----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kompas, Rabu, 26 Juli 2000

Pertemuan Menlu-menlu ASEAN di Bangkok
Dukung Kedaulatan RI atas Aceh dan Papua

Bangkok, Kompas
Selain memuji Indonesia atas upayanya menyelesaikan isu Timor
Timur, para menteri luar negeri ASEAN di Bangkok, hari Selasa
(25/7) juga menyatakan dukungannya atas kedaulatan, integritas
teritorial, dan persatuan nasional Indonesia, termasuk Aceh dan
Papua.

Dua pernyataan mengenai Indonesia ini terdapat dalam 64 butir
komunike bersama yang dihasilkan selama dua hari pertemuan
Menlu-menlu 10 negara ASEAN yang ditutup Selasa malam.

Para menlu ASEAN, dalam komunikenya, juga menyetujui rancangan
pembentukan dan operasi sebuah badan ad hoc, Troika ASEAN, untuk
menangani secara lebih efektif berbagai isu trans-nasional
kawasan Asia Tenggara. Pembentukan Troika ASEAN (ASEAN Troika)
diusulkan oleh Perdana Menteri Thailand Chuan Leekpai dan
disetujui pada pertemuan puncak informal ASEAN ke-3 di Manila
November lalu.

Menurut laporan wartawan Kompas Diah Marsidi ancangan badan ad
hoc ASEAN tersebut terdapat dalam salah satu dari 64 butir
pernyataan dalam komunike bersama, pada hari penutupan Pertemuan
Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting -
AMM) ke-33 setelah dua hari berlangsung. Komunike mencakup
beragam isu, dari agenda perkembangan yang komprehensif, kerja
sama politik dan keamanan, sampai masalah regional dan
internasional.

Troika beraksi

Dari 64 butir komunike bersama itu, yang paling mendapat
perhatian adalah butir yang menyebutkan bahwa para menteri luar
negeri ASEAN menyetujui rancangan yang menetapkan prinsip dan
tujuan serta prosedur pembentukan ASEAN Troika. Yakni agar ASEAN
dapat menangani secara lebih efektif dan bekerja sama dengan
lebih erat mengenai isu-isu yang mempengaruhi perdamaian dan
stabilitas regional.

Dalam jumpa pers setelah upacara penutupan, Menteri Luar Negeri
Thailand Surin Pitsuwan yang adalah ketua AMM ke-33 itu
mengatakan bahwa kesepuluh menlu ASEAN itu telah mencapai apa
yang ditargetkan, yaitu disetujuinya rancangan pembentukan serta
operasi Troika.

Dalam retreat para menlu hari Senin, disetujui bahwa ketua ASC
(ASEAN Standing Committee) yang bergilir itu mempunyai kebebasan
bertindak yang lebih luas, lebih banyak fleksibilitas, lebih
banyak ruang untuk mengambil inisiatif dalam mengambil
langkah-langkah penyelidikan berkenaan dengan isu-isu yang
bersifat khusus yang diperkirakan akan mengganggu keselarasan
dan perdamaian kawasan, kata Surin.

"Dalam mengambil langkah-langkah itu, dia akan berkonsultasi
dengan rekan-rekannya sesama menlu, dia dapat merekomendasikan
bahwa Troika beraksi, dia juga dapat merekomendasikan pertemuan
darurat para menteri luar negeri," kata Surin seraya menambahkan
seandainya saja dia mempunyai keleluasaan seperti itu selama
satu tahun ini saat dia mengetuai ASC. Ketua ASC yang kini
menggantikannya adalah Menlu Vietnam Nguyen Dy Nien, sesuai
urutan abjad.

ASEAN Troika yang akan terdiri dari tiga menlu yang menjadi
ketua saat ini, ketua lalu dan ketua mendatang ASC itu dalam
rancangan yang disetujui para menlu adalah sebuah badan untuk
mendukung dan membantu para Menlu ASEAN, bukan badan pengambil
keputusan. Dalam melakukan tugasnya, ASEAN Troika harus
membatasi diri dari isu-isu yang merupakan masalah dalam negeri
negara-negara anggota ASEAN.

Surin mengatakan kesepakatan para menlu adalah ketua ASC yang
adalah juga ketua Troika itu mempunyai hak untuk mengambil
inisiatif dan melakukan koordinasi serta konsultasi intensif
dengan rekan-rekannya. Selama konsultasi itu diputuskan
apakah isu itu termasuk yang tak bisa dikutik-kutik karena
merupakan isu dalam negeri, ataukah isu itu dianggap sebagai
masalah bersama yang memerlukan tindakan darurat sehingga Troika
harus beroperasi.

Menlu Thailand itu mengakui bahwa lebih banyaknya keleluasaan
untuk mengambil inisiatif dan membuat Troika efektif itu akan
tergantung dari kemampuan dan kemauan ketua ASC.

AMM ke-33 itu diakhiri dengan penandatanganan tiga dokumen oleh
kesepuluh menlu, yaitu Deklarasi Bersama Perpaduan dan
Kepedulian Sosial, Deklarasi ASEAN mengenai Warisan Kultural,
dan Memorandum Kesepahaman mengenai pembentukan Yayasan ASEAN.

Hari Rabu ini diadakan pertemuan antara ASEAN dengan tiga negara
Asia Timur, yaitu Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Dalam
pertemuan ini delegasi Indonesia akan dipimpin oleh Dirjenpol
Hasan Wirajuda, mewakili Menlu Alwi Shihab yang menuju Surabaya
untuk Kongres PKB.

Hari Kamis akan dilangsungkan pertemuan Forum Regional ASEAN,
yang diperkirakan akan membuahkan hasil yang berarti dengan
ikutnya Korea Utara untuk pertama kalinya. Sementara itu,
permohonan Pakistan untuk menjadi anggota ARF masih tetap
dipertimbangkan, karena belum tercapainya konsensus di kalangan
anggota ASEAN untuk menerimanya. *

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jul 2000 jam 08:07:22 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke