, Jawa
Tengah. Menurut data di Polres Tegal, jumlah rumah yang terbakar 129 buah
sedangkan yang rusak 116.

Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Kadaryanto membenarkan sejumlah
tersangka telah ditangkap dan kini ditahan di Polres Tegal. Dia berharap
agar masyarakat tidak terpancing oleh isu-isu yang menyebabkan munculnya
tindakan anarki.

Kapolda mengatakan untuk pengamanan dikerahkan empat peleton tambahan ke
lokasi kerusuhan. Empat peleton meliputi satu peleton Brimob dan tiga
peleton Unit Perintis Sabhara (UPS) guna membantu pasukan di lapangan.

"Kami berharap kehadiran pasukan tambahan ini dapat meredam situasi sehingga
aksi kerusuhan tidak menjalar ke wilayah lain," tegas Kapolda Jateng seusai
rapat gabungan operasional di Mapolda Jateng, kemarin.

Kapolda juga menegaskan kasus pembakaran dan perusakan rumah warga Dukuh
Randu, Desa Harjosari, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal itu terjadi
akibat balas dendam. Bugel meninggal karena dikeroyok warga dari desa lain
dan akhirnya meninggal di rumah sakit. Teman Bugel kemudian memberitahukan
kepada tetangganya, sehingga mereka nglurug ke desa tempat tinggal
pengeroyok Bugel. Dari sinilah kasus pembakaran dan perusakan rumah terjadi
(koridor.com, 11/07).

Gubernur Jateng Mardiyanto mengecam keras sejumlah aksi kerusuhan yang kian
marak di wilayahnya. "Kerusuhan massa yang terjadi di Cilacap dan Tegal
tidak dapat dibiarkan terus berlangsung. Oleh karena itu, kami minta aparat
kepolisian mengambil langkah tegas terhadap setiap pelaku kerusuhan," tegas
Gubernur kepada pers di Semarang, kemarin.

Dari Tegal dilaporkan keamanan di Dukuh Randu, Desa Harjosari, Kecamatan
Suradadi, Tegal, Jawa Tengah, mulai berangsur pulih (Media, 12/07).
Puing-puing rumah akibat dibakar dan dirusak massa masih terlihat di
sana-sini.

Dari Tegal dilaporkan, sejumlah aparat tampak berjaga-jaga. Sementara
ratusan warga bergerombol menyaksikan reruntuhan tempat tinggal mereka, dan
sebagian, mengangkut barang miliknya yang masih tersisa, seperti meja kursi
serta perabotan rumah tangga lainnya keluar pedukuhan.

Di Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng sekitar 4,0 km sebelah barat
daya Dukuh Randu, beberapa orang tampak bergerombol menyebar di rumah-rumah
penduduk.

Kapolres Tegal Superintendent Drs Wawan Ranudijaya melalui Asisten
Superintedent Drs Homarul Zaman mengatakan Polres Tegal mengumpulkan pakaian
bekas untuk disumbangkan kepada para korban kerusuhan di Tegal.

Sementara pemda setempat menyiapkan dana Rp 25 juta untuk korban kerusuhan
dan Rp 4,5 juta untuk petugas keamanan, uang saku Rp 1,5 juta, beras 7,5
ton, kecap 30 kg, dan mi instan serta ikan asin masing-masing 200 dos dan
750 kg.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jul 2000 jam 08:30:50 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke