----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 21 Juli 2000 15:40 UTC

** PEMBERONTAK MUSLIM DI PULAU JOLO BEBASKAN DUA SANDERA LAGI

** TOPIK GEMA WARTA: WAJAH ASLI AKBAR TANJUNG NAMPAK KETIKA IA
MENAMPILKAN MEGAWATI

** PERTIKAIAN ANTARA GUS DUR DENGAN GOLKAR SEMAKIN MERUNCING

** KEJAKSAAN AGUNG TIDAK BERHASIL TEMUKAN HARTA MANTAN PRESIDEN
SOEHARTO DI LUAR NEGERI

** TOPIK GEMA WARTA: MESKIPUN KECEWA, DPR TIDAK BISA LENGSERKAN
PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID

* PEMBERONTAK MUSLIM DI PULAU JOLO BEBASKAN DUA SANDERA LAGI

Para pemberontak muslim di Pulau Jolo Filipina kembali membebaskan
dua orang sandera, kemungkinan adalah dua guru Filipina. Sebelum itu,
pemberontak membebaskan empat sandera warga Malaysia. Pemberontak Abu
Sayyaf  saat ini masih menyandera 31 orang, termasuk 10 warga Eropa.
Tidak jelas apakah  ke enam sandera itu dibebaskan dengan membayar
uang tebusan.

* TIMOR TIMUR INGIN BERGABUNG DENGAN ASEAN

Sesudah kemerdekaan, Timor Timur ingin bergabung dengan organisasi
internasional di kawasan itu. Pemimpin Timor Timur Jose Ramos-Horta
mengatakan negaranya ingin bergabung dengan ASEAN atau Asosiasi
Negara-Negara Asia Tenggara. Namun pada saat yang sama, Timor Timur
juga ingin menjalin hubungan dengan negara-negara di Pasifik.
Ramos-Horta tengah berkunjung di Bangkok, Thailand. Pekan depan,
ASEAN akan melangsungkan pertemuan tahunan para menteri di kota
tersebut. Pemimpin Timor Timur itu di masa lalu mengkritik ASEAN yang
banyak  dipengaruhi Indonesia. Awal tahun ini, ASEAN menyatakan masih
belum berencana menerima Timor Timur sebagai anggota.

* NEGARA-NEGARA INDUSTRI G7 BERSEDIA RINGANKAN UTANG TAPI TIDAK
MENGHAPUSKANNYA

Para pemimpin tujuh negara industri maju berkumpul di Okinawa Jepang
dalam rangka pertemuan puncak tiga hari membicarakan isu-isu ekonomi.
Agenda pertemuan membahas antara lain ketimpangan antara negara kaya
dan miskin, keterbelakangan negara-negara ekonomi lemah di bidang
teknologi informasi seperti internet.  Ke tujuh negara industri kaya
bersedia meringankan beban utang negara-negara miskin tapi  menolak
penghapusan utang. Rusia yang berulangkali mendesakkan  hal itu,
tampaknya juga tidak akan menerima penghapusan hutang. Hari ini
Presiden Rusia Vladimir Putin bergabung dengan kelompok tujuh negara
itu. Dalam KTT yang disebut G-8 , isu-isu internasional seperti
konflik regional maupun lingkungan juga akan dibicarakan.  Pada awal
pertemuan, sebanyak empat aktivis organisasi lingkungan hidup
Greenpeace ditahan. Mereka melangsungkan aksi menentang penghancuran
hutan-hutan tropis.

* POLISI SPANYOL BERHASIL JINAKKAN SEBUAH BOM MOBIL

Polisi Spanyol di Malaga berhasil menjinakkan sebuah bom mobil,
menyusul tip atas nama gerakan separatis Baskia ETA. Dalam waktu
seminggu, sebanyak enam serangan bom terjadi di Spanyol, yang
menewaskan antara lain seorang anggota dewan kotapraja Malaga.
Sementara di ibukota Baskia, Vitoria, polisi berhasil menemukan
gudang penyimpanan senjata milik ETA. Polisi menyita senjata dan
bahan peledak dalam jumlah besar. Bahan-bahan peledak itu dicuri dari
Perancis tahun lalu, oleh komando bersama Baskia dan Breton.

* KTT TIMUR TENGAH DILANJUTKAN TANPA BILL CLINTON

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Madeleine Albright menggantikan
Presiden Bill Clinton dalam perundingan KTT Timur Tengah di Camp
David. Clinton  berangkat ke Jepang untuk menghadiri KTT G8. Albright
harus ulang alik antara delegasi Israel dengan Palestina. KTT itu
kemarin nampaknya telah gagal, tapi Clinton berhasil membuat Perdana
Menteri Israel Ehud Barak dan Presiden Palestina Yasser Arafat
melanjutkan pembicaraan tanpa dirinya. Menurut radio militer Israel,
Amerika mengajukan usulan  perdamaian mengenai semua isu kecuali
status kota Yerusalem. Barak dilaporkan menerima usulan itu, tapi
Arafat menolak.

* WAJAH ASLI AKBAR TANJUNG NAMPAK KETIKA IA MENAMPILKAN MEGAWATI

Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung menyarankan agar Presiden
Abdurrahman Wahid menyerahkan tugas pemerintahan sehari-hari kepada
Wapres Megawati. Walaupun usulan itu sempat diperlunak, dengan
tambahan bahwa Megawati tetap harus berkonsultasi dengan Presiden,
Akbar jelas tidak disenangi Gus Dur dan para pendukungnya. Gus Dur
sendiri mengatakan kepada para pembantunya bahwa sejak semula ia
tidak khawatir pada Amien Rais tetapi justru pada Akbar Tanjung yang
punya "banyak kunci", katanya. Laporan koresonden Syahrir dari
Jakarta:

Semua orang memang masih ingat, Akbar Tandjung sempat mengkhianati
Soeharto bersama-sama Ginandjar Kartasasmita, bahkan Akbar sempat
pula ikut menjatuhkan Habibie. Kini oleh kelompok Gus Dur Akbar
dianggap sedang sibuk berkonspirasi menjatuhkan Gus Dur agar ia bisa
naik menjadi Wakil Presiden, mendampingi Megawati. Namun Akbar
kemarin menunjuk pada kekurangan-kekurangan fisik Gus Dur. Karena itu
sebaiknya Gus Dur dibatasi hanya untuk melaksanakan tugas-tugas
kenegaraan saja, katanya. Bagi Akbar ini jauh lebih baik daripada
membentuk menteri pertama, seperti yang pernah berkembang, katanya di
Jakarta Jumat kemarin. Sekalipun tugas-tugas pemerintah dipegang
Wapres, tidak otomatis semua keputusan diambil Megawati, jelasnya.
Untuk hal-hal yang penting dan essensial, keputusan tetap harus
diambil presiden sendiri. Sedangkan keputusan teknis dapat dilakukan
Wapres beserta para menteri kabinet.

Akbar juga mengancam bahwa Golkar tengah mempersiapkan diri untuk
menjadi partai oposisi. Tetapi soal tenggang waktunya belum berani ia
kemukakan. Dia mengisyaratkan keputusan untuk beroposisi diambil jika
presiden tidak mau mengubah sikapnya. Ditambahkannya pula Golkar siap
beraliansi dengan partai lain, utamanya dengan PDI-P. Sampai saat ini
ia menilai hubungan Golkar dengan PDI-P cukup baik. Dilihat dari
sikap Akbar ini nampaknya Golkar ingin menarik dukungannya pada
kabinet Gus Dur. Artinya semua menterinya akan dicabut dari kabinet
Gus Dur. Tetapi hingga kemarin baru Mahadi Sinambela yang bersedia
untuk keluar. Sedangkan Marzuki Darusman dan Bomer Pasaribu masih
ragu-ragu. Bahkan di antara mereka ada yang sudah bersiap-siap masuk
PKB, partainya Gus Dur. Kalau Gus Dur bisa bertahan nampaknya
mayoritas anggota kabinetnya akan terdiri dari orang-orang PKB.

Sementara itu tiga fraksi di DPR kemarin menyatakan diri bergabung
membela Gus Dur. Mereka tidak ingin Gus Dur dijatuhkan. Mereka pun
siap beradu dengan aliansi gajah bila ada upaya untuk menjatuhkan Gus
Dur dalam Sidang Tahunan MPR mendatang. Ketiga fraksi itu kemarin
melakukan jumpa pers bersama. Fraksi Partai Demokrasi Kasih Bangsa
diwakili ketuanya Manase Malo. Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa
Taufikurrahman Saleh, Ketua Fraksi Persatuan Daulat ummat KH Ahmad
Syatari juga hadir di ruang Fraksi Kebangkitan Bangsa. KH Syatari
mengtatakan, siapa pun yang akan menjatuhkan Gus dur harus berhadapan
dengan massa NU.

Aliansi baru ini dibentuk setelah mereka melihat saat ini banyak
upaya ke arah penjatuhan Gus Dur. Aliansi ini tampaknya akan
bekerjasama dengan massa NU dan massa rakyat lainnya di luar gedung
DPR/MPR. Sebab jika dihitung-hitung pendukung Gus Dur di DPR hanya
sekitar 60 sedangkan yang menentang Gus Dur sekitar 350 suara. Maka
usulan Akbar Tandjung yang pada hakekatnya meminta Mega menjadi
semacam perdana menteri, dianggap sebagai jalan keluar agar tidak ada
pertumpahan darah.

* PERTIKAIAN ANTARA GUS DUR DENGAN GOLKAR SEMAKIN MERUNCING

Ketua DPR, Akbar Tandjung mengatakan bahwa Wakil Presiden Megawati
Soekarnoputri seharusnya mengambil alih tugas sehari-hari Presiden
Abdurrahman Wahid. Menurut Akbar Tandjung, pengalihan kekuasan
seperti itu layak dipertimbangkan apabila presiden ternyata tidak
mampu menjalankan tugas sehari-hari. Ucapan Akbar Tandjung itu
semakin memperuncing pertikaian antara Wahid dengan Golkar. Presiden
Wahid kembali menerima kritikan tajam baik oleh DPR maupun pers.
Kemarin, Wahid mengejutkan para anggota parlemen ketika menolak
memberi penjelasan mengenai pemecatan Laksamana Sukardi dan Jusuf
Kalla sebagai menteri beberapa bulan lalu.

* KEJAKSAAN AGUNG TIDAK BERHASIL TEMUKAN HARTA MANTAN PRESIDEN
SOEHARTO DI LUAR NEGERI

Pihak Kejaksaan Agung tidak mampu menemukan harta mantan presiden
Soeharto di luar negeri. Dengan demikian sidang dugaan kasus KKN
Soeharto hanya akan berpusat pada harta milik di Indonesia. Demikian
dinyatakan Jaksa Agung Marzuki Darusman kemarin sesudah tim kejaksaan
agung  menyita sebuah vila di atas tanah seluas delapan hektar milik
yayasan yang didirikan Soeharto. Jaksa Agung selanjutnya mengatakan
bahwa sidang perkara dugaan  KKN itu nantinya akan diarahkan pada
sejumlah yayasan Soeharto, dan dugaan penyalahgunaan dana  yayasan
untuk memperkaya keluarga dan kroninya. Jaksa Agung akan memasukkan
kasus itu ke pengadilan sebelum 10 Agustus. Tahun lalu, Majalah
Amerika Time memberitakan bahwa harta Soeharto dan keluarganya
mencapai 15 milyar dolar. Sebanyak sembilan milyar dolar dipindahkan
secara tergesa-gesa dari rekening bank di Swiss ke Austria pada saat
Soeharto jatuh dari kekuasaan Mei 1998.

* MESKIPUN KECEWA, DPR TIDAK BISA LENGSERKAN PRESIDEN ABDURRAHMAN
WAHID

DPR boleh kecewa dan membuat pernyataan tidak puas dengan jawaban
Presiden Abdurrahman Wahid atas hak interpelasi mereka. Dan Gus Dur
pun bisa menganggap angin lalu semua kecaman DPR. Karena DPR tidak
bisa melengserkan Gus Dur. Menurut Harun Al-Rasyid, hanya MPR yang
mampu turunkan Gus Dur.

Harun Al-Rassyid [HAR]:Menjatuhkan dia itu tidak dengan interpelasi.
Kalau sisitim parlementer memang masih bisa dengan mengajukan mosi
tidak percaya. Sistim UUD 45, tidak ada mekanisme itu

Radio Nederland [RN]: Berdasarkan konstitusi sekarang, apakah tidak
dimungkinkan untuk melengserkan Gus Dur?

HAR: Ya tidak bisa. Itu melalui TAP MPR itu, melalui
pertanggungjawaban presiden. Presiden itu hanya bisa dijatuhkan
melalui pertanggungjawaban dalam sidang istimewa MPR. Aturan mainnya
begitu.

RN: Kalau MPR sekarang mau menjatatuhkan Gus Dur, berarti harus
mengubah sidang umum nanti menjadi sidang istimewa, begitu Pak Harun?

HAR: Sidang istimewa itu prosesnya harus dimulai dari DPR. Tidak atas
insisiatif MPR. DPR harus kirim memorandum dulu kepada presiden.
Kemudian baru dia meminta MPR mengadakan sidang istimewa. Jadi
prosedur agak sulit juga ini.

RN: Secara politik kita lihat Gus Dur kedudukannya memang sangat
kuat, ya Pak Harun?

HAR: Ya, sangat kuat.

RN: Bapak sebagai pakar hukum Tata Negara, apakah konstitusi sekarang
memang tidak memungkinkan untuk menurunkan Gus Dur?

HAR: Konstitusi itu tidak mengatur soal itu. Itu kan sangat sumir
sekali, hanya 37 pasal, tidak ada satu pasal yang mengakui mengenai
pertanggunjawaban presiden. Dia itu di luar konstitusi, tidak di
dalam konstitusi

RN: Sehingga sebetulnya omongan orang, yang untuk turunkan Gus Dur
dalam waktu satu dua bulan ini tidak ada dasar konstitusional?

HAR: Tidak, tidak. Saya rasa tidak bisa itu. Kalau kita mau pegang
aturan main, tidak bisa itu.

RN: Kita kembali pada hak interpelasi DPR yang kemarin tidak dijawab
oleh Gus Dur ya, dan banyak anggota DPR yang kecewa. Menurut Bapak
apakah ini punya dampak politis?

HAR: Untuk partai-partai tertentu, ya. Tetapi untuk partai lain yang
membela Gus Dur ya tidak.

RN: Bapak melihat ini sebagai kondisi yang kurang begitu
menguntungkan untuk  perkembangan politik khususnya menjelang Sidang
Umum Agustus nanti?

HAR: Ya jelas, kurang menguntungkan.

RN: Kalau sekarang elit-elit politik, eksekutif  dan legislatif
saling tuding menuding, ini suatu pendidikan politik yang baik atau
tidak untuk bangsa ini?

HAR: Tidak. Ini gejala tidak sehat ini. Memang sekarang ini kelihatan
ada usaha-usaha untuk menjatuhkan Gus Dur sebelum 2004. Tapi yang
mempertahankan Gus Dur juga cukup kuat. Kelompok yang akan
mempertahankan Gus Dur saya rasa lebih kuat dari yang akan
menjatuhkan Gus Dur. Dengan menjatuhkan Gus Dur belum tentu kondisi
akan menjadi lebih baik.

Demikian pakar hukum tata negara, Harun Al-Rasyid. Meskipun DPR ingin
menurunkan Gus Dur, itu pun, prosesnya sangat panjang, dan tidak
dimungkinkan secara konstitusional, demikian Dekan Fakultas Hukum
Universitas Indonesia, Abdul Bari Azed.

Abdul Bari Azed [ABA]: Secara konstutusi DPR tidak bisa menjatuhkan
presiden. Tetapi yang berhak menjatuhkan atau mengganti presiden
adalah MPR sebagai lembaga negara tertinggi, sebagai pemegang
kedaulatan rakyat.

RN: Apakah hal itu dimungkinkan dalam sidang umum mendatang yang bisa
diubah menjadi sidang istimewa?

ABA: Kalau kita lihat perkembangan dari jawaban presiden terhadap hak
interpelasi kemarin tidak memuaskan, dan DPR sebagian terbesar
fraksi-fraksinya tidak puas dengan jawabnan presiden, karena jawaban
presiden kemarin itu tidak menyentuh substansi pertanyaan yang
disampaikan oleh DPR melalui hak interpelasinya. Malah presiden
menyampaikan tidak adanya aturan interpelasi di dalam UUD 45.

Jadi ini perlu kita luruskan bahwa UUD 45 mengatur hal-hal pokok.
Sedangkan secara tata tertib dimungkinkan DPR itu menggunakan hak
interpelasinya. Jadi adalah sah-sah saja bahwa DPR mengajukan
interpelasi mengenai pemecatan dua orang menteri di kabinetnya itu.
Jadi dengan demikian yang  diminta oleh DPR kemarin itu adalah
jawaban yang konkrit dari  presiden, meminta penjelasan yang pertama
dengan menyatakan tidak kompak. Yang kedua beliau menyebut KKN. Jadi
ini yang perlu diketahui oleh publik. DPR sebagai pembawa aspirasi
rakyat ingin meminta penjelasan kepada presiden ketidakkonsitensian
ini. Yang mana yang benar dari kedua tuduhan itu. DPR pada pokoknya
tidak bisa menjatuhkan presiden selama sebelum ada sidang istimewa.

Nah sidang tahunan yang akan diadakan bulan Agustus depan ini adalah
laporan semacam progress report. Artinya kalau tidak puas mengenai
laporan itu, itu bisa ditinjau sebagai laporan tahunan. Tetapi kalau
untuk menjatatuhkan, DPR bisa mengirim memorandum kepada presiden
untuk memperbaiki laporan itu ataupun pertanggungannya mengenai
interpelasi atau kebijaksaan yang lain, kemudian  tidak juga berhasil
maka diberi tempo satu bulan. Apabila tidak berhasil lagi, baru
mendesak sidang istimewa untuk meminta pertanggungjawaban presiden.

RN: Yang jelas Gus Dur ini kuat secara konstitusional sampai tahun
2004?

AA: DPR itu tidak bisa menjatuhkan Gus Dur kecuali nanti kalau di
dalam itu tidak memuaskan, DPR membuat pernyataan pendapat.
Pernyataan pendapat itu disampaikan lagi kepada pemerintah ternyata
pemerintah tidak menanggapi, kemudian nanti fraksi-fraksi yang ada
itu mengirim surat kepada MPR untuk bersidang, kalau memang
memorandum atau kelengkapannya itu tidak memuaskan lagi. Jadi ada
prosedur lagi. Yang jadi persoalan dari hukum tata negara ini, apakah
peraturan tata tertib yang dibuat DPR itu mengikat pihak lain. Ini
yang jadi masalah. Karena ada pemikiran supaya peraturtan tata tertib
itu dikukuhkan dalam satu undang-undang. Yang ini yang belum
terlaksana baik di masa lalu maupun di MPR era reformasi ini. Tidak
terpikirkan begitu.

Demikian Abdul Bari Azed, dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Jul 2000 jam 17:45:48 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke