----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Generasi Muda NU Bela Presiden
Tendang Gus Dur, Awas Revolusi!

Gus Dur dimusuhi, Gus Dur dibela. Pembelanya, siapa lagi kalau bukan geng
Gus Dur di Nahdlatul Ulama (NU). Generasi Muda NU (GMNU) menyatakan, bila
Gus Dur diturunkan sebagai presiden, maka revolusi sosial mengancam.

Demikian salah satu butir komunike bersama GMNU dalam jumpa pers di kantor
PP Gerakan Pemuda Ansor di Jl Kramat Raya 65, Jakarta Pusat. GMNU itu
terdiri Gerakan Pemuda Ansor dengan ketua umum Ni�am Salim, PP Fathayat NU
(Maria Ulfah), PP IPNU (Abdullah Azwar Anas), PP IPPNU (Ratu Dian Latifah),
dan PB PMII (Syaiful Bahri Anshori).

Mereka menyerukan keprihatinan karena saat ini terjadi kegamangan dan
kekurangbenaran penampilan elit politik kita.

�Hal itu tidak hanya di legislatif, tapi juga di eksekutif serta yudikatif.
Hal itu membuat para penyelenggara negara belum mencapai on the ideal form.
Tapi masih pada proses pembelajaran,� papar Ni�am Salim yang membacakan
komunike bersama itu.

Celakanya, sambung Ni�am, proses pembelajaran itu sendiri tidak berjalan
lancar karena kekurangdewasaan yang ditampakkan pada ambisi perebutan
kekuasaan.

�Hal itu juga membuat makin tersendatnya proses recovery ekonomi,� kata Ni�
am. Berdasarkan hal itu, GM NU menyampaikan komunike bersama sbb:

1. GMNU yakin, segala usaha perebutan kekuasaan dengan menurunkan Gus Dur
akan memicu terjadinya revolusi sosial, karena hal itu tidak hanya ditentang
oleh kalangan NU, tapi juga oleh komponen-komponen bangsa yang pro demokrasi
dan reformasi.

2. GMNU menolak keras setiap upaya menjelang SU MPR menjadi SI MPR atau
pemberian hak untuk merekomendir bagi diselenggarakannya SI MPR.

3. GMNU melihat elit kita saat ini mengalami polarisasi menjadi 3 golongan.
Pertama, mereka yang masih setia pada reformasi dan demokrasi. Kedua, mereka
yang tampil seperti reformis atau demokratis tetapi hanya berkamuflase
politik saja demi kekuasaan. Ketiga, elit politik yang masih pro status quo.

Kelompok ke-2 dan ke-3 berusaha bahu-membahu tampil reformis untuk menutupi
aib di masa lalu.

4.GMNU meminta elit politik untuk sesegera mungkin cooling down dan kembali
ke fokus ke recovery masalah-masalah bangsa ini.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Jul 2000 jam 08:52:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke