----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Antara, 24 Juli 2000

DUBES MAKARIM: PASUKAN ASING TIDAK PERLU TURUN KE MALUKU

New York, 24/7 (ANTARA) - Dubes RI untuk PBB Dr. Makarim
Wibisono gigih memperjuangkan agar masalah Maluku tak jadi
agenda Dewan Keamanan PBB, di tengah tekanan sejumlah kalangan
agar pasukan internasional turun tangan untuk menghentikan
kekerasan dan pertumpahan darah di Maluku.

"Kita jelaskan kepada semua pihak di PBB bahwa pemerintah
Indonesia tengah mengatasi situasi keamanan di Maluku, sehingga
tidak memerlukan turut campurnya pasukan asing," katanya di
sela-sela resepsi perkawinan putera Dubes RI untuk Inggeris,
Nana Sutresna di New York, Minggu malam.

Danny Sutresna, putera Nana Sutresna, menikah dengan puteri
mantan Direktur PTP Commodity Ltd. Syaufi Darus.

Resepsi pernikahan dihadiri para diplomat dan undangan lain
seperti Dubes RI untuk Washington Dorodjatun Kuntjoro-Jakti dan
Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB Dubes Makmur Widodo.

Dubes Makarim mengakui sejumlah pihak, termasuk kalangan LSM,
perorangan, dan satu-dua negara, berusaha untuk mengangkat
masalah Maluku menjadi masalah internasional dengan tujuan
supaya bisa mengirim pasukan internasional ke propinsi itu.

"Hal-hal dan tekanan seperti itu lumrah saja, dari dulu juga
begitu. Ada berbagai pihak dengan berbagai kepentingan berusaha
mengangkat masalah Maluku di forum internasional. Tapi kita
jelaskan bahwa campur tangan asing tidak perlu karena kita
berusaha mengatasi masalahnya secara nasional," kata Makarim.

Pemerintah Indonesia, katanya, telah membuktikan serius
mengatasi permasalahan di Maluku dengan melakukan berbagai
tindakan nyata, seperti memberlakukan darurat sipil, mengganti
Pangdam setempat, mengembalikan pasukan jihad dan membantu para
pengungsi.

Sekarang ini, katanya, keadaan sudah membaik dibandingkan
sebelumnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, kehadiran pasukan PBB bisa saja
dibicarakan di Dewan Keamanan jika Indonesia dianggap tidak
mampu dan kekerasan sudah sedemikian rupa sehingga menimbulkan
korban yang banyak.

Sementara itu, Presiden Abdurrahman Wahid dalam pertemuan dengan
Partai Kebangkitan Bangsa di Surabaya mengatakan bahwa Indonesia
bisa mengatasi sendiri kekerasan di Maluku sehingga tidak perlu
pasukan penjaga perdamaian internasional.

Wahid mengakui Sekjen PBB Kofi Annan mengatakan kepadanya belum
lama ini mengenai adanya tekanan pada Dewan Keamanan agar
mengirim pasukan PBB ke Maluku. Terhadap adanya tekanan itu,
Wahid mengatakan Indonesia mampu mengatasi sendiri pertikaian
berdarah di Maluku.

Dalam 18 bulan terakhir ini sekitar 4.000 orang jadi korban
kekerasan di Maluku. Pemerintah Indonesia telah memberlakukan
situasi darurat sipil di kawasan kaya rempah-rempah itu.
(LNY01/C/ND05/24/07/:0 09:34)
2407000938 NNNN

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Jul 2000 jam 10:08:08 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke