----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Fraksi-fraksi MPR Keluarkan Kesepakatan. Tidak akan Jatuhkan Presiden

Senin, 17 Juli 2000
JAKARTA (Media Indonesia):

Tiga pekan menjelang Sidang Umum Tahunan MPR yang dijadwalkan 7-18 Agustus
2000, fraksi-fraksi MPR membuat kesepakatan bersama. Intinya untuk meredakan
ketegangan politik.

Seruan bersama fraksi-fraksi MPR itu diumumkan tadi malam di Jakarta setelah
pimpinan fraksi-fraksi tersebut mengadakan pertemuan sejak pukul 10.00
hingga pukul 16.00 WIB kemarin.

Forum fraksi-fraksi MPR tersebut menghasilkan empat kesepakatan. Yakni
mengutamakan kesatuan politik walau berbeda; mendahulukan kepentingan
masyarakat luas daripada kepentingan kelompok; menghindarkan politik
kekuasaan atau tirani massa; dan memperdalam kerja sama dalam rangka
menyelesaikan krisis bangsa dalam waktu singkat.

Seruan tersebut ditandatangani Sucipto (PDIP), Ahmad Karmani (PPP), Fahmi
Idris (Golkar), Jusuf Muhammad (PKB), A.M. Lutfi (Reformasi), Hari Sabarno
(Fraksi TNI/Polri), Hamdan Zulfa (PBB).

Hadir pada forum itu antara lain, Ketua MPR Amien Rais, Ketua DPR Akbar
Tandjung, Wakil Ketua MPR Matori Abdul Djalil, Wakil Ketua DPR Muhaimin
Iskandar serta pimpinan fraksi-fraksi di MPR lainnya.

Ketua Fraksi PDIP DPR Arifin Panigoro mengatakan forum tersebut menekankan
bahwa fraksi-fraksi ingin agar Sidang Umum Tahunan MPR berjalan lancar.
``Jangan antara kita ribut-ribut lalu partai-partai dituduh hanya memikirkan
diri sendiri,`` katanya.

Ketika didesak apakah forum tersebut menjamin posisi Gus Dur tidak
diutak-atik, Arifin menegaskan di MPR tidak ada fraksi yang dominan dan
semua fraksi tidak ingin melakukan hal-hal yang destruktif.

``Apakah menjatuhkan Gus Dur adalah hal destruktif?`` kejar wartawan. ``Yah,
saya rasa begitu,`` tukasnya.

Sekretaris F-PDIP DPR Heri Ahmadi mengatakan inti pertemuan tersebut adalah
upaya menciptakan kerja sama antarlembaga-lembaga negara, dalam rangka
meningkatkan kinerja masing-masing, dalam hal ini parlemen dan Presiden.

Menurut dia, forum tersebut menyatakan dua hal. Pertama, hal-hal normatif
yang setiap saat harus diingatkan, misalnya soal kesatuan dan persatuan.
Kedua, menyangkut hal-hal aktual yang garis besarnya adalah mengingatkan
bahwa demokrasi tidak perlu menghilangkan kesantunan.

Namun Heri menepis anggapan bahwa forum fraksi-fraksi MPR sudah sepakat
dalam menyikapi laporan Presiden. Soal laporan Presiden, tambahnya, kuncinya
ada pada komisi pertanggungjawaban yang akan mengeluarkan
rekomendasi-rekomendasi.

Ketidakpastian

Seruan fraksi-fraksi MPR itu juga mengemukakan bahwa ketegangan politik yang
berlangsung dewasa ini telah berkembang sedemikian rupa sehingga melahirkan
suasana ketidakpastian yang tidak menguntungkan bagi upaya pemulihan
berbagai krisis terutama dalam bidang ekonomi, keamanan, serta ancaman
disintegrasi. Oleh karena itu diperlukan upaya yang sadar dan terencana
untuk meredakan ketegangan politik, baik di kalangan elite maupun
masyarakat.

Seruan tersebut dikeluarkan karena menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah
bangsa yang terbesar yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama.
Bermukim tersebar dalam ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke.

``Masyarakat yang majemuk seperti itu merupakan kekayaan dan kekuatan bangsa
Indonesia yang harus diakui, diterima dan dihormati sekaligus sebagai
tantangan yang memerlukan kebersamaan dalam persatuan dan kesatuan bangsa,``
tulis pernyataan itu.

Dimaklumi bahwa untuk mengelola kemajemukan dan ketidaksiapan sebagian
masyarakat menerima kemajemukan itu telah terjadi berbagai gejolak yang
membahayakan kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Masih berkaitan dengan pernyataan bersama fraksi-fraksi MPR itu, Akbar
Tandjung mengatakan sejauh ini DPR sama sekali tidak berupaya menjatuhkan
Presiden Abdurrahman Wahid dalam Sidang Umum Tahunan MPR mendatang. Tetapi
sudah merupakan tugas DPR untuk melakukan kontrol yang ketat kepada
pemerintah.

Pimpinan Fraksi Partai Golkar MPR Fahmi Idris juga menegaskan hal serupa.
``Tidak ada tugas Sidang Umum Tahunan MPR untuk mengganti dan mengangkat
presiden karena hal itu tidak ada agendanya,`` kata Fahmi Idris lagi.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Jul 2000 jam 09:34:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke