----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Sjahrir: Rupiah Kuat Bukan karena Politik

Jakarta, Buana

Penguatan rupiah yang berlangsung beberapa waktu terakhir ini menunjukkan
pasar memberikan sinyal positif terhadap upaya pemerintah memulihkan sektor
keuangan. Penguatan rupiah itu bukan disebabkan oleh faktor politik namun
lebih disebabkan tercapainya kesepakatan antara pemerintah, BPPN dan pemilik
Bank Bali dalam penyelesaian kasus Bank Bali (BB).

"Kesepakatan tersebut merupakan faktor penting bagi penguatan nilai rupiah.
Kesepakatan itu membuka jalan bagi tercapainya proses rekapitalisasi BB
sendiri dan penyelesaian dari masalah-masalah hukum yang terkait. Sehingga,
proses rekap perbankan secara keseluruhan mulai menunjukkan tanda-tanda
membaik dan segera selesai sehingga memungkinkan berlangsungnya
restrukturisasi utang untuk menuju pemulihan ekonomi," kata ekonom Sjahrir
dalam acara talkshow "Ekonomi Indonesia 2000" di Jakarta Kamis (20/7).
Ketika ditanya menguatnya rupiah saat ini bersifat sementara saja karena
pasar masih menunggu hingga Agustus nanti, Sjahrir membantah pernyataan itu.
Menurutnya, persoalan utamanya bukan faktor politik. Penguatan rupiah itu
lebih menunjukkan bahwa ada dinamika di pasar yang memperhatikan bagaimana
sektor keuangan bekerja secara bersungguh-sungguh. Salah satu indikasinya,
BI tidak terburu-buru menaikkan suku bunga SBI dan terealisasinya pergantian
manajemen Bank Rakyat Indonesia yang sempat terhambat. Namun, rupiah yang
mulai terangkat dengan posisi sekitar Rp 8.800 tersebut masih undervalue dan
masih ada harapan bisa naik lagi.

"Apalagi, tahun 2000 ini bidang ekonomi mengalami pertumbuhan positif
sekitar 3,5%-4%. Malahan, Morgan Guaranty Trust memperkirakan pertumbuhan
ekonomi Indonesia tahun 2001 mencapai 4,5%. Ini tentunya memberi peluang
menuju proses pemulihan ekonomi. Namun, untuk menuju pemulihan ekonomi saat
ini harus diawali dengan upaya memperbaiki sektor keuangan. Melalui kegiatan
perbankan, asuransi, pasar modal, dan pasar uang merupakan aktivitas ekonomi
yang strategis dalam menuju pemulihan ekonomi," kata Presdir PT Syahrir
Securities ini. Di sektor ekonomi, menurutnya, telah menunjukkan
kemajuan-kemajuan berarti, seperti pertumbuhan ekspor nonmigas pada lima
bulan pertama tahun 2000 lebih baik dibandingkan kurun waktu yang sama tahun
1999. Begitu pula inflasi tetap dapat dikendalikan sehingga untuk enam bulan
pertama inflasi di bawah 3% pada tahun 2000 sehingga membuka peluang bagi
inflasi on target setinggi 5%-7% tahun ini.

Masih Mencemaskan

Namun, Sjahrir mengakui dirinya tidak menutup mata pada kenyataan bahwa
masih banyak masalah politik yang mengganggu konsentrasi pemikiran dalam
menjalankan usaha. Faktor-faktor keamanan fisik yang belum terjamin bagi
kalangan usaha disertai kurang mampunya aparatur negara dalam melindungi
warga berikut investasinya masih merupakan hal yang mencemaskan. "Begitu
juga adanya interpelasi terhadap presiden di DPR dan dilanjutkan dengan
pelaksanaan hak angket oleh DPR kepada presiden serta masalah
pertanggungjawaban presiden dalam sidang tahunan MPR merupakan mata acara
politik yang dapat membuka kemungkinan konflik yang tajam tidak hanya pada
elite politik, tapi juga terhadap kalangan usaha," kata Sjahrir.

Sementara itu Staf Pengajar UI Heru Sutoyo mengatakan, melemah dan
menguatnya rupiah akhir-akhir ini lebih disebabkan faktor politik karena
sektor ekonomi sudah mulai membaik. Secara teori dengan ekonomi yang mulai
pulih ini rupiah seharusnya naik. "Rupiah merupakan nilai tukar yang mudah
berfluktuasi sehingga rentan untuk dipermainkan spekulan. Namun, dengan
inflasi yang lebih terkendali menjadikan harga-harga kebutuhan pokok lebih
stabil. Ini disebabkan fundamental ekonomi yang sudah membaik," katanya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Jul 2000 jam 04:36:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke