----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------
Media Indonesia, 19 Juli 2000
Pangdam Jaya Imbau Elite Politik agar Sejukkan Suasana
JAKARTA (Media): Pangdam Jaya Mayjen Ryamizard Ryacudu mengimbau
para elite politik agar memberikan pernyataan menyejukkan bila
ingin Sidang Tahunan, 7-18 Agustus mendatang berjalan aman dan
lancar. Kepada elite politik yang memiliki massa, dia berharap,
tetap arif dan bijaksana.
"Bila ada yang tak berkenan, sampaikan secara gentlemen dalam
sidang di DPR. Jangan mengerahkan massa," tandas jenderal
berbintang dua ini kepada pers di ruang kerjanya, kemarin.
Imbauan ini disampaikan antara lain karena Pangdam Jaya mengaku
mendapat data, ada beberapa kelompok yang akan mengerahkan
sekitar 100 ribu massa di Gedung DPR dalam Sidang Tahunan MPR
nanti. "Tujuannya jelas, mengacaukan dan dampaknya dapat
merugikan rakyat," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Pangdam Jaya
sudah meminta sekaligus berkoordinasi dengan pihak-pihak
tertentu yang punya massa. Mereka diminta tetap siaga di tempat
masing-masing, jangan sampai mengerahkan massanya ke Gedung
MPR/DPR. Di Gedung MPR/DPR, kata Pangdam, pengamanannya
diserahkan kepada polisi dibantu TNI. Tetapi, kendali keamanan
tetap di tangan Kapolda Metro Jaya. "Kalau di tempat sidang itu
tidak ada massa dan hanya polisi, maka sidang akan berjalan aman
dan lancar," tutur lulusan Akabri tahun 1974 itu.
Kodam Jaya sendiri telah menyiapkan pasukan dalam membantu Polri
menghadapi hal terjelek sehubungan dengan agenda tahunan itu.
Pasukan yang disiapkan pada tahap awal berjumlah 50 SSK (satuan
setingkat kompi). Tetapi, kalau terjadi keadaan genting, semua
pasukan dari daerah akan didatangkan.
Meski begitu, Pangdam Jaya berpendapat agar pelaksanaan
siskamling dan pamswakarsa dilakukan di tempat masing-masing.
Langkah seperti itu, kata dia, bisa mencegah orang-orang berbuat
kekacauan sambil menjarah.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Rusdihardjo menyebutkan,
sebanyak 28.270 personel atau 96 kompi polisi dan 29 kompi TNI
dan 12.000 potensi masyarakat disiapkan untuk pengamanan Sidang
Tahunan MPR. ``Jumlah tersebut disiapkan untuk keadaan rawan,``
katanya kepada pers di sela-sela Rapim Polri di Jakarta,
kemarin.
Rusdihardjo mengakui, antisipasi seperti itu harus dikedepankan.
Pasalnya, menjelang Sidang Tahunan MPR 2000 di Jakarta dan
daerah tertentu keadaan suhu politik akan naik, pada umumnya
keadaan terkendali, damai, dan tenang.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Rusdihardjo mengajak pers
mendukung Polri dan tidak meresahkan masyarakat. Sebab, kata
dia, pengamanan tak hanya berbentuk menurunkan pasukan. Karena,
berita yang tak provokatif dan meresahkan, juga bisa menciptakan
kondisi aman dan damai.
Boleh jadi karena itulah Menteri Pertahanan Prof Juwono
Sudarsono optimistis Sidang Tahunan MPR 2000 berjalan baik tanpa
kerusuhan. Untuk mendukung kelancaran operasional pertugas di
lapangan, Departemen Pertahanan menyediakan dana sebesar Rp 12
miliar.
Juwono mengimbau, dalam menilai partisipasi institusi tidak
dilihat dari aspek materi yang disumbangkan. Yang lebih penting
bagaimana caranya sidang dewan berjalan lancar dan demokratis.
``Jangan dinilai dari besar kecilnya sumbangan. Yang penting
sidang berlanjut dengan tertib dan di luar tak ada pengumpulan
massa dan tidak terjadi bentrokan massa,`` tegas Juwono,
kemarin, usai kunjungan kerjanya di Akademi Angkatan Udara (AAU)
Yogyakarta dan Akademi Militer Magelang.
(Emh/Dex/San/Ril/Wdh/P-2)
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Jul 2000 jam 06:25:39 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++